
'' aku sebenar nya suka sama kakak sejak lama, namun aku sadar, kalau keluarga papa itu tidak ada yang berpacaran, maka nya aku selesai kan kuliah ku dengan cepat dan mencari pekerjaan tetap, tapi sayang? Semua itu harus sirna begitu saja ketika aku mendengar Kakak sudah menikah, harapan ku pupus sudah..'' ucap Sammy tertunduk lesu ke arah bawah
Membuat rahang ku terjatuh mendengar ungkapan perasaan Sammy barusan, kenapa baru sekarang ada yang mengatakan cinta kepada ku ketika aku sudah memiliki suami
'' kenapa gak bilang sejak awal saja..'' ujar ku kepada nya
Aku tau diri nya dan diri ku tidak ada sangkut paut saudara, hanya saudara angkat saja dari papa
karena ibu leya adalah anak dari Oma Dina, adik angkat nenek Hani, sedang kan Sammy bukan lah anak kandung om daren, melain kan anak sambung saja
entah lah, sangat susah menjelas kan silsilah keluarga kami, karena di antara nya menikah antar saudara
Seperti om Daren adalah adik kandung mama, menikah dengan dengan cucu Oma Dina, ya itu ibu leya,
'' memang nya, kalau aku bilang sejak awal, kakak mau menerima aku yang masih pengangguran, sedang kan aku saja masih beban orang tua..'' ujar Sammy mendongak menatap ke arah ku
'' kamu pikir aku wanita apaan, wanita mata duitan, lagian harta orang tua aku banyak, bukan nya sombong, kan kamu tau sendiri..'' ujar ku menatap nya tak percaya
mungkin jika saja Sammy mengatakan sejak awal niat baik nya, aku rasa aku akan hidup bahagia dengan nya, tidak seperti sekarang ini
mempunyai suami, tapi serasa tidak memiliki suami sama sekali, seperti masih sedia kala
'' hehehe.. Iya ya.. Kenapa aku gak kepikiran sejak awal, tau gitu, aku kan bisa minta kerjaan sama papa ya.. Aduh.. Bodoh nya aku ini..'' ujar Sammy memaki diri nya sendiri
Membuat ku tertawa geli melihat sammy yang sibuk menyalah kan diri nya sendiri, aku jadi terhibur dengan ucapan Sammy barusan
'' kalau sekarang kakak mau di perjuangkan tidak..'' tanya sammy menatap ku penuh harap
'' kak... di suruh masuk tuh, keluarga istri bang Kahfi sudah datang..'' panggil Ihsan dari ambang pintu dapur
seketika aku dan sammy menoleh ke arah Ihsan yang berdiri di Sana dan menatap sekeliling kami, sudah sunyi dan senyap
Pada kemana semua para sepupu ini kenapa mereka tidak ada di sekitar kami, bukan kah tadi mereka ada di sekitar kami
jadi kesan nya kami sedang berduaan di belakang sini
'' pada ngelamun pulak, ayo masuk..'' ajak Ihsan sekali lagi
Aku dan sammy pun berdiri dari duduk kami dan berjalan masuk ke dalam sana, di mana semua sepupu pada sibuk menghidangkan makanan serta minuman
'' bukan nya membantu, malah berduaan di belakang..'' celetuk Ihsan kepada ku
Seketika tangan ku melayang ke lengan nya, guna untuk memukul Ihsan agar jangan asal berbicara
'' kamu ngomong apa, tadi itu semua kan sedang berkumpul di sana..'' ucap ku pada Ihsan
__ADS_1
Sedang kan Sammy mengambil posisi untuk membantu yang lain nya tak terkecuali sepupu yang lain
mereka berbagi tugas mereka masing-masing dan saling membantu
'' kakak jangan terlalu dekat dengan bang sammy..'' bisik Ihsan tepat di telinga ku
'' emang nya kenapa .'' tanya ku polos
'' ih..memang jadi perempuan yang peka sedikit kak, itu bang Sammy suka sama kakak sejak lama..'' ujar Ihsan dengan suara tertahan
