
hai readers .I am coming back. happy reading
kini Netranya memandangi sebuah foto di mana ada dirinya dan juga ibunya yang terlihat raut wajah bahagia dalam senyumnya di sebuah taman kota. saat itu mereka sedang berjalan-jalan untuk menikmati senja di kota itu untuk terakhir kalinya sebelum mereka berdua memutuskan untuk pindah ke kota ini di karenakan ia telah di nyatakan lulus di sebuah perguruan tinggi dan menyandang predikat nomor satu di Indonesia.
Ibunya begitu membanggakan dirinya karena ia berhasil masuk ke sebuah fakultas yang dulunya sempat di cita citakan oleh ibunya jika memiliki anak. entah itu laki laki atau pun perempuan.
Ibunya itu pernah mengungkapkan keinginan hatinya yang ingin salah satu dari ketiga anak anaknya menjadi seseorang yang bekerja di dunia kesehatan terutama menjadi seorang Dokter. itulah Rancangan masa depan dari ibunya untuk anak anaknya melalui impiannya
"Ta". panggil Sarah pada karibnya itu.
"jangan keseringan ngelamun loh". tegurnya.
"enggak. aku jadi teringat sama bunda". sahut Nita seraya tersenyum.
"gimana bundamu Ta?". tanya Sarah.
"yah kemarin sudah mendingan. cuma ya itu obatnya memang selalu rutin dan kata dokter jika kondisinya stabil. bunda bisa di pulang kan segera sambil menunggu pendonor". jelas Nita.
"oh iya??". aku harap bunda kamu cepat dapat pendonornya segera". harap Sarah.
"yah, semoga aja Ra". jawab Nita seraya tersenyum.
jadwal perkuliahan siang ini pun tiba. dua karib itu pun kembali ke kampus untuk mengikuti mata kuliah mereka selanjutnya hingga selesai. Sarah tersenyum kecil melihat sahabatnya di karenakan Nita sekarang bisa melanjutkan kuliahnya hingga selesai dengan tenang.
jika dulu dulunya temannya itu selalu bolak balik melirik jam dinding di kelasnya lantaran Nita harus mengejar jadwal kerja sebagai tenaga buruh lepas yang tidak bisa di pasti kan kapan dan di mana temannya itu akan di panggil untuk bekerja.
tapi kini semenjak temannya itu mengikuti jejaknya, setidaknya untuk soal keuangan mereka berdua tak lagi mengalami kesulitan apa pun jika segalanya bisa di selesaikan dengan menggunakan uang. meskipun terkadang ada rasa merasa bersalah di hati seorang Sarah karena telah menjerumuskan temannya itu.
karena bagaimanapun, wanita manapun memiliki impian hanya ingin di sentuh oleh seorang pria yang sah. namun keadaanlah yang telah memaksa mereka berdua berbuat sesuatu yang di larang oleh agama manapun.
Bukannya Sarah tak pernah mencoba bekerja secara halal. tetapi sekeras apa pun ia bekerja tetaplah tidak bisa memenuhi semua kebutuhan pokoknya yang hanya seorang pelayan kafe saat ia masih SMA. apa lagi ia telah di nyatakan lulus di kedokteran. otomatis pastilah akan menambah beban biaya hidupnya. begitu juga dengan Nita, sahabatnya.
seminggu kemudian
Suara notifikasi pesan masuk di ponselnya Sarah. ia mengernyitkan dahinya sesaat saat membaca pesan dari Fadil. pria ini sudah seminggu menghilang tanpa kabar atau pun berbasa-basi padanya mengenai jadwal pelayanan berikutnya.
Yang membuat dirinya heran adalah pria itu meminta nomor ponsel temannya yang telah menjadi partner *** dari temannya yang bernama Mr. Chow.
__ADS_1
"what for honey?".
ia mencoba menanyakan baik baik pada pria ini. bukan maksud apa pun. hanya saja ia takut jika Fadil salah langkah dengan niat ingin mengecap temannya juga. pada hal pria itu tau mengenai isi dari surat perjanjian yang telah di tandatangani bersama dengan teman nya tempo hari.
