
Hai reader. I am coming back. happy reading. moga happy.
"Iya Dosen cabul yang bikin Risau" cibir Sarah.
"Bisa aja kamu" ucap wanita itu seraya tersenyum tipis.
" Aku turun ya. Makasih udah mau nganterin aku ke sini" ucap wanita itu lagi.
"Sama-sama Ta" balas Sarah seraya tersenyum.
Lalu Sarah memutar balik mobilnya ke arah luar parkiran. Sepeninggalnya Sarah, Wanita itu memasuki lift menuju lantai di mana kamar pria itu berada. Ia menghembuskan nafasnya perlahan untuk menetralisir dirinya yang terasa gugup dan takut. Yah dia takut jika harus melayani pria itu lagi.
Pria yang tak pernah memiliki kelembutan pada wanita yang sudah di tidurinya beberapa kali. Bahkan kini yang lebih mengerikan lagi adalah jika pria itu sekarang ini Dosennya.
"Oh ya Tuhan. Ini gila jika aku harus melayani seorang pria yang menjadi pengajarku" gumamnya yang merasa tak pantas atas kelakuan mereka berdua.
Mungkin pria itu tak terlalu parah karena ia pikir tak tau jika yang ia tiduri selama ini adalah mahasiswinya sendiri. Sedangkan dirinya yang jelas jelas tau jika Mr. Chow alias Dr. Vino adalah Dosennya. Apakah ia akan tetap melakukannya. Bagaimana seandainya ia ketahuan. Apakah ini akan berdampak buruk pada kuliahnya nanti.
Wanita itu berdecak memikirkan banyak hal. Ini terlalu berat untuknya. Namun untuk kembali pun tak mungkin sebab panggilan masuk dari partnernya kembali lagi untuk memintanya segera ke kamar yang dituju.
"Aku sudah di depan kamar tuan" jawabnya seraya menatap dua angka di depannya.
Lalu tak lama pintu kamar di buka dari dalam. Seorang pria yang di panggil Mr. Chow oleh nya tersenyum menyeringai, lalu tangannya di tarik masuk ke dalam kamarnya pria itu dan menghimpit tubuhnya di dinding hotel setelah pria itu menutup pintunya.
Pria itu menyeringai tatkala melihat wajah wanita yang tadinya mengabaikan panggilan telponnya beberapa kali.
"Kamu sudah mulai nakal sekarang ya??" ucap pria itu di depan wajah wanita itu seraya meremas kuat PD nya.
__ADS_1
"akh. Sakit" jeritnya menahan sakit di ujung pucuknya.
"Apakah tuan lagi mabuk?" tanyanya hati-hati saat ia mencium alkohol dari mulutnya.
Rintihan wanita itu tak di gubrisnya. Pria itu menarik wanita itu lebih kasar lalu mendorongnya ke atas ranjang. Kembali ia di cumbui oleh pria yang sudah berapa kali menghabiskan malam dengannya di tempat ini.
Satu jam berlalu dengan tubuhnya yang terasa ngilu di akhiri dengan kalimatnya yang menggerutu serta mengumpat kesal pada pria yang sedang merebahkan tubuhnya dengan tenang setelah merasa puas atas pelampiasannya yang pertama dan yang kedua untuk malam ini.
Wanita itu ingin sekali rasanya tidur dengan nyaman setelah ia lelah satu harian menjaga sang bunda lalu belajar dan mencari referensi buku buku dan artikel bersama Sarah untuk skripsinya.
Belum juga setengah jam ia merebahkan tubuhnya tiba-tiba
"aaaaaaakh" teriaknya di hati dengan rasa frustasi saat pria itu kembali menyeringai untuk menerkamnya kembali.
"Cukup tuan. Saya mohon Cukup! Teriaknya saat pria itu menerjangnya dengan liar.
"Akh..sakit tuan. Tolong jangan begini" keluh nya saat pria itu menggigit ujung puncaknya.