Seketika aku tergelak dan meraup wajah nya yang terlihat kesal kepada ku
'' ih.. Di kasih tau kok, malah ketawa sih kak..'' ucap Ihsan kesal kepada ku
'' kakak sudah tau Ihsan, baru saja ia mengungkap kan perasaan nya pada kakak..'' saut ku,
Membuat Ihsan menatap ku dengan tatapan kaget seakan tak percaya atas apa yang ku ucap kan pada nya
Kami berdua tidak sibuk seperti yang lain nya, karena kami malah duduk tidak jauh dari kumpulan keluarga yang menyambut para besan
'' yang benar saja kak..'' tanya Ihsan memastikan sekali lagi
aku hanya mengangguk saja sebagai jawaban nya, membenar kan pemikiran Ihsan
'' mau kamu apakan..'' tanya ku seketika
Aku tau Ihsan orang nya berbuat nekad dan gegabah sebelum bertindak ia tidak pernah mau pikir panjang dan ambil resiko
'' aku hajar lah, udah tau kakak sudah memiliki suami..'' ujar Ihsan
seketika aku pun teringat dengan suami yang tak menganggap ku itu, kemana dia pergi nya sekarang
'' eh.. Di mana dia sekarang..'' tanya ku pada Ihsan cepat sambil celingukan melihat ke arah sekeliling ku
'' ada tadi kok, mungkin ikut sibuk juga..'' saut Ihsan pelan
acara penyambutan manten baru pun telah usai, Kahfi tetap menempati kamar miliknya, sedang kan keluarga pihak wanita telah pulang kembali ke rumah masing-masing
Begitu juga para sepupu yang tadi membantu, setelah suasana rumah rapih dan bersi tidak ada kotoran yang tertinggal, mereka semua pun pulang kembali ke asal
sedangkan di rumah ini hanya tinggal keluarga inti saja,
'' kak.. Sini..'' panggil Kahfi menyembul kan kepala nya dari ambang pintu kamar miliknya
'' ada apa..'' tanya ku mendekat ke arah Kahfi
__ADS_1
'' masuk dulu kak, sini..'' ajak Kahfi menarik tangan ku masuk kedalam
Ku lihat di dalam hanya ada Kahfi dan istri nya saja, tentu saja aku tidak tau siapa nama istri Kahfi tersebut
Karena aku belum pernah berkenalan atau pun Kahfi tidak pernah mengenal kan nya kepada ku
'' kak..'' ucap istri Kahfi menyalami tangan ku dengan sopan
aku hanya tersenyum saja kepada nya,
'' yang betah ya.. Di sini,..'' ucap ku pada nya
' semoga saja kak..'' saut nya ramah
'' eh.. Kenalan dulu dek..'' suruh Kahfi pada istri nya
'' iya bang, saya lupa..'' ujar nya
'' aku naila Latifah kak..'' ujar nya sopan
'' wah.. Nama yang bagus,, saya Hanum Salsabilah al-fatih..'' ujar ku
'' eh..semua ada al-fatih nya kah, ku kira hanya bang Kahfi saja yang ada al-fatih nya..'' ujar Naila menatap ke arah ku dan Kahfi secara bergantian
'' itu nama keturunan dek, dari kakek aldo al-fatih turun ke papa dan Deddy sedang kan onti Kania dengan mama ngambil nama belakang yang sama..'' ujar Kahfi
'' oh.. Begitu ya.. aku kira hanya Abang saja tadi nya..'' ujar Naila terkekeh kecil
Ada-ada saja wanita satu ini, terlihat sangat polos dan lembut, bukan hanya tutur kata nya yang lembut, sifat nya pun sangat lembut ternyata
Mungkin ini yang membuat Kahfi menyukai Naila, ia sangat lembut dan juga baik hati
'' ya.. Bukan lah dek, Azka itu pun ada Al Fatih nya, karena sejak kecil kakek dan nenek yang merawat nya..'' ujar kahfi
...****************...
Jangan lupa untuk like sebanyak-banyaknya
Dan beri kan komentar yang baik di setiap episode
Hadiah dan juga vot
Karena setiap like dan komen kalian sangat berarti untuk penulis,
tentu untuk penyemangat dalam menulis agar lebih rajin lagi up nya
__ADS_1