"Mr. Chow akan datang ke sini. dia mengingin kan nomor kontak partnernya ada di ponsel nya sore ini juga". balas Fadil.
"baiklah".
tanpa bertanya lagi Sarah pun mengirimkan nomor kontak milik karibnya itu.
"thank you". balas Fadil singkat.
"sama sama honey". balas Sarah.
Fadil pun hanya tersenyum miring saat membaca balasan terakhir dari Sarah. lalu ia mengetikkan pesan lain pada wanitanya.
"nanti malam kamu ada waktu. aku butuh kamu".
Sarah semakin mengernyitkan dahinya heran kala pria itu menanyakan apakah dirinya punya waktu atau tidak malam ini
"baik. aku datang. di tempat biasa kan?" tanya Sarah meyakinkan dirinya.
"tidak. aku jemput kamu nanti jam tujuh malam ini". balas Fadil.
"tumben di jemput". gumamnya di hati.
"iya,". balasnya singkat meskipun ia merasa keheranan.
beberapa jam kemudian.
tepat di jam tujuh malam. Fadil memberitahu kan pada Sarah jika ia ada di depan gerbang rumahnya sekarang. Sarah pun segera keluar dan masuk ke mobilnya Fadil.
Sarah tak menanyakan ke hotel mana dirinya akan di bawa. ia cukup duduk manis di samping pria berperawakan arab itu. malam ini terserah pria itu mau di bawa kemana untuk di cicipi tubuhnya. ia cukup menuruti apa yang menjadi keinginan pria itu malam ini.
hingga akhirnya ia merasa heran dan bertanya tanya di hati mengenai tempat yang biasa di kunjungi oleh para wanita berkelas atas.
"Queen boutique". gumam di hati.
__ADS_1
"wow. ini sih tempat impiannya para wanita
di seluruh Indonesia". serunya pelan seraya menatap kagum pada bangunan yang menyatu dengan mall dan juga hotel serta apartemen tersebut.
"bukannya kamu juga udah pernah ke gedung ini?"? tanya Fadil heran.
"itukan hotelnya. bukan butiknya". sahutnya.
"oh iya kita mau ngapain ke sini?". tanya Sarah penasaran.
"ayo masuk". titah Fadil.
mereka masuk ke ruangan mewah tersebut dan di sambut baik baik tamu agung.
"beri dia pakaian terbaik dan sopan". titah Fadil pada salah satu karyawan butik tersebut
"baik tuan". sahut karyawan tersebut.
"mari nyonya. silahkan ikut saya". ucap karyawan butik tersebut.
akhirnya Sarah mengikuti langkah karyawan tersebut ke ruangan di mana tersedia merk pakaian yang di susun berdasarkan para desainer ternama.
"wow Its so beautiful dress". gumamnya kagum saat di tunjukkan dress yang menutupi setengah betisnya yang mulus.
"silahkan di coba nyonya". titah karyawan tersebut.
beberapa menit kemudian. dress yang dipakai oleh Sarah tampak elegan di tubuhnya yang sintal nan padat sehingga semakin menambah daya tarik seorang pria yang memandangnya termasuk Fadil tentunya.
sedangkan Sarah terlalu senang mendapat kan kesempatan menggunakan baju rancangan mahal tersebut. benar benar merupakan salah satu impiannya bisa ke tahap ini.
"check list. salah satu impianku terwujud". ucapnya di hatinya yang riang seraya mematutkan dirinya di cermin besar. yang terpajang di ruangan tersebut.
Betapa tidak, Sarah begitu senang dan bangga saat memakai baju yang berharga ratusan juta di tubuhnya yang indah.
...****************...
Readers...mohon dukungannya ya untuk novel ke empat ku ini. Tetap memberikan like, vote, komen dan masuk dalam favoritnya readers ya...please...😉.
__ADS_1