Putri Yang Hilang 2

Putri Yang Hilang 2
Hanum 41


__ADS_3

Keseruan kami berakhir di kala hari sudah mulai gelap gulita, kami harus kembali ke rumah, karena perjanjian ku dengan mama


Hari ini aku lah yang mengganti kan peran mama untuk menjaga ke empat adik ku, walau pun dua tidak di rumah,


Tapi kan dua lagi berarti tanggungan ku hari ini sampai mama kembali ke rumah yang setiap hari menjaga kami dari hujan dan panas


   '' bau apa ini.. Aku tidak tahan...'' Naila spontan menutup hidung nya ketika kami masuk ke dalam


Membuat ku sedikit tersinggung dengan perkataan nya barusan


  '' jangan begitu dong Naila, mentang-mentang kakak belum mandi, tapi gak segitu nya juga kan, lagian kakak gak bau-bau amat kok..'' ujar ku pada Naila


Ia masih saja menutup hidung nya dan beranjak menjauhi ruang tamu, Kahfi yang melihat itu pun sampai terheran-heran


  '' dek . Jangan gitu dong, kak Hanum tersinggung tuh..'' ujar Kahfi menatap Naila


  '' bau bang, Naila benar-benar tidak tahan..'' ucap Naila semakin melangkah menjauh


 aku sampai bingung sendiri, apa kah segitu bau nya tubuh ku ini, sampai Naila menjauh dari ku seperti itu


  '' mas.. Apa aku bau ya..'' tanya ku pada mas imam


  mas imam seketika mengendus bau badan ku, ia menggeleng samar ketika ia mendekat ke arah ku


  '' tuh kan.. Kakak gak bau, hidung kamu aja itu yang sensitif..'' tunjuk ku pada Naila


  '' aku gak tahan bau ikan nya kak,, bukan kakak..'' saut Naila dari kejauhan


Membuat kami saling pandang heran dengan tingkah laku Naila, baru kali ini ia seperti itu biasa nya Naila akan bersikap sopan dan santun


ia tak mau membaut orang-orang di sekeliling nya sakit hati karena perkataan nya


  '' ikan.. Ya.. Memang bau amis Naila, tapi biasa nya kamu kan sering tuh mengelolah ikan yang ada di belakang..'' ujar ku pada Naila


  '' iya.. Tapi ini sangat luar biasa bau nya kak..'' saut Naila


Tak berapa lama ia berlari ke arah kamar mandi dapur, kami yang menghawatir kan nya tentu mengejar nya


Ketika kami sampai di kamar mandi dapur, Naila berjongkok dan mengeluarkan isi perut nya


  '' kamu kenapa dek.. Apa kamu sedang masuk angin..'' tanya Kahfi masuk ke dalam menyusul istri nya


Aku hanya mengekor di belakang Kahfi saja, melihat ke adaan Naila yang sedang mengeluarkan kembali isi perut nya


   '' tolong jauh kan dengan ku bau itu, aku sungguh gak kuat..'' ujar Naila mengeluarkan kembali isi perut nya


Aku memilih mengalah dan berjalan menaruh ikan yang pegang tadi ke wastafel untuk di bersih kan sebelum di kelola

__ADS_1


  '' Naila kenapa dek..'' tanya mas imam ketika aku masuk ke kamar


Mas imam sudah lebih dulu masuk ke kamar ketika aku tadi mengikuti Kahfi yang mengejar Naila


  '' gak tau, kata nya gak tahan bau ikan yang kita bawa pulang...'' saut ku acuh


Aku berjalan mengitari sofa dan mengambil handuk yang sengaja ku kering kan di tempat nya


  '' aneh sekali, biasa nya dia yang paling lahab dengan ikan, dan tak pernah absen kalau sedang memasak ikan..'' saut mas imam


Sedikit banyak ia juga tau tentang kebiasaan Naila setiap hari nya, karena dari itu, kami bingung dengan perubahan Naila.


