Queenvin

Queenvin
Trauma


__ADS_3

hai reader. I am coming back. happy reading. moga happy.


Di sebuah club malam


Para pria tampan sedang menghabiskan waktu bersama seraya menikmati minuman yang beralkohol berkadar standar bagi mereka yang terbiasa minum minuman tersebut sambil di temani para wanita penghibur di tengah hingar bingar dentuman musik yang mengalun keras di telinga mereka yang sudah terbiasa menghabiskan waktu di akhir pekan setelah jadwal kerja mereka selesai di instansi masing masing.


Fadil yang tadinya asyik mengobrol dengan seorang perempuan muda yang baru saja bekerja di club ini melirik Vino yang bolak balik menuangkan sebotol Vodka ke gelas minumannya.


lalu ia menarik gelas yang akan di minum oleh Vino.


"terimakasih Vin". ucapnya seraya menegak minuman tersebut.


"hey kamu!". hardik Vino.


sementara dua teman lainnya memperhatikan kelakuan dari dua setingkat alumninya itu.


"udah Dil biarin aja. suka suka hatinya aja lah". ujar dari teman salah satunya yang sudah tau tabiat Vino jika sudah sekali minum akan keterusan meminum minuman tersebut hingga pria itu mabuk.


"aku yang repot nantinya". omelnya pada pria yang bernama Hendrik itu.


"kan bisa gotong rame rame bawa pulang. atau mungkin kita bisa menginap rame rame di sini dulu". ujarnya seraya melirik nakal wanita di sampingnya.


Fadil berdecak kesal menanggapi celetukan temannya itu. tetapi ia membiarkan juga Vino meminum lagi minumannya hingga akhirnya karibnya itu benar benar mabuk.


saat Fadil mencoba membawa pulang Vino ke apartemennya tiba tiba Vino meminta pada Fadil agar memanggil partner sexnya untuk melayaninya saat ini juga.


"kamu pulang aja deh. ga usah gitu gituan lagi. aku antar kamu pulang sekarang ya". bantah Fadil.

__ADS_1


"ga. aku bilang sekarang ya sekarang. panggil perempuan itu. aku butuh dia sekarang". ucap nya lalu berjalan sempoyongan ke arah lorong menuju kamar yang tersedia di club ini.


Fadil memperhatikan langkah Vino yang terseok Seok di karenakan efek dari mabuk nya. akhirnya ia pun menuruti permintaan Vino dengan menghubungi partner sexnya Vino melalui Sarah setelah melihat Vino meminta pada seorang pelayan club agar memberinya sebuah kamar untuk malam ini.


Fadil pun mengikuti langkah Vino dan pelayan club tersebut ke sebuah kamar yang di desain cukup apik untuk sebuah kamar yang biasa nya di pakai untuk bercinta satu malam.


tak lama kemudian Sarah dan temannya datang ke club yang di maksud. Ia meminta pada Sarah dan partner sexnya Vino untuk menemui dirinya di kamarnya Vino.


Fadil membukakan pintu untuk kedua wanita itu.


"Mr. Chow menunggu kamu sekarang". ucap nya seraya menunjukkan tubuh Vino yang tergeletak di atas ranjang pada partner *** karibnya itu.


"Ayok Sarah kita pergi dari sini". ajak Fadil seraya meraih pinggang ramping wanita itu.


"Ta. aku pergi ya?". pamit Sarah pada karibnya yang kemudian di tanggapi dengan anggukan kecil.


Ia shock jika mendengar nama dari pria ini. Ia merasa frustasi lantaran tenaganya dan juga lukanya akibat percintaan semalam belum pun pulih tetapi sudah harus melayani pria maniak ini lagi malam ini.


"ya Tuhan apa aku harus melayaninya lagi malam ini". gumamnya.


lalu wanita itu menelisik ruangan yang terlihat tak asing baginya. ruangan yang sama saat dirinya terjaga dari pingsannya setelah entah berapa kali di gagahi oleh seorang pria yang yang tak ia kenal malam itu.


