Putri Yang Hilang 2

Putri Yang Hilang 2
Hanum 61


__ADS_3

Setahun telah berlalu tanpa kabar apapun dari mas imam, ia tak pernah lagi melihat ke adaan anak nya sampai sekarang


Bukan aku menagih janji nya pada ku tentang ia yang berjanji akan selalu ada untuk ke dua anak-anak ku


Tapi yang aneh nya hingga sekarang ia tak pernah menampak kan batang hidung nya setelah kedatangan Karin ke rumah mama


   '' mama... Mam..'' ujar bayi laki-laki kecil ku yang kini sudah berusia setahun


Mereka berdua adalah anak yang aktif dan kini mereka sudah bisa berjalan dengan lancar, namun hanya saja cara berbicara mereka kurang tepat dan masih candel


    '' mau makan sayang.. Sini ikut dengan mama.? ujar ku menyambut nya dengan lembut


Begini lah kerepotan ku setiap hari, selain mengurusi mereka berdua, aku juga harus bekerja untuk tabungan mereka berdua jika masuk sekolah nanti nya


    '' ma...'' tangis lepas bayi perempuan ku yang sangat mirip ayah nya ini membuat ku sangat gemas


  '' ya.. Sayang..'' ujar ku berbalik mengarah kebelakang karena ia kini mengejar ku ketika aku membawa anak laki-laki ku ke dapur


  '' itut..'' ucap nya mengulur kan ke dua tangan nya


'' wah.. Apa kuat mama nya ini, di gandeng aja ya sayang..'' ujar ku menurun kan rehan dari gendongan ku


Dan menggandeng ke dua nya mengarah ke dapur Ku, walau mama dan papa melarang ku untuk tinggal di rumah yang semula ku tempati dengan mas imam


Namun aku bersi keras ingin tinggal di rumah sendiri dengan alasan agar aku bisa mandiri dan menjadi seorang ibu yang tangguh


Walau papa dengan berat hati melepas kan kami, namun papa setiap saat selalu datang kemari dengan anak kembar tiga Kahfi


   '' ma.. Mimik..'' pinta Raina kecil ku


Aku sebenar nya sangat gemas dengan Raina karena selain cantik ia sangat imut, membuat ku selalu gemas dengan anak perempuan ku itu begitu juga dengan mama


   '' sabar ya..sayang, mama ambil kan dulu..'' ujar ku pada mereka berdua


  '' tunggu di sini sebentar, jangan turun tau, nanti jatuh..'' ujar ku mewanti-wanti mereka berdua


 mereka hanya tersenyum kepada ku, dengan cepat aku pun melesat pergi ke arah dispenser


   '' apa ada lagi yang kurang..'' tanya ku setelah meletak kan dua gelas air minum di depan mereka


  gelengan kuat sebagai jawaban mereka berdua, untung nya hari ini adalah hari minggu,

__ADS_1


jadi aku memiliki banyak waktu luang untuk mereka berdua, membuat ku tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini dengan baik


    '' habis makan, kita mandi ya. '' pinta ku pada ke dua nya


   '' mau mana..'' tanya reyhan kecil menatap ku dengan tatapan serius


   '' mau jalan-jalan aja, mau ikut gak .? Tanya ku mengajak mereka berdua


   '' mau..'' saut ke dua nya serempak dengan antusias sekali


   ini lah penyemangat ku setiap waktu, di mana kadang lelah ku hilang ketika melihat wajah ceria ke dua nya,


Dan kadang menangis di saat mereka secara bersamaan sakit, kalian bayang kan saja, seorang ibu tunggal mengurus dua anak sekaligus membuat ku terkadang menangis di kala mereka demam tinggi


  '' pada mau kemana..'' mama dari pagar melambai kan tangan nya bertanya pada ku


   '' mau jalan-jalan ma.. Mama mau ikut..'' tanya ku berteriak dengan ceria mewakili ke dua anak ku