  '' ah. Sudah lah, biar kan saja,. aku tak mau ambil pusing..'' saut ku membawa handuk ke kamar mandi


Mas imam hanya memperhatikan ku saja membawa handuk ke kamar mandi, tak ada jawaban dari nya


lima belas menit membersih kan diri aku pun keluar dari dalam kamar mandi dengan tubuh yang sudah harum dan wangi


Setiap aku keluar, mas imam selalu memperhatikan ku membuat ku sedikit risih sebenar nya, namun mau bagai mana lagi, mas imam suami ku kan


'' besok sore ada acara apa..'' tanya mas imam menatap ku yang sedang di meja rias


'' besok sore jam berapa, aku kerja besok..'' ujar ku pada nya


'' jam lima gitu lah, apa kamu sudah pulang belum..'' tanya mas imam


Kenapa mas imam menanyakan tentang kegiatan ku sore hari, padahal ia tau aku besok sudah masuk bekerja di pabrik


'' mau jarah ke makam mama..'' ujar mas imam tertunduk lesu


'' oh.. Iya ayo.. Kalau sore aku bisa..'' saut ku pada nya


'' besok sore ya.., besok pulang kerja ku jemput saja, biar dari sana bisa langsung ke makam mama..'' ujar nya pula memberi usul


'' baik lah.. terserah mas saja..'' saut ku


'' ayo makan keluar..'' ajak mas imam


'' loh.. Ikan nya bagai mana..'' tanya ku pada mas imam


'' biar besok di kerjakan oleh bibik saja, aku sudah lelah, lagian aku sudah sangat lapar..'' ajak mas imam


'' adik bagai mana..'' tanya ku


'' ya . Kita bawa sekalian, tapi makan di tempat ku saja ya..'' saran mas imam


'' terserah, aku ikut saja dengan kamu mas..'' saut ku apa ada nya

__ADS_1


Ia hanya mengangguk saja kemudian ia keluar kamar terlebih dahulu sebelum aku selesai mempoles wajah ku


tak berapa lama, mas imam masuk kembali dan menatap ku lalu bertanya


'' apa kah sudah selesai..'' tanya nya lembut


'' sudah mas, mas dari mana..'' tanya ku heran


'' menyuruh yang lain bersiap, biar kita sekalian berangkat nya..'' ujar mas imam


'' oh.. Kirain kemana..'' saut ku berjalan mengambil tas dan dompet ku


Hari ini aku lah yang akan membayar makan ke dua adik ku, tidak mungkin mas imam yang akan membayar nya semua


'' mau kemana kak..'' tanya Kahfi ketika ia melintas dari dapur ke arah ruang tamu


'' mau makan di luar, kamu gak ikut serta..'' tanya ku pada Kahfi


'' eh.. Iya kah, kami ikut.. Kami juga sedang lapar.. Bibik hari ini gak masak untuk makan malam, kata nya kurang enak badan, jadi pulang ke rumah nya..'' saut Kahfi


'' bibik sakit, kenapa gak kamu bawa ke dokter atau ke klinik saja biar lebih cepat..'' tentu nya aku terkejut mendengar kabar ini


'' kata nya gak perlu, ada anak nya yang akan membawa berobat, jadi? Kahfi kasih uang perobatan saja tadi..'' saut Kahfi


Membuat ku sedikit bernafas lega, karena Kahfi mengerti juga, aku kan tadi lagi mancing jadi aku tida tau kabar nya


'' nanti kakak ganti pakai uang mama,..'' ujar ku pada kahfi


'' udah di ganti mama kok kak..'' saut Kahfi cepat


'' eh... Iya... Ikan nya..'' ujar ku berlari ke arah dapur


Kenapa bisa aku melupakan ikan yang ku tarub di atas wastafel tadi, bisa-bisa nya aku se teledor ini


Namun sesampai nya di dapur, aku tak menemukan ada nya ikan di wastafel membuat ku panik seketika


'' aaahhhh... ikan ku hilang...'' tangis ku pecah kala tidak melihat ada nya ikan di sana


...****************...


Jangan lupa untuk like sebanyak-banyaknya


Dan beri kan komentar yang baik di setiap episode


Hadiah dan juga vot


Karena setiap like dan komen kalian sangat berarti untuk penulis,

__ADS_1


tentu untuk penyemangat dalam menulis agar lebih rajin lagi up nya


__ADS_2