Queenvin

Queenvin
Menderita bathin


__ADS_3

#happy reading my readers..


Masih di dalam kamar mandi hotel. Nita mematutkan dirinya di kaca wastafel.


"Benarkah aku seorang munafik?". tanyanya di hati seraya menatap dirinya sendiri di kaca.


Ia tersenyum miring saat menyadari memang dirinya seperti itu. di tambah lagi perlakuan tuannya semalaman ini.


Nita meringis kesakitan saat ia mengeluarkan air seninya dalam posisi berdiri.


"akh". rintihnya.


"partner *** sih partner ***. tetapi bukan harus berakhir begini juga". gerutunya kesal seraya menggenggam kuat erat tangannya.


Ia begitu kesal pada pria itu meskipun ia menyadari akan isi perjanjian yang sudah di tanda tanganinya. bahwa ia harus menerima semua apa yang pria itu katakan dan ia wajib tunduk dan patuh akan hal itu.


Akan tetapi minimal setidaknya perlakukan dirinya secara manusiawi bukan seperti mainan *** yang bisa ia bolak balik kan tubuhnya sesuka hati. bukan sembarang juga ia menggigit sana sini seperti makanan yang harus di habiskan sesegera mungkin.


"tapi bukankah dirinya memang mainan *** nya pria itu yang terserah mau di apakan diri nya saat berada di atas ranjang".


"akh..sialan". makinya kesal kala mengingat betapa rapuhnya pondasi iman yang selama ini ia tekuni.


hanya karena yang namanya kebutuhan akan uang, ia terpaksa meruntuhkan sisa prinsip nya yang selama ini ia pegang teguh. Nita menangis sekuat-kuatnya untuk meredakan rasa sakit di tubuhnya dan juga bathinnya.


setelah cukup puas ia menumpahkan semua nya lewat tangisan. akhirnya tanpa mau berlama lama di sana, Ia pun menyegerakan dirinya keluar dari kamar mandi serta bergegas pergi dari hotel tersebut setelah memasukkan check tersebut ke dalam tasnya


Jika tubuhnya masih memiliki stamina rencananya ia akan langsung ke rumah sakit melihat ibunya. tetapi lantaran tubuhnya merasa lelah dan lemas ia memilih untuk pulang dan beristirahat dahulu di rumah kontrakannya.


Setiba di rumah kontrakannya, Nita langsung saja menjatuhkan dirinya di atas ranjang serta memejamkan mata yang di dera rasa kantuk efek dari kurang tidur semalaman dan juga lelah di karenakan habis menangis.


Sungguh apa yang di lakukan oleh pria itu membuat dirinya sakit di sekujur tubuhnya.

__ADS_1


jika Nita mendapatkan perlakuan buruk dari partner sexnya maka hal ini sangat berbeda dengan apa yang Sarah alami.


wanita itu semalaman di beri keistimewaan oleh pria yang membayarnya. selain ia di ajak bertemu dengan keluarga besarnya, ia pun di ajak menginap di apartemen pribadinya Fadil


Sungguh pengalaman yang luar biasa sekaligus mendebarkan baginya. meskipun ia tau jika tuannya itu mengajak dirinya dalam keadaan terpaksa lantaran tuntutan keluarga besarnya yang terus meminta pria itu untuk menikah jika tidak sudah menjadi kebiasaan para keluarga kaya akan menjodohkan anak anak mereka dengan sesama kolega mereka.


Mungkin Fadil tak menceritakan apa pun soal permasalahannya dengan keluarga besarnya tapi Sarah mengerti saat pertama kali memperhatikan situasi keluarga tersebut.


yah begitulah rata rata keluarga kaya, dan Sarah pun bisa memaklumi itu. makanya ia pun bisa mengimbangi pergaulan para ibu ibu sosialita di keluarga besarnya Fadil. mungkin karena itu jua lah yang menjadi pertimbangan tuannya untuk mengajak dirinya menghabis kan satu malam di atas ranjang yang hangat milik pria itu.


Hingga pagi ini pun Fadil belum memberi kan sinyal apa pun untuk mengusir dirinya dari apartemennya.