   '' mama gak sanggup kalau jalan jauh.. Mau jalan kemana. '' tanya mama lagi


   '' gak jauh ma...hanya ke taman kota saja, mau ikut tidak..'' tanya ku lagi


   '' mau kemana kak.'' tegur Ihsan keluar dari pintu terhubung ke super market samping rumah mama


   '' mau ajak mereka jalan-jalan..'' saut ku singkat


   '' widiihhh... Ada yang mau senang-senang nih..'' ujar Ihsan mengajak rehan adu TOS


Aku hanya memperhatikan ketiga nya sambil berjalan sendiri ke arah mama, karena Ihsan mengambil alih tempat ku


   '' mama mau ikut tidak..'' tanya ku lagi ketika sudah dekat dengan mama


   '' mama bingung nih.. Arya sakit.. Mama kasihan lihat Naila sendiri mengurus ke tiga anak nya itu..'' ujar mama bertopang dagu


'' memang ketiga nya sakit ma..''


'' enggak sih.. Cuman Arya aja, attaya dan Arka.. Sama papa mu di dalam..'' tunjuk mama ke arah dalam


'' lah.. Kan ada papa nya, ini kan hari libur ma..'' ujar ku pada mama


'' papa nya lagi sibuk ganti kan tugas papa mu yang ada di kota E, kemarin ada yang minat banyak burung peliharaan papa mu itu.. Sedang kan Ihsan sibuk kayak nya siang nanti mau ekpos ikan ternak mama di gabung sama ternak Deddy mu..'' ujar mama

__ADS_1


'' ya.. udah, kalau gak mau ikut, kasian Naila kan, gak ada temen nya nanti ngurusin arya..'' ujar ku pada mama


'' nanti Sammy juga mau kemari.. Mama mana mungkin pergi dari rumah .'' ujar mama lagi


'' sama siapa ma..''


'' kata nya sih.. Mau sama calon istri nya, mana juga gak tau betul, tapi jam segini kenapa belum sampai juga ya..'' mama masih memperhatikan jalan sambil berbicara pada ku


'' gak tau ma, emang nya dia sudah ada di mana .'' tanya ku pada mama


'' kata nya sih.. Di rumah papa kandung nya, tapi mama gak ngerti sekarang papa kandung nya ada di mana tinggal nya..'' ujar mama lagi


Aku hanya mengedik kan ke dua bahu ku tanda juga tidak mengerti dengan papa kandung Sammy


'' ma.. Ayo..'' Rayhan menarik tangan ku untuk ikut dengan nya


'' Salim dulu sama nenek..'' suruh ku pada ke dua nya


dengan cepat mereka mendekat ke arah mama dan bersalaman, aku pun bergegas pergi sebelum ke dua keponakan ku itu ribut untuk ikut dengan ku


mana sanggup aku mengurus empat anak sekaligus, yang ada aku akan kewalahan nanti nya mengurusi mereka


'' mau naik bakang..'' ujar Raina


aku hanya tersenyum mengikuti apa yang ia mau, ku buka pintu samping dan mengangkat tubuh Raina dan juga Rayhan ke belakang sana


Dengan aku sebagai supir ke dua nya, bagi ku tak masalah, yang penting ke dua anak ku selalu senang dan bahagia


sesampai nya di taman kota, aku melepas kan ke dua nya untuk bermain di wahana yang tersedia di taman


Dengan aku terus memperhatikan ke dua nya, yang asik bermain, sesekali aku tertawa lepas melihat mereka berdua bermain dengan lucu nya


'' ma.. Haus..'' ujar Raina mendatangi ku


'' oh.. Haus ya.. Tunggu ya.. Biar mama ambilin di mobil..'' ujar ku dengan lembut


'' iya ma..'' saut Raina


Aku pun meninggal kan ke dua nya di taman, di mana tempat aku duduk dan kini aku berjalan ke arah mobil ku yang terparkir dengan rapih


...****************...

__ADS_1


__ADS_2