Sebenarnya saat ia mendengar nama dari club ini dari Sarah dan di haruskan datang ke club ini kembali yang pada hal sebelumnya ia sudah mewaspadai dirinya agar menjauh dari tempat yang telah menghancurkan satu satu nya kehormatan yang di milikinya, langkahnya begitu berat saat ia harus terpaksa masuk ke club ini kembali. bagaimana pun ia tak bisa melupakan kejadian kelam setahun yang silam begitu saja.


Dalam bayangannya kini terlihat bagaimana kejadian saat itu terlihat kembali di pelupuk matanya


setahun yang lalu..

__ADS_1


sebuah pesan masuk dari salah satu rekan nya yang bekerja sebagai cleaning service di sebuah club malam yang memiliki beberapa kamar untuk di singgahi para pengunjung yang tak sempat pulang ke rumahnya jika mengalami kondisi mabuk.


rekannya itu meminta wanita cantik tetapi bersahaja untuk mengganti kan sift kerjanya lantaran harus cuti selama dua hari. Ia yang mendapatkan tawaran kerja dengan upah yang lumayan besar dari biasanya pun tak menolak kesempatan tersebut. wanita itu pun dengan sukarela bekerja di tempat yang baru pertama kalinya ia menginjakkan kakinya di tempat seperti ini.


"Kings Club". desisnya saat ia tiba di depan pintu masuk dari club tersebut.


Ia di tuntun masuk ke ruangan yang besar di mana sudah ada beberapa pekerja yang membereskan ruangan tersebut. ternyata ruangan ini adalah ruang di mana orang orang menghabiskan uang dan waktunya untuk sebuah kata "hiburan".


Dua hari wanita itu melakukan pekerjaan paruh waktunya dengan pembayaran yang di sebut melebihi dari kata lumayan baginya. ia pun bersiap untuk pulang hari itu, akan tetapi seorang manajer night club meminta tolong dirinya untuk membersihkan Beberapa kamar yang akan di gunakan oleh pengunjung night club yang nantinya akan menginap di sini jika sekiranya keadaan mendesak.


Awalnya Ia keberatan lantaran waktu yang sedikit lagi mulai memasuki larut malam. ia takut jika nantinya tak bisa mengejar bis kota yang memiliki jadwal terbatas. karena ia di iming imingi uang upah dua kali lipat dari yang sebelumnya serta di berikan ongkos taxi nantinya maka akhirnya Ia pun luluh juga dan mengerjakan tugas tambahan dari manajer club tersebut.


Wanita mulai membersihkan kamar pertama yang berada di lantai tiga dari gedung ini. awalnya semua pekerjaan lancar lancar saja hingga tiba di kamar terakhir yang berada di ujung koridor club ini, Ia sedikit ragu untuk memasuki kamar tersebut.


tapi karena ia sudah di perintahkan untuk membersihkan semua kamar yang berada di lantai ini serta sudah di bayar sebagian besar upahnya. akhirnya mau tak mau wanita itu pun memasuki kamar tersebut untuk menuntas kan pekerjaannya yang tersisa.


Ia membuka pintu kamar tersebut dan melihat ruangan kamar yang sedikit berbeda dari ruang kamar yang sebelumnya. ia ragu untuk melangkah masuk lebih jauh lantaran ia melihat sepasang sepatu, serta dasi dan juga jas kerja yang berserakan di lantai.


Wanita itu pun berniat keluar kamar lantaran tak ingin mengganggu tamu yang sedang beristirahat di dalam. apa lagi suasana kamar yang sepertinya tak bersahabat di karenakan lampu utama kamar yang sengaja di matikan oleh penghuni kamar tersebut, dan hanya lampu kecil yang berada di atas nakas saja yang di nyalakan. tetapi baru juga wanita itu membalik kan tubuhnya seraya memutar tuas pintu tiba tiba tubuhnya di sergap dari belakang.


"mau kemana kamu hah"? ucap pria itu dengan suaranya yang serak.


Yok ke chapter selanjutnya ya??


****************


Readers...mohon dukungannya ya untuk novel ke empat ku ini. Tetap memberikan like, vote, komen dan masuk dalam favoritnya readers ya...please...😉.

__ADS_1


"


__ADS_2