Putri Yang Hilang 2

Putri Yang Hilang 2
Hanum 26


__ADS_3

Pagi ini seluruh keluarga di sibuk kan dengan persiapan kami yang hendak berangkat kekediaman kekasih Kahfi


'' berasa dak dik Duk tidak..'' goda ku cekikikan ke arah kahfi yang sudah pasang wajah ganteng


" apa sih kak, gak lucu tau ." ujar nya sewot menatap ke arah ku


Walau tadi malam sempat ada keributan, akan tetapi keluarga ku tetap berlaku biasa saja pada ku


Mereka sempat menanyakan di mana keberadaan mas imam, namun dengan cepat Ihsan yang menjawab


Karena tadi malam ketika mas imam pulang, ada Ihsan yang sempat menggoda ku


hahahahha


" cie..cie cie... yang bentar lagi mau tunangan.." ucap ku menggoda nya kembali


" resek deh.." ucap nya sambil mengarah kan tangan nya ke arah pinggang ku


Ia meraih tubuh ku dan memasukan nya kedalam pelukan nya


" iiisss... Sana jauh-jauh kamu tuh bau tau ." ucap ku mencoba menjauhi Kahfi


Namun ia sama sekali tidak melepas kan ku dari pelukan nya, dan semakin erat memeluk ku


" lepas iih..." ucap ku sewot


" gak mau ah, nanti kalau kakak sudah pulang ke rumah sendiri, gak bisa peluk gini..," ucap nya


bayang kan saja, tubuh nya lebih besar dan tinggi dari pada aku dan ketika aku di peluk oleh Kahfi, seluruh tubuh ku tenggelam kedalam pelukan nya


" iya juga ya.." saut Ihsan menimbrung juga ikut memeluk ku


Begitu juga dengan goufor yang tiba-tiba datang, tak tertinggal si kembar solehah aisiah dan Aisyah


" Wei..Wei.. Bisa-bisa aku penyet nanti.." ujar ku melerai mereka mendekat ke arah ku


Namun sayang, ketika aku mencegah, semua nya sudah datang mendekat ke arah ku,


Niat hati menggoda Kahfi, eh.. Malah aku pula yang kena tumpah mereka, ini nama nya bukan di peluk


" biarin aja, yang penting kami mau peluk kakak manja kami.." celetuk aisiah yang entah datang dari mana


Alhasil, lihat lah tubuh ku ini, sudah di tindih keempat adik ku, dengan ihsan dan kahfi memeluk ku dari kanan dan kiri ku,


untung saja aku tidak kurus-kurus amat, kalau tidak, habis lah aku di tindih oleh mereka ber empat

__ADS_1


" kalian sudah besar loh, aduh bisa mati pengap kakak ini.." ujar ku berusaha melepas kan diri


Namun sayang sekali, kekuatan ku tidak sepadan dengan goufor dan juga Aisyah apa lagi aisiah


Lihat lah mama dan papa ku, mereka malah menertawa kan ku yang di ampit ke lima adik ku


'' pa.. tolongin anak mu ini .'' aduk ku ketika aku mendengar suara kekehan papa dari arah kanan


'' jangan mendekat pa..'' lerai Ihsan seketika


membuat papa hanya tertawa lepas melihat kami, lihat lah mama, dengan tertawa terbahak ia sambil merekam kami yang bersenda gurau


'' aduh turun dek . Bisa-bisa kakak mati nih..'' ujar ku sedikit mendorong goufor


'' di peluk. Kok ? Protes..'' ucap goufor terkekeh kecil


Lihat lah aksi goufor ini, bisa-bisa nya ia malah menciumi pipi ku berulang kali, di sela ia pun ke timpah dengan aisiah dan Aisyah


Hahahaha... Geli...'' ujar ku


Lihat lah Kahfi ia malah membubuh kan ciuman kecil sama seperti goufor, membuat seluruh keluarga menertawa kan kami berenam


'' sudah-sudah... Kapan kita akan berangkat nya, jika bersanda gurau terus..'' ujar kakek Aldo yang datang dari arah belakang melerai kami


