Putri Yang Hilang 2

Putri Yang Hilang 2
Hanum 47


__ADS_3

'' aku tidak butuh penjelasan dari kamu, cukup mata ini yang menjadi saksi tidak ada lagi yang bisa menjelas kan, karena aku sendiri sudah melihat nya..'' ujar ku marah


Cukup diam ku menjadi saksi bahwa aku tengah kecewa berat atas apa yang ia perbuat pada ku


  '' tapi Hanum... Mas bisa jelas kan semua nya, itu tidak seperti yang kamu lihat..'' ujar mas imam lagi


  '' sudah lah mas, aku sudah muak dengan semua ini, kalau mau kembali dengan Karin aku tidak perduli, silah kan, aku tidak menghalangi mu dan jangan ikut campur lagi dengan urusan ku, begitu juga dengan mu, aku tidak akan ikut campur apapun itu tentang mu...''


Setelah mengatakan kemarahan ku, aku pun beranjak dan hendak turun dari ranjang, tapi tangan ku dengan cepat di saut oleh nya


  '' lepas kan tidak..'' ujar ku galak


'' jangan segitu nya sama mas... Hanum, kamu hanya salah paham.'' ujar mas imam tak mau melepas kan tangan ku


  '' iya..iya.. Aku salah paham..lepas kan sekarang juga..'' ujar ku mengiya kan apa yang di ucap kan mas imam


'' jangan seperti itu Hanum.. Aku sudah mencoba menerima semua keadaan ini, aku sudah merela kan hati ku untuk mu, dengan semudah itu kau hendak pergi..'' ujar mas imam menyentak kan tangan ku dan terduduk di ranjang


Pergelangan tangan ku terasa sakit ketika ia menyentak kan nya, aku pun sampai mengasuh kesakitan


   '' miris sekali ya.. Jadi aku ini, sudah luka hati luka pisik, lantas apa lagi yang mau kamu lukai mas, apa perlu ku ambil kan pisau dan sayat di sini..'' ujar ku menunjuk ke arah pergelangan tangan ku


   '' maaf Hanum. mas hilaf..'' ujar nya memegang tangan ku


Seketika ku hempas kan begitu saja, dan aku menatap nya miris,


  '' asal kamu tau mas, aku juga tidak mau berada di posisi ini, aku juga tak mau di jodoh kan dengan mu, aku juga tak mau menaruh hati ini pada mu, asal kan kau tau mas, papa dan mama ku tidak pernah berlaku kasar pada ku.. Apa lagi sampai membentak ku, Tapi ini.. Tapi ini apa mas..'' ujar ku luruh sudah air mata ku yang ku tahan sejak tadi


Rasa nya sakit sekali di buat begini oleh suami yang baru saja kita kenal sudah berlaku kasar dalam ucapan


Sedang kan aku di keluarga ini tak pernah sekali pun mendapat bentakan selama yang ku tau, apa lagi papa, selalu berkata lembut pada ku


Dari pada terus bertengkar, aku lebih memilih mengasing kan diri, aku tau mungkin aku wanita yang kurang sempurna wanita banyak mau nya, tapi aku juga punya rasa sakit,


istri mana yang tak sakit hati, ketika melihat suami nya sedang bersama mantan kekasih nya sedang berduaan

__ADS_1


Dan istri mana yang sabar melihat suami nya hanya diam tak menegur sama sekali dan memilih melari kan diri ketimbang menjelas kan titik masalah nya


'' maaf Hanum..'' hanya itu yang keluar dari mulut mas imam


Sungguh aku sangat kecewa sekali dengan nya, kalau bukan karena mama yang menangis di hadapan ku, mungkin sudah ku tolak sejak awal


Begini ya.. Rasa nya menikah, ketika kita belum mempunyai pacar, rasa nya ingin memiliki pacar, dan ketika kita belum menikah, rasa nya ingin sekali menikah


Tapi setelah menikah, kita harus banyak menerima kenyataan tak seindah yang di bayang kan


Kita harus banyak menerima kekurangan dan kita harus banyak meluangkan kesabaran kita untuk mereka


Dan menaruh pengertian lebih terhadap pasangan kita, apa lagi sampai pasangan kita tak sejalan dengan kita


'' sudah lah mas, aku lelah berdebat dengan mu, aku memilih diam karena aku tidak mau berdebat.. Aku memilih diam agar aku tidak sakit, tapi luka ku seakan mas gores kembali semakin bertambah lebar dengan pengakuan mas yang mengatakan salam paham..?'' ucap ku lirih


Tidak tau seburuk apa wajah ini di hadapan mas imam saat ini, aku tidak memperduli kan itu semua


Ingin rasa nya aku lari dari semua ini, tapi sayang, semua itu tidak bisa kulakukan, apa lagi sekarang aku punya tanggung jawab penuh di rumah ini


'' tidak Hanum,, aku yang salah, jangan seperti ini, aku akui aku salah aku minta maaf Hanum..'' ujar mas imam memeluk ku erat sekali


'' sudah lah mas,, mas sama sekali tidak bersalah di sini.. Aku lah yang bersalah..lepas kan aku mas..'' pinta ku menghapus air mata yang masih membasahi pipi


'' tidak akan ku lepas kan, sebelum kamu mau memaaf kan ku .'' mas imam geleng kepala menolak permintaan ku


puas menangis tapi pelukan mas imam tak kunjung lepas, aku lelah berada di posisi seperti ini, posisi ini sangat membuat ku sakit dan kesal


'' aku lelah.. Sangat lelah..'' ujar ku lirih


Entah lah badan ini rasa nya sangat lemas dan tenaga pun berkurang, biasa nya aku tidak seperti ini, biasa nya aku tegar


Tapi kali ini air mata ku selalu jatuh di kala hati ku tergores sedikit saja, mungkin karena sebentar lagi aku akan datang bulan


hingga saat aku memejam kan mata lelah seketika pandangan ku buram dan kepala ku ini sangat sakit sekali, Sehingga tidak tertahan kan lagi

__ADS_1


'' Hanum.. Hanum.. kamu kenapa..'' mas imam menggoyah kan badan ku, tapi aku sudah tak sanggup lagi merespon nya


tubuh ku seakan lunglai begitu saja ketika mas imam mencoba membangun kan ku,


***


Sampai pagi ketika aku terbangun, aku sudah tidak di dalam kamar ku lagi,


'' dimana aku ini..'' ujar ku lirih menatap langit-langit serba putih


Bau obat sangat menyengat sekali, membuat ku refleks menutup hidung ku dengan ke dua tangan ku


'' kakak sudah sadar..'' ujar heboh Naila ketika melihat ke arah wajah ku


'' di mana ini Naila, apa kamar kamu sudah di renovasi..'' tanya ku pada Naila


'' eh.. Bukan kak.. Kakak sekarang ada di rumah sakit.. Kakak pingsan semalam, bang imam panik dan membawa kakak ke rumah sakit..'' ujar Naila


pantas saja ruangan ini bau sekali, dan ketika aku mengangkat tangan kiri ku, ternyata di sana sudah terpasang jarum infus


'' aduh.. Sakit nya ini, siapa yang memasang nya..? Ujar ku panik karena aku takut sekali dengan jarum


Apalagi ini sudah menempel di tangan ku, bertambah panik saja lah aku ini


...****************...


Jangan lupa untuk like sebanyak-banyaknya


Dan beri kan komentar yang baik di setiap episode


Hadiah dan juga vot


Karena setiap like dan komen kalian sangat berarti untuk penulis,


tentu untuk penyemangat dalam menulis agar lebih rajin lagi up nya

__ADS_1


__ADS_2