
" lelah nya.." ujar ku merenggang kan otot-otot ku dan beranjak dari tempat duduk
Setelah seharian bekerja, kini kembali lagi dengan kehidupan nyata, yaitu masalah ku lagi dengan mas imam
ku pikir cukup sudah aku bersabar, mungkin kali ini aku akan mencari kesalahan nya atau aku saja yang cari gara-gara dengan nya
pikiran ku kini ku paksa untuk berpikir sebelum pulang ke rumah, mungkin aku harus memikir kan masa depan ku sekarang juga dan aku harus memikir kan anak yang ada dalam kandungan ku
Dalam perjalanan pulang, aku memikir kan bagai mana bisa menghadapi mas imam yang terlihat biasa saja
Namun di belakang ku ia masih bersama Karin, aku tau semua kelakuan nya, bukan berarti aku dia saja tidak tau apa yang terjadi saat ini
Ketika sampai di rumah, mas imam sedang Dudu di teras rumah, sambil menikmati satu gelas teh manis di temani dengan game online nya
ya.. Walau pun keseharian nya bermain game dan bekerja di salah satu tempat usaha online nya
Aku tak mempermasalah kan apa kerja nya dan apa penghasilan nya saat ini
" sudah pulang.." sambut mas imam dengan senyuman nya
" hemm.." saut ku singkat
Setelah mengucap kan salam aku pun berlalu ke dalam rumah, dengan mas imam masih setia dengan ponsel nya
malam hari ketika aku mau makan, mas imam sudah setia di sana sempat ingin kabur, namun rasa lapar menyerang ku terpaksa tetap ku langkah kan kaki ku ke arah meja makan
'' sini dek.. Mau makan kan .'' ujar nya
Aku hanya mengangguk kan kepala pelan, tanda mengiyakan pertanyaan nya pada ku
'' mau lauk apa. Biar mas ambil kan..'' gegas ia membalik kan piring dan mengambil kan masih pada ku
membuat ku sedikit keheranan atas apa yang ia lakukan pada ku, ini bukan mas imam yang sesungguh nya
Ia tak pernah begini jika dengan ku, apa ada sesuatu yang membuat nya jadi lebih baik begini, tapi apa..'' batin ku terus memandangi mas imam
'' di tanya kok diam aja..'' ujar nya menatap ku sambil memegang piring yang berisi kan Nasih
'' oh.. Iya, lauk apa aja pun jadi..'' ujar ku jadi terbengong dengan sikap nya
__ADS_1
'' segini habis kan..'' tanya nya menatap ke arah ku
'' iya habis..'' ujar ku sambil melirik ke arah piring yang ia pegang
'' ada angin apa.. Sampai baik begini pada ku, sampai ambil kan aku makan segala..'' ujar ku menatap curiga pada mas imam
Membuat mas imam langsung menatap ke arah ku dengan tatapan yang memelas
'' gak boleh ya.. Baik sama istri sendiri..'' ujar nya pada ku
'' boleh-boleh aja sih... Tapi aneh aja, baru kali ini loh.. Mas seperti ini..'' ujar ku menatap nya sini
Ku lihat wajah nya, ia seperti tercekat dengan ucapan ku barusan, karena perkataan ku tidak lah salah
Selama bersama nya, baru kali ini aku di ambil kan makan, walau pun keadaan ku sedang mengandung anak nya
'' jangan berprasangka buruk begitu..'' ujar nya menyodor kan piring ku
tak mau berdebat, aku pun menerima piring yang ia berikan, tak mau menolak perbuatan baik mas imam karena jarang-jarang ia seperti ini kepada ku
selesai makan, aku pun gegas pergi bekerja tanpa mau bercakapan lagi dengan nga, biar lah ia menganggap ku seperti apa,
Sesampai nya di kantor, mbak iren sudah duduk di meja tempat biasa ia bekerja, tak mau mengganggu nya, aku berlalu ke ruangan ku segera mungkin karena ini sudah masuk jam kerja
'' sungguh melelah kan sekali bukan..'' tanya ku lagi pada nya
Seandai nya komputer ini bisa bicara, mungkin ia sudah menjawab pertanyaan ku yang tidak masuk di akal ini
Siang hari mbak iren mendatangi ruangan ku dengan setumpuk berkas-berkas yang akan ku tanda tangani
'' harus selesai sore nanti ya..Hanum.. Soale sesok wes di anter..'' ujar mbak iren
Aku hanya menatapi wajah dan bibir nya yang berbicara tanpa menyahut sebelum ia berhenti berucap
'' eh.. Bukan nya di jawab toh.. Malah Mandang wajah ku ini.. Kenapa Hem.. Wajah ku ayu toh..''' ujar nya kepedean sekali
'' kepedean banget mbak iren ini..'' ujar ku terkekeh kecil pada nya
'' lah.. kamu sih.. bukan nya di jawab, malah natap mbak mu ini kayak gitu bener...'' ujar mbak iren terlihat kesal
__ADS_1
'' ya..udah loh mbak, kenapa mesti sewot begitu, bersyukur dong, kalau aku masih mau natap mbak iren, dari pada gak mau, aku nya buang muka bagai mana..'' todong ku pada nya
Membuat ia mengerjab kan mata nya seketika, membuat ku tertawa kecil karena ulah nya
'' Hem.. malah ketawa pula..'' ujar mbak iren menepuk pundak ku
'' udah ah.. Ayo makan.. Hanum laper nih..'' ujar ku pada mbak iren
'' mau makan di mana..'' tanya nya pula
'' yang deket-deket aja deh mbak, tapi gak mau di kafe depan..'' ujar ku menolak
'' lah.. jadi kemana.. Di sana kan deket, lagian kan itu kafe adik mu toh..'' tanya mbak iren menatap heran ke arah ku
'' bosan aja mbak, pengen di tempat yang lain gitu..'' ujar ku pada nya
ia hanya mengangguk saja, dan berjalan keluar ruangan, dengan cepat aku pun mengambil tas dan mengikuti langkah kaki mbak iren
Mengejar mbak iren, sampai aku sendiri ngos-ngosan karena tidak setimpal dengan laju langkah mbak iren, di tambah lagi perut ku sudah cembung seperti ini
Sesampai nya di mobil, mbak iren malah menertawa kan ku di ambang pintu mobil
'' maka nya jangan mau jadi korban laki-laki.. Jadi seperti itu kan..'' ujar nya menertawa kan ku
'' iiss... Mbak ini apaan sih..'' sungut ku kesal
bukan nya menolong ku, mbak iren malah menertawa kan ku sejadi jadinya
'' maka nya mbak sampai sekarang belum mau nikah, takut nya ya... Begitu, jadi korban bucin nya laki-laki yang bermulut manis..'' kekeh mbak iren
Membuat ku tercekat dengan perkataan mbak iren barusan, apa iya aku seperti itu,.'' batin ku dalam hati
Tak mau melanggati mbak iren yang terus meledek ku, ku cepati masuk ke dalam mobil dengan mbak iren yang mengemudikan mobil ku
Sesampai nya di tempat yang ku mau, mbak iren memarkir kan mobil ku dengan bagus dan kami pun masuk ke dalam
'' mau pesen apa.. Di sini menu nya ya.. Begini, maka nya mbak Ndak suka..'' ujar mbak iren geleng kepala melihat menu nya
'' bukan menu nya kali mbak, harga nya mungkin yang buat mbak gak suka..'' saut ku cepat
__ADS_1
Dengan cepat pula ia terkekeh kecil dengan ucapan ku barusan kepada nya
...****************...