Entah menit yang ke berapa pria itu melampiaskan semuanya malam ini. Bahkan ia di paksa untuk membersihkan semuanya dengan mulutnya yang menyebabkan ia muntah muntah saat itu juga.
"Thank you baby for tonight" ucapnya sembari beranjak ke kamar mandi untuk membersih kan sisa sisa dari percintaannya malam ini.
Sementara wanita itu meringkuk di sudut ranjang dengan rasa mual yang menggerogoti kerongkongannya. Perutnya terasa sakit. Ia teringat jika Minggu ini adalah jadwal haid nya.
Saat ia terdengar Suara tuas pintu kamar mandi di buka dari dari dalam, segera wanita itu memejamkan matanya agar Pria itu pikir jika ia sudah tidur.
Sementara dari kamar mandi pria itu bernafas lega setelah membersihkan tubuhnya. Ia melirik ke arah wanita yang telah memberikan kenikmatan padanya hari ini. Lalu berjalan ke arah nakas untuk menuliskan nominal check seperti biasanya untuk wanita yang sedang tertidur meringkuk tersebut.
__ADS_1
"terimakasih atas pelayananmu malam ini. Sangat menyenangkan. Ini bayarannya. Aku harap kau harus lebih agresif dari ini dan lebih menantang ya sayang" ucap pria itu seraya meletakkan selembar kertas check dengan jumlah nominal yang fantastis di atas nakas seperti biasa.
Lalu pria yang di panggil Mr. Chow di kolega nya dan Dr. Vino di kampus bergegas pergi dari sana. Ia tak ingin tertidur di dalam kamar yang sudah terkontaminasi bau dari cairan hasil percintaannya dengan seorang pelacur mahal yang ia kontrak untuk setahun.
Terlebih saat ini ia adalah seorang Dosen pada sebuah universitas ternama di negara ini. Jadi ia harus menjaga kehormatan dirinya dan juga kampus di mana ia seorang alumni di sana dan kini pun baru saja mengajar di sana.
Sepeninggalnya pria itu, wanita itu segera bergegas ke kamar mandi meskipun dalam keadaan tertatih ia berjalan di karenakan ngilu seluruh badan. Bahkan perutnya sudah mulai terasa kram.
"Syukurlah dia langsung pergi dan ga tidur di sini sampai pagi" ucapnya di hati seraya mengguyur tubuhnya di bawah shower hangat di tengah malam buta.
Rasa kram pada perutnya makin menjadi ia menyudahi ritual mandinya lalu keluar dan segera membereskan pakaiannya yang berserakan di lantai.
Ia melirik ke atas nakas dan mengambil check yang di tinggalkan oleh tuannya seperti biasanya. Rasa kram dan ngilu semakin menjalar di perut dan tubuhnya hingga ia harus berjalan meringkuk.
Wanita itu berjalan tertatih tatih keluar dari kamar hotel menuju ke luar gedung. tubuhnya melemah dengan rasa mual dan pusing yang kini mendominasi di kepalanya. Bahkan keringat dingin mulai membasahi dahinya.
Wanita itu merasa lega Saat ia berhasil keluar dari gedung tersebut. Ia terus melangkah seraya memegang perutnya yang semakin sakit. Hingga akhirnya ia tak sanggup lagi berdiri dan memutuskan untuk duduk di sudut gedung lalu menyenderkan kepalanya di sebuah pilar besar.
Sayup-sayup masih terdengar hentakan musik dari dalam gedung di mana orang- orang masih terlena di dalam gemerlapnya pesta miras dan wanita tanpa mau ambil perduli jika ada seorang wanita yang membutuhkan pertolongan di luar gedung ini dari salah satu orang yang berada di dalam sana.
Akhirnya wanita itu mencoba menghubungi karibnya untuk menjemputnya sekarang.
Ke chapter selanjutnya yok?
****************
Readers...mohon dukungannya ya untuk novel ke empat ku ini. Tetap memberikan like, vote, komen dan masuk dalam favoritnya readers ya...please...😉.
__ADS_1