
Hai reader..selamat membaca kembali ya?. moga happy.
Sarah yang mendapat kabar jika Quini meminta dirinya untuk menemui karibnya itu sekarang pun merasa heran. Biasanya ia harus menunggu hingga pagi untuk menemani Quini melayani pria itu, di karenakan kondisinya Quini yang masih mengkhawatirkan.karena baru saja keluar dari rumah sakit.
Tetapi malam ini, ada yang tak biasa yang ia dengar. Ia melihat Quini keluar dari kamar yang di tempati nya bersama dengan partner sexnya untuk malam ini. Sarah begitu cemas sekaligus penasaran atas apa yang terjadi pada karibnya itu.
Bagaimanapun ia juga harus bertanggung jawab jika terjadi apa-apa pada Quini. Apa lagi Quini jadi begini karena dirinya juga yang telah memberikan ide gila untuk mengikuti jejaknya yang melakukan perbuatan kotor hanya demi uang.
"Quin," panggil Sarah.
Sementara Quini nampak terlihat sumringah saat berjalan mendekati sahabatnya itu. Quini pun segera memeluk Sarah dengan erat. Ia baru melepaskan pelukannya saat Sarah memanggil dirinya.
"Quin. Kamu kenapa?" tanya Sarah heran.
"Ayok kita pulang sekarang," ajak Quini seraya menarik lengan Sarah tanpa menjawab pertanyaan wanita yang tengah menatap bingung padanya.
Selama dalam perjalanan di tengah malam itu Sarah bertanya kembali pada Quini mengenai kejadian malam ini. Lalu Quini pun menceritakan semua yang terjadi malam ini pada karibnya itu jika ia telah di bebaskan oleh partner sexnya dan mendapatkan selembar check dengan nominal yang lebih dari cukup untuk dirinya yang akan menjalani kehidupannya dengan bundanya di kemudian hari.
__ADS_1
"Oh, ya??. Itu pria melepaskan kamu begitu aja?. Ahh yang bener Quin?" tanya Sarah tak percaya.
Quini mengangguk pelan seraya tersenyum.
"Bukannya masih ada Dua bulan lagi ya masa kontraknya?" tanya Sarah yang teringat jika Quini masih harus menjalani kontrak dengan pria itu.
"Iya memang. Tapi aku di suruh istirahat sampai aku benar-benar pulih. Lalu aku di berhentikan secara sepihak olehnya dengan memberikan aku check ini" jawab Quini sembari menunjukkan check tersebut ke Sarah.
"wah" pekik Sarah takjub saat melihat nominal yang sangat fantastis melebihi dari yang pernah ia terima saat Fadil mendepaknya dari kontrak kerjanya dengan partner sexnya itu.
"Usaha?" desis Sarah pelan seraya mencerna kata-katanya Quini.
"Iya," sahut Quini yakin.
"Kalau kita bisa punya usaha sendiri. paling ga kita ga akan ketergantungan hidup buat makan sehari-hari sama pria yang menganggap rendah diri kita Sarah," ucap Quini.
"kita tetap menjalankan usaha kita sambil kita kuliah. Kita bisa wujudkan mimpi kita masing- masing Sarah," lanjut wanita itu memberikan pencerahan untuk karibnya itu agar menjadi wanita yang mandiri.
__ADS_1
"Aku mau aja sih, Ta. Tapi kita mau usaha apa?"tanya Sarah meminta pendapat dari sahabatnya itu.
"Yang berhubungan dengan kuliah kita pastinya, meskipun nanti kita ga bisa bekerja di rumah sakit atau menjadi pegawai tetap. Setidaknya kita masih punya usaha untuk kita besarkan sama-sama melalui ilmu yang kita dapatkan tentunya," ucap Quini antusias.
"Yah memang sih awalnya kita berdua harus merangkak dulu. Karena kita yang punya usaha tapi kita juga yang harus melayani untuk sementara sampai usaha kita maju" ujar Quini.
"oke. Aku setuju. Tapi bagaimanapun kita fokusin ke skripsi aja dulu ya Cinta. Jangan ntar berantakan gara-gara kebanyakan mikir mau buat usaha" sahut Sarah.
"iya, tenang aja pasti skripsinya aku kerjakan sampai selesai kok. Aku kan mau juga di wisuda tahun ini. Masa di tunda terus" jawab Quini.
Akhirnya Kedua wanita itu terdiam dengan ide dan pemikirannya masing-masing sembari menyusuri jalanan kota di tengah malam buta dengan mobil yang Sarah yang selalu menemani mereka kemana pun mereka suka.
Ke chapter selanjutnya yok?
****************
Readers...mohon dukungannya ya untuk novel ke empat ku ini. Tetap memberikan like, vote, komen dan masuk dalam favoritnya readers ya...please...😉.
__ADS_1