Putri Yang Hilang 2

Putri Yang Hilang 2
Hanum 25


__ADS_3

'' mari mas, aku bantu..'' ucap ku ketika aku mendekat kepada mas imam


Mas imam hanya diam saja, ketika uluran tangan ku mendekat kepada nya, ia sekilas menatap seluruh keluarga ku dan tak berapa lama ia pun meraih tangan ku yang sejak tadi terulur kepada nya


aku pun membawa mas imam ke kamar lama ku, di sana tidak ada yang menempati nya, karena semua anak mama memiliki kamar masing-masing


'' habis di obati, kasih makan dan suruh minum obat..'' ujar papa


Aku hanya mengangguk saja ketika papa menyuruh ku memberi makan mas imam


'' sini.. Biar di obati dulu, agar tidak infeksi..'' ucap ku mencoba mengompres wajah mas imam yang sudah babak belur


'' gak usah sok baik deh kamu..'' ujar nya membuat ku tersentak kaget dengan pernyataan nya


'' sok baik bagai mana sih mas, aku kadang heran deh lihat kamu, kadang sudah baik, kadang marah gak jelas..'' ucap ku menghela nafas kasar


'' kenapa kamu gak bilang, kalau kamu punya adik cowok..'' ujar nya bengis menatap ke arah ku


'' lah.. Mas nya ada nanyak sama aku..'' ujar ku cepat


ia sejenak terdiam mendengar perkataan ku, memang apa ada nya, selama menikah, ia tidak pernah menanyakan bahwa aku memilliki saudara yang sama atau tidak


'' sudah selesai.. aku keluar sebentar hendak mengambil kan mu makan.." ujar ku menatap mas imam sejenak


" jangan,, aku ingin pulang saja, kau ikut aku tidak.." ajak mas imam pada ku


" mungkin aku tidak bisa ikut dengan mu mas, karena besok acara lamaran Kahfi pada kekasih nya.." ujar ku menatap mas imam sejenak


Ya.. Kahfi membawa ku kemari hanya karena ia akan bertunangan, dan acara akan berlangsung besok pagi


" kalau begitu, biar aku pulang sendiri saja.." ujar mas imam bangkit dari duduk nya berjalan ke arah ku


" apa tidak sebaik nya mas makan lebih dulu.." tanya ku penuh selidik apa kah ia sudah makan apa belum


" tidak usah, aku mau pulang saja.." kekeh nya, yang tak bisa ku cegah


" ya.. Silah kan, hati-hati di jalan.." ucapku pada nya


mas imam hanya mengangguk saja ketika aku berucap demi kian, aku pun mengantar kan nya sampai pintu depan di mana semua orang sudah tidak ada lagi di depan rumah


mungkin mereka memilih untuk beristirahat lebih awal agar mudah terbangun esok pagi nya . .


mas imam perlahan melajukan motor nya meninggal kan perumahan mama

__ADS_1


" sudah kemana pergi nya pecundang itu.." tanya Ihsan mengagetkan ku tiba-tiba ia datang entah dari mana


" apa sih.. Kamu bikin kaget saja.." ujar ku mengelus dada


" kakak terkejut ya.." kekeh nya,


" maka nya, jangan melihat terlalu serius kali, jadi tidak melihat keberadaan ku kan.." ucap nya menertawa kan ku


" menyebal kan.." umpat ku kesal kepada Ihsan yang malah mengejek ku saja tau nya.