Bala bantuan ku telah datang, aku pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melepas kan diri dari kelima adik ku yang malah menimpah ku


'' ayo berangkat, jangan bercanda terus nanti kakek pulang lebih awal loh.'' ujar kakek Aldo lagi sambil menolong ku keluar dari tindihan goufor


'' yahh.. Kakek...'' ucap goufor tak terima di turun dari tubuh ku


'' kamu tuh udah besar goufor, malah menimpah kakak mu yang lebih kecil badan nya dari kamu..'' ucap kakek menatap tajam ke arah goufor


seketika goufor langsung tertunduk takut melihat tatapan tajam kakek Aldo,


'' iss.. Kamu ini bang, cucu ku jadi Taku kan sama kamu..'' ujar kakek Yudis merangkul goufor


'' hemm... Pembela nya datang..'' celetuk kakek Aldo


membuat yang lain tertawa lepas ketika dua kakek saling mengejek dan berdebat karena cucu kesayangan


'' apa sih bang, memang benar kan cucu aku jadi takut sama kamu..'' ucap kekek Yudis


'' ini juga cucu aku Yudis, asal kamu tau itu.. Tuh cucu kamu..'' ujar kakek menunjuk ke arah anak om Daren yang masih berusia muda sekitar dua belas tahunan


'' ini juga kan cucu aku bang..'' sungut kakek Yudis

__ADS_1


'' memang cucu kamu, tapi ini waris aku..'' ucap kakek Aldo yang tak mau mengalah


'' eehh... Malah yang tua pula yang berdebat..'' nenek Hani datang dari dapur dan menengahi ke dua nya


Sedang kan mama, lihat lah, ia malah sibuk mengabadikan moment yang tak akan pernah terulang untuk kesekian kali nya


'' ayo cepat bersiap, jangan berdebat lagi, semua nya sama, sama-sama cucu..'' ucap nenek Hani galak


'' udah tua juga, malah rebutan cucu, padahal cucu nya banyak..'' omel nenek yang belum berhenti


'' Hem.. kalau sudah mengomel, ingin rasa nya aku mengangkat dan menggendong mu, membawa masuk ke kamar, sayang nya aku sudah tidak kuat mengangkat tubuh mu itu..'' ujar kakek Aldo menatap nenek Hani sambil tersenyum


Entah apa yang menarik di wajah nenek ketika mengomel seperti itu, Sampai kakek berucap demikian


'' kamu ngomong itu di jaga mas, banyak cucu nya itu, apa gak malu..'' ujar nenek masih dengan nada galak


'' justru dari itu, maka nya aku ingin membawa mu ke kamar saja, biar aku sendiri yang mendengar kan Omelan mu itu .'' ucap kakek Aldo


'' aduh ma.. Pa,, ati berangkat, kenapa kalian yang seperti anak muda, sedang kan yang muda saja tidak seperti kalian..'' celetuk onti Kania


lihat lah, betapa hangat nya dalam keluarga ku, aku tidak seberuntung nenek Hani, yang banyak menerima cinta dan kasih sayang dari kakek


Aku merasa tertampar dari kata-kata onti ku barusan, sedang kan yang tua saja bisa mesra begini,


Kenapa aku yang muda tidak bisa, kenapa aku yang baru saja menjalan kan pernikahan, begitu merasa gagal dalam hal mengarungi rumah tangga


'' jangan hirau kan kak..'' Kahfi menyentuh lengan ku dengan lembut


Aku menatap nya sejenak, yang menatap ku dengan iba, mungkin ia tau bagai mana perasaan ku kini


'' kamu ngomong apa sih..'' elak ku


'' tuh, kakak lihat ke arah kakek dan nenek terus. Di tambah onti barusan berucap, kakak seperti tertekan begitu..'' ujar Kahfi yang mungkin tau tentang perasaan ku saat ini


'' mana ada seperti itu ya..'' elak ku lagi


...****************...


Jangan lupa untuk like


Dan beri komentar yang baik kalian di setiap episode


Hadiah dan juga vot


Karena setiap like dan komen kalian sangat berarti untuk penulis, agar lebih rajin lagi up nya

__ADS_1


__ADS_2