
''' ada di kolam belakang, bersama dengan Sammy dan juga Ihsan..'' saut mama
'' aisiah kemana ma, ada di belakang juga..'' tanya ku kepada mama
'' aisiah belum kembali, sedang kan Aisyah sedang bersama Azka entah kemana .'' saut mama membuat ku mengangguk paham
jangan tanya kan sepupu ku, mereka semua memang senang bermain kemari, entah karena papa mama ku baik,
di sini juga sangat ramai sekali, maka dari itu, mereka senang bermain kemari
'' eh.. ini siapa nama nya onti..'' tanya ku kepada onti bunga.
setelah aku bersalaman dengan mereka semua, aku mendapati satu anak kecil yang begitu imut seperti Barbie saja
'' jangan sentuh Hanum, itu putri cantik onti..'' ketus onti bunga membuat ku semakin ingin menjahili nya
dengan segera aku pun melancar kan aksi ku, dengan menjawil lengan serta dagu nya, yang mana di sambut tangis kencang yang begitu menggema ke seluruh penjuru dapur
'' Hanum.. Kan, onti sudah bilang jangan di sentuh, malah bikin nangis sekalian..'' omel onti bunga seraya mendekat ke arah anak gadis imut nya itu
'' dasar cengeng, di sentuh gitu aja menangis..'' ucap ku tertawa geli melihat anak kecil onti bunga meringsut menjauhi ku
'' dasar kau ya,, selalu saja jahil, tidak kecil, sampai besar begini pun masih suka menjahili..'' sungut onti bunga
'' apa beda nya dengan onti dulu, yang selalu membuat ku menangis..'' ucap ku, setidak nya itu lah yang ku dengar cerita dari mama dan papa dulu
'' siapa suruh, kamu selalu menolak ajakan onti, giliran uang onti aja ada, kamu baru mau sama onti..'' sungut onti bunga
'' jaman sekarang itu apa-apa uang onti, jadi? jangan salah kan Hanum dong, yang sudah mata duitan sejak kecil..'' ujar ku terbahak-bahak
sedang kan yang lain, semua nya menertawakan kami, tak terkecuali nenek Hani yang duduk di kursi meja makan
'' kalian ini selalu saja bertengkar, membuat nenek ingin pulang saja ke rumah..'' saut nenek Hani, sedang kan nenek Dania, hanya tersenyum saja ketika melihat perdebatan antara cucu dan anak nya
Sudah hal biasa bagi mereka jika kami selalu saja ribut, entah apa saja yang kami ribut kan karena yang kami ribut kan itu bersifat random
***
 sedang kan di posisi imam, kini ia kembali kerumah, ia tadi tak menyangka akan bertemu dengan Hanum di tokoh perhiasan
__ADS_1
Yang membuat imam kembali pulang, ia ingin menanyakan siapa pria yang bersama dengan Hanum siang tadi
Kenapa Hanum bisa bergandeng tangan begitu mesra nya di depan mata nya, dan pergi melongok begitu saja
Namun setiba nya di rumah, imam harus menelan kekecewaan, karena tidak ada Hanum berada di dalam rumah nya
" kemana pergi nya Hanum.." imam masuk ke dalam rumah membuka kunci yang ia pegang
tadi siang saat ia bertatap muka dengan Hanum ketika mengantar kan Karin ke tokoh emas ada rasa takut di hati imam ketika melihat Hanum juga ada di sana
" kemana dia pergi nya, apa dia marah kepada ku.." ucap imam kembali menelusuri penjuru rumah, namun nihil
imam tak menemukan siapa pun di dalam rumah yang biasa mereka tempati, membuat imam kebingungan harus mencari Hanum kemana
apa lagi saat ini sudah menunjuk kan pukul sembilan malam, imam tetap menunggu kedatangan Hanum,
namun sayang, tanda-tanda akan kedatangan Hanum tidak ada sama sekali,
" coba ku lihat ke kamar nya, apa kah ia pergi dari rumah ini ." imam pun bangkit dari duduk nya berjalan ke arah kamar Hanum
ia ingin memeriksa kamar Hanum, apa kah pakaian Hanum masih ada di dalam lemari apa kah sudah kosong di bawa Hanum semua
tapi ketika imam memeriksa lemari milik Hanum, semua pakaian Hanum masih tersusun rapih di sana
" apa Hanum pulang ke rumah orang tua nya ya.." sejenak imam berpikir keras akan keberadaan Hanum saat ini
" coba ku telpon papa nya saja.." ujar imam merogoh ponsel nya yang ada di saku jas yang ia kenakan saat ini
****
sedang kan Hanum saat ini, ia sedang bersanda gurau dengan semua sepupu nya, dan tak lupa, kini ia tengah berbaur dengan para onti dan saudara yang lain nya
" pa... kak Hanum ini, cium terus.." adu goufor pada Kenan
" Hanum .. jangan ." saut Kenan tanpa menoleh ke arah anak-anak yang sedang tertawa bercanda ria
" mana ada apa, adik kecil aja yang cengeng ini.." elak ku sambil terkekeh kecil mengejek ke arah goufor
membuat papa menghela nafas panjang, papa tau bagai mana aku kepada adik-adik ku, aku selalu saja menjahili kelima adikku
__ADS_1
papa tau Persis, walau usia ku saat ini sudah menginjak dua puluh lima tahun, tapi sipat dan sikap jahil ku tidak pernah hilang dari kecil
" aku sudah besar kak.." ujar goufor tidak terima dengan perkataan ku barusan yang mengatakan bahwa goufor adik kecil
" mana nya yang besar, masih besaran kakak sih.." ucap ku sambil menyambar pipi nya sekali lagi
" mamaaaa..." teriakan lantang goufor membuat ku semakin tertawa lepas
di sini lah hiburan ku, tidak seperti di rumah, pikiran ku selalu kacau dan tertelan sepi, tidak ada yang bisa ku ajak berbicara dan tidak ada yang bisa ku ajak bersanda gurau seperti ini
" Ya..ampun Hanum, kasian adik mu itu.." ujar mama geleng kepala melihat kelakuan ku yang menjahili goufor
walau pun usia goufor tidak muda lagi, dan tidak kecil lagi, namun bagi ku menjahili goufor itu sangat seru,
walau pun mulut nya yang suka mengadu ke pada mama dan papa, tapi aku tidak pernah jera untuk menjahili nya.
" cuma di cium aja kok ma? gak di apa-apa kan kok? saut ku sambil terkekeh geli melihat wajah goufor merah padam
" sudah kak, jangan di jahili terus, entar kekasih nya marah, kakak sosor terus tuh pipi nya.." ucap Ihsan menimpali perkataanku
seketika aku langsung menoleh ke arah Ihsan yang tidak jauh dari ku, aku ingin memastikan pendengaran ku barusan tidak salah dengar
" apaaa.... goufor punya kekasih.." ucap ku kaget
" ih.. mana ada ya.." elak goufor cepat
" mana ada.. mana ada, kemarin itu apa, pas Abang lihat ponsel mu, di situ tertulis ada satu panggilan dari my love.." ucap Ihsan sambil terkekeh
" mana ada, dia cuman temen kok?" elak goufor lagi
'' temen apa temen...'' saut Ihsan sambil menggoda goufor
'' beneran temen bang, mana ada aku pacaran, masih sekolah aku nya tuh..'' elak goufor masih berusaha meyakin kan kami
...****************...
Jangan lupa untuk like
Dan komentar yang baik,
__ADS_1
Hadiah dan vot
Karena setiap dukungan kalian sangat berarti untuk penulis