**


Sementara di sebuah ruang meeting dari gedung perkantoran milik keluarganya. Dua mantan calon pengantin kembali lagi di pertemukan dalam sebuah meeting penting dalam proyek pembangunan sebuah rumah sakit untuk perusahaannya.


"kenapa bisa ada dia?". tanya Vino pada Fadil


"dia juga bagian dari tim perencanaan ini". jawab Fadil.


"udah. ga usah benci benci nanti cinlok lagi". cibir Fadil sembari mengedipkan sebelah matanya.


Vino hanya melirik Fadil dan Qini sesaat lalu kembali fokus atas berkas yang akan mereka bahas di ruangan ini.


Sedangkan Qini yang juga merasa mendapat surprise atas pertemuannya dengan Vino kali ini membuat detak jantungnya berhenti seketika. sama dengan Vino, Qini pun merasa Devan merencanakan sesuatu padanya tentang meminta dirinya dalam pertemuan penting ini yang membahas masalah gedung keluarganya Devan yang akan di gunakan untuk membuat sebuah rumah sakit baru.


"ya Tuhan bagaimana bisa ada dia di tim ini?". tanyanya di hati.


"bisa kita lanjut saja?". tanya salah satu dari tim perencanaan.


"oke". jawab Fadil.

__ADS_1


meeting perencanaan itu berlangsung lama. semua nya bersikap profesional baik dari Vino maupun Qini sendiri tak melibatkan emosi mereka dalam meeting penting ini. tentang siapa dan siapa yang akan menjadi pemimpin rumah sakitnya itu tak jadi soal. sebab siapa yang memberikan investasi terbesar maka dialah yang berhak menjadi pemegang saham utama dari proyek ini.


"well. sudah di putuskan kita akan mulai proyeknya dalam minggu ini". ucap Fadil sebagai penutup untuk meeting kali ini.


"tunggu. bagaimana perekrutan tenaga medis nya?". tanya Qini.


"ahhh..iya..kenapa ga terfikir ke situ ya?".


"kita akan merekrut mereka setelah semua peralatan medis kita selesai. untuk tahap awal kita akan menyelesaikan ruang gawat darurat dan farmasi terlebih dahulu. setelah nya baru kita merekrut tenaga medis yang di perlukan saja". ucap Vino memberikan saran.


"aku setuju". jawab salah satu tim lalu di ikuti yang lainnya.


"oke deal. gimana Qin?. kamu udah deal juga kan?". tanya Fadil pada wanita yang tercantik satu satunya di ruangan ini.


tentu saja hal ini membuat semua netra pria sesekali melirik pada mantan calon istrinya Vino ini bahkan termasuk Vino sendiri yang terkadang masih suka terbayang pada kenangan manis saat mereka masih bersama


"oke". sahut Qini sembari tersenyum kecil.


Meeting itu di akhiri dengan kepergian Vino dari ruangan tersebut lalu di susul Fadil mengejar karibnya itu. sedangkan Qini hanya bergeming menatap punggung lelaki yang pernah menemani dirinya saat dirinya merasa sendiri.


"masih ada waktu buat balikan kan?.toh kalian juga sama sama belum menikah". celetuk Chandra yang mengetahui kisah percintaan Qini dengan kedua pria yang di kenalinya, yaitu Devan dan Vino.


sementara Qini melirik sinis pada pria yang ada di sampingnya ini. bagaimanapun juga ia masih kesal pada Chandra yang menyebab kan keduanya harus terjadi perkelahian antara Vino dan Devan saat itu.


Jika bukan Chandra yang memberikan informasi mengenai keberadaan dirinya di rumah keluarga papa nya Devan, mungkin kejadian yang membuat Vino memutuskan dirinya di depan semua orang tak akan sampai terjadi.


Sehingga efek dari kejadian tersebut semua menjadi menderita bathin karena kesalah pahaman yang hingga kini ia mencoba meluruskan arti kedatangan dirinya ke rumah keluarga papanya Devan.


Yoo ke next chapter


****************

__ADS_1


Readers...mohon dukungannya ya untuk novel ke empat ku ini. Tetap memberikan like, vote, komen dan masuk dalam favoritnya readers ya...please...😉.


Di sebuah ruang meeting


__ADS_2