Putri Yang Hilang 2

Putri Yang Hilang 2
Hanum 18


__ADS_3

'' aneh sekali..'' ujar Kahfi masih menatap lekat Aisyah


'' Abang ini kenapa sih.. ayo makan.. jangan pikir kan perihal itu.'' ujar Asiyah pada Kahfi


aku hanya menatap ke dua nya secara bergantian, ketara sekali wajah keheranan Kahfi di sini


.terlalu banyak perubahan yang tidak di ketahui oleh Kahfi dalam keluarga kami yang terlewat kan oleh nya


'' sudah makan, jangan melihat nya terus..'' ujar ku menatap ke arah Kahfi


'' aneh saja kak, biasa nya kalau kembar itu selalu kemana-mana berdua kan .'' ujar Kahfi masih tidak percaya dengan Aisyah dan aisiah gadis kembar di keluarga kami


'' mereka kembar yang berbeda..'' saut ku enteng yang mendapat kan anggukan dari Aisyah


akhir nya Kahfi memilih sibuk makan sesekali sibuk menatap Aisyiah yang berada di depan nya


Mungkin saja Kahfi masih keheranan dengan adik kembar nya itu,


Selesai makan kami pun kembali masuk ke kantor, hingga larut sore ketika kami hendak pulang Kahfi menawari ku untuk ikut dengan nya pulang ke rumah mama


'' yakin tidak mau ikut kak .'' tanya Kahfi untuk kesekian kali nya


'' kayak nya enggak deh dek, besok saja, Kaka juga gak ada bawa ganti, kalau besok kakak janji deh, bawa ganti dan ikut kamu pulang..'' jawab ku menolak penawaran nya


'' baik lah, kalau itu mau nya kakak..'' ujar Kahfi pula


Ia bergegas masuk begitu juga dengan ku, aku memilih menaiki motor milik ku untuk pulang ke rumah


Karena aku meninggal kan mobil ku di rumah mama, dan memilih membawa motor ke rumah mas imam


Sesampai nya di rumah, tentu saja yang ku dapati hanya lah rumah sepi tak berpenghuni sama sekali


Hingga Malam semakin larut, setelah pergi bekerja seharian kini pulang menatap rumah yang kosong tidak ada penghuni nya sama sekali


entah kemana pergi nya mas imam, ketika aku membuka pintu rumah, semua nya terasa sunyi


'' tau begini, aku tadi ikut dengan Kahfi saja, dari pada sendirian di dalam rumah, seperti orang bodoh saja aku ini..'' sesal ku seorang diri


mana mungkin ada yang mendengar celoteh ku, kecuali tembok dan yang lain nya,


andai saja mereka dapat di ajak berbicara, mungkin aku lebih memilih berbicara dengan tembok saja dari pada berbicara sendiri seperti orang bodoh

__ADS_1


'' lebih baik aku mandi dan makan, biar kan saja lah diri nya apa mau nya, aku tidak perduli sama sekali..'' ujarku, lagi-lagi aku hanya berbicara seorang diri tanpa ada yang menyahuti perkataan ku saat ini


selesai mandi dan makan malam, perlahan aku pun merebah kan diri di atas kasur yang biasa ku tiduri sambil bermain ponsel


entah kenapa aku bisa terjebak dalam pernikahan yang tak pernah ku ingin kan, ingin rasa nya ku tenggelam ke dalam lautan yang paling dalam


ketika melihat kehidupan ku yang rumit seperti ini, tidak tau di mana ujung dan di mana akan menepi nya


***


tanpa terasa pagi menyambut, dan aku melangkahkan kaki ku keluar kamar setelah selesai mandi dan beberes tempat tidur yang ku tempati semalaman


'' apa mas imam tidak pulang juga..'' ujarku mencoba melangkah kan kaki ke arah kamar nya yang tidak jauh dari kamar ku ini


perlahan ku sentuh handel pintu kamar nya,


'' tidak di kunci sama sekali, berarti orang nya belum juga kembali..'' ku Hela nafas jengah ketika mengetahui mas imam tak kunjung pulang ke rumah ini