" hei..kak, mau kemana.." ucap Ihsan berusaha mencegah ku


" mau tau aja kamu..'' sinis ku


Ia malah cekikikan dan berusaha mengejar ku yang berjalan ke arah kamar ku semula


" kakak gak mau ikut gabung kami tidur bareng, kami sedang mengadakan parti di dalam kamar bang Kahfi..'' ucap Ihsan mencoba menahan ku


'' lagi gak mau..'' tolak ku pula


'' ya.. Udah, kalau berubah pikiran ke kamar Abang aja, kami sedang ramai di sana, apa lagi aisiah membawa film Drakor terbaru..'' ucap Ihsan


Membuat ku sejenak berpikir dan menimbang-nimbang kan tawaran yang di berikan Ihsan barusan


'' lihat nanti saja..'' saut ku


Ihsan tak lagi memaksa ku, melain kan melangkah kan kaki ke arah kamar Kahfi yang tidak jauh dari lorong dapur


setelah kepergian Ihsan, aku pun melangkah kan kaki ku ke arah kamar ku seperti rencana ku semula


'' aneh sekali mas imam ini, datang marah-marah gak jelas, sekarang malah ngeloyor pergi..'' ujar ku seorang diri


Di mana kesabaran ku harus di uji oleh seorang suami yang tak menganggap ku dan kini ia merasa paling tersakiti


Padahal ia tidak pernah bertanya perihal keluarga ku, selama menikah ia tak pernah tau tentang adik-adik ku yang lain


setelah sampai di kamar, aku memilih membersih kan diri dan menukar pakaian ku dengan yang lain


'' bosan juga sendirian di kamar..'' ujar ku berucap seorang diri


Di mana sudah satu jam berlalu aku berdiam diri di kamar dan mata ini tak bisa terpejam juga


Entah apa yang menjadi tujuan hidup ku sekarang, di mana aku di paksa menikah dengan orang yang tak ku kenali

__ADS_1


Dan kini aku harus menerima perihal lain lagi tentang suami ku itu, kalau bukan karena kasian dan menolong orang, mungkin aku tak akan memilih jalan konyol seperti ini


perlahan aku berjalan ke arah kamar Kahfi, benar saja di dalam sana begitu ramai dan begitu banyak penghuni nya


'' kak...'' sapa Sammy ketika aku menongol kan kepala ku


'' ya.. '' saut ku singkat dan menatap ke arah Sammy


'' yaa.. Datang juga kan, kenapa kak, gak betah ya.. Di kamar sendirian..'' Ihsan terkekeh kecil melihat ku berada di ambang pintu kamar Kahfi


'' ngeledek aja terus kamu itu, gak kasian sama kakak sendiri..'' saut Sammy berjalan mendekat ke arah ku.


'' ayo masuk kak, jangan hirau kan ucapan Ihsan, memang sedikit radak-radak itu..'' ujar Sammy menarik ku masuk ke dalam


di antara adik sepupu yang lain, hanya Sammy lah yang dekat dengan keluarga kami, dan dia lah adik sepupu yang paling ramah dan mudah bergaul


'' enak aja kamu bang..'' sungut Ihsan tak terima di Katai oleh Sammy


'' jangan hirau kan kak..'' ujar Sammy sekali lagi sambil cekikikan


aku berjalan mendekat ke arah kerumunan, di sini memang cukup ramai, dan banyak pula cemilan dan bungkus nya berserakan entah di mana-mana


'' ini kamar atau tempat sampah sih..'' ujar ku celingukan melihat sekeliling ku


'' maklum lah kak, nama nya juga lagi lihat film Drakor ya... Wajar dong ada cemilan nya..'' saut Aisyah pula


'' ya.. Gak gini juga kan, percuma dong, ada tempat sampah di sini kalau gak di gunakan..'' saut ku pula sambil melonggok kan kepala ke arah duduk kamar


'' astagfirullah hal'azim.. Sudah sepenuh itu, sampai empat ..'' saut ku kaget melihat tempat sampah yang berjejer penuh


Perasaan tadi hanya satu jam saja aku berada di kamar ku, kenapa sampah mereka susah menumpuk seperti ini,


Aku hanya bisa geleng kepala melihat kamar Kahfi begitu kotor nya dan lihat lah wajah-wajah yang tak bersalah itu


mereka malah asik melihat layar lebar yang terpampang jelas di monitor laptop


...****************...


Jangan lupa untuk like


Dan komentar yang baik,


Hadiah dan vot

__ADS_1


Karena setiap dukungan kalian sangat berarti untuk penulis


__ADS_2