'' terserah dia lah, mau nya apa..'' ucapku sekali lagi, ku langkah kan kaki ini menuju dapur meninggal kan kamar mas imam


setalah masak dan sarapan tak lupa ku beres kan semua peralatan masak yang ku kotori tadi dan menyimpan nya di tempat semula


melihat rumah yang sepi, rasa nya aku ingin kembali ke rumah papa dan mama saja, dari pada di sini terlalu sunyi bagi ku


setelah ku kunci pintu dan memasti kan rumah dalam ke adaan aman, baru lah aku bergegas ke garasi mengambil motor ku yang ada di dalam


motor metik merah kesayangan ku, yang setiap saat selalu ada di saat ku membutuh kan nya


ku pulas gas motor ku dan melaju kencang di jalanan, yang padat akan orang yang berseliweran


tidak membutuh kan waktu banyak, hanya lima belas menit kini aku telah sampai di pabrik pengelolaan sawit dan minyak


'' pagi mbak..'' sapa satpam dengan ramah


'' pagi juga pak..'' saut ku tersenyum tak kalah ramah nya, sambil melangkah kan kaki ku masuk ke dalam kantor pabrik


'' terlambat masuk ke kantor denda lima ratus ribu..'' ucap seseorang ketika aku hendak membuka pintu ruangan ku


sejenak ku menoleh ke arah nya dan tersenyum sinis menatap Kahfi yang berdiri di ambang pintu ruangan nya


'' tak masalah, uang papa ku masih banyak..'' ujarku sambil terkekeh kecil menanggapi celoteh nya

__ADS_1


'' wah..wah..wah... tidak bisa begitu nona, yang di denda itu anda nona, bukan papa anda..'' ujar Kahfi geleng kepala yang ku balas hanya senyuman saja


'' ya.. aku tau itu, lagian ngapain kamu berdiri di situ, memantau kedatangan ku ya..'' tuduh ku cepat pada nya.


membuat Kahfi terkekeh kecil melihat ke arah ku, dan berjalan menghampiriku


'' temani ku mencari sesuatu siang nanti..'' pinta Kahfi ketika ia sudah dekat dengan ku


'' mau mencari apa .'' kening ku berkerut ketika Kahfi memintaku menemani nya


'' ada deh, nanti juga kakak tau sendiri .'' ujar nya seraya tersenyum


'' kasih tau lebih dulu, kalau tidak? aku tak ingin menemani mu..'' ancam ku pada nya


'' temani saja dulu, nantikan tau sendiri..'' ujar nya seraya melarikan diri sebelum aku sempat menanyainya lebih lanjut lagi


aku pun memilih masuk ke dalam ruangan ku mengabai kan Kahfi yang melarikan diri secepat kilat


***


siang hari seperti janji Kahfi tadi, ia menyambangi ruangan ku ketika sudah jadwal nya makan siang


lihat lah ia, sudah standby di depan meja ku seraya tersenyum manis menatap ke arahku membuat ku jengah saja


'' sudah selesai kan, ayo temani aku..'' pinta nya sambil menarik turun kan alis nya


'' menyebal kan sekali kau Kahfi..'' ujar ku ke pada Kahfi


membuat Kahfi hanya terkekeh kecil saja, ketika menatap ku dengan wajah marah, aku pun tak bisa menolak permintaan nya yang menurut ku jarang ia lakukan


'' ayo cepat, sebelum aku berubah pikiran..'' ujarku menyambar tas dan menutup dokumen yang ku pegang tadi tak lupa mematikan komputer milik ku


'' ayo berangkat .'' ujar nya dengan gaya pongah


membuat ku hanya bisa mendengus sebal menatap ke arah Kahfi dan menggeleng kan kepala berulang kali


...****************...


Jangan lupa untuk like


Dan komentar yang baik,

__ADS_1


Hadiah dan vot


Karena setiap dukungan kalian sangat berarti untuk penulis


__ADS_2