Queenvin

Queenvin
Berakhirnya kontrak


__ADS_3

Hai reader. I am coming back. happy reading. moga happy..


Di sebuah kampus kedokteran di salah satu universitas ternama di Jkt


"Ta" teriak Sarah seraya menunjukkan surat yang telah di ACC oleh seorang Dosen yang bersangkutan.


Sarah menunjukkan kembali ke hadapan karib nya itu mengenai judul skripsi yang telah di ACC oleh Dosennya. Sementara wanita yang di tunjuk tersenyum sumringah saat mengetahui jika karibnya ini telah berhasil menetapkan judul pada skripsinya nanti.


"wah..selamat ya Sar. Akhirnya di terima juga"


Ucapnya sembari memeluk karibnya itu.


"Makasih ya Ta karena kamu juga makanya judul yang ini di terima akhirnya" sahut Sarah.


"ahh itu kan cuma kebetulan aja. Lagian Yang buat proposalnya juga kamu kok" sahutnya merendah.


"jadwal kuliah hari ini selesai kan. Nongkrong yuk?" ajak Sarah.


"ayoook" sahut wanita itu.


Lalu keduanya pergi meninggalkan kampus menuju kafe favorit tempat biasanya mereka membahas permasalahan hidup dan tugas kampusnya. mereka mengambil tempat yang cukup privat untuk mengobrol berdua saja.


Satu jam berlalu dengan keasyikan mereka yang mengobrol seru hingga pembahasan mengenai kontrak kerja nya Sarah bersama partner sexnya yang akan berakhir sebulan lagi.


"Apakah kamu akan melanjutkan kembali dengan partner kamu itu Ta?" tanya wanita itu hati hati.


"hmm.. belum tau juga Ta. Tapi sepertinya mas Fadil mungkin akan melanjutkan kontrak nya soalnya udah dua kali aku di ajak makan bersama keluarganya saat acara peresmian cabang restoran keluarganya yang baru di kota Bandung. Lalu aku di suruh panggil mas sama dia" sahutnya sumringah.


"oh ya?" tanya wanita itu penasaran.


"hmm. sampai sekarang. Aku pikir manggil dia mas pas ketemu sama keluarganya aja. Eh ga taunya pas aku keceplosan lagi berdua ama dia. Mas Fadil ga keberatan kok waktu aku nyebutin nama dia dengan embel embel mas di depannya" ungkap Sarah.


"hehe.. bakalan ada kemajuan dong tentang hubungan kalian ke depannya" ucap wanita itu.


"emm entahlah. Aku cuma jalani aja. Semoga aja masa depanku ga suram suram amat kalau soal percintaan" jawab Sarah penuh harap


"Aamiin.." ucap wanita itu di sertai nada pesan masuk ke ponselnya Sarah.


Sarah pun membuka ponselnya serta membaca pesan dari partnernya tersebut sembari tersenyum kecil.

__ADS_1


Wanita itu berdehem seraya menyeruput minuman dinginnya saat melihat karibnya yang terpukau pada isi pesan yang di bacanya saat ini.


"Ta" panggil Sarah pada wanita yang telah membantu di perkuliahannya selama ini.


"hmm..ya. Kenapa?" tanya wanita itu.


"aku pamit duluan ya?. Mau siap siap" ucap Sarah.


"mmm..yang mau kencan buta" celetuk wanita itu pada karibnya yang sumringah.


"hehehe. iya dong kan harus wangi kali aja di ajak ketemu calon mami mertua lagi" jawab nya bernada canda tetapi ia sedikit berharap akan di perlakukan lebih istimewa oleh partner sexnya itu.


"hahaha..Sarah..Sarah..ya aku doain supaya jadian beneran Sampek ke pelaminan" kekehnya saat mendengar candaan Sarah.


"Aamiin. Terimakasih Cintaku. Doa yang sama untuk kamu dengan Mr. Chow nya" balas Sarah senang.


Serrr. Seketika itu juga darahnya berdesir saat Sarah mendoakan yang sama untuknya.


ia bergeming saat teringat bagaimana perlakuan Mr. Chow padanya saat berada di atas ranjang. pria itu memang tampan tetapi gila menurutnya.


Menjadi istri dari pria itu sama saja bunuh diri secara perlahan namanya. Untung saja pria itu sering berada di luar negeri. jadi setidak nya ia mendapatkan peluang untuk bernafas dan mengistirahatkan tubuhnya hingga benar benar pulih dan merasa fit kembali.


Memang ia sedikit rasa syukur dengan hubungan kerja seperti dirinya ketimbang Sarah yang sering menghabiskan waktunya untuk melayani Fadil jika weekend tiba. Sedangkan dirinya harus menunggu Mr. Chow datang ke Indonesia baru dirinya bekerja melayani pria itu.


Jika pun Mr Chownya datang ke Indonesia ia hanya cukup melayani pria gila itu dalam semalam atau pun dua malam dalam seminggu seperti biasanya. Selebihnya ia akan bersantai dengan uang bonus yang di berikan oleh pria itu selain gaji yang di terima nya tiap bulan dalam bentuk double check


Ia memang sengaja tak memberikan data data pribadinya atas arahan Sarah karena akan mempengaruhi nama baik mereka nantinya jika kelak menjadi Dokter.


Untuk penampilan saja mereka berdua harus menyamarkan warna mata mereka berdua dengan sepasang softlens. Begitu pun dengan warna rambut serta bentuk rambut yang mereka rubah berbeda dari aslinya.


"Ta" panggil Sarah saat melihat karibnya itu melamun.


panggilan Sarah membuat wanita itu berhenti melamun seraya tersenyum kecut.


"Menghayal ya??"celetuk Sarah menggoda karibnya itu.


Ia hanya menanggapi dengan ******* senyum.


"udah pergi sana. Nanti kamu telat lagi. Kan kamu harus bersiap siap". Titahnya pada karibnya itu.

__ADS_1


"oke Cinta. aku duluan ya. Bill nya udah aku bayarin" ucapnya pada sahabatnya itu.


"iya. Makasih ya" jawab wanita itu.


***


Sarah baru saja terjaga dari tidurnya setelah menghabiskan waktu semalaman bersama Fadil.


"kamu sudah bangun?"tanya Fadil yang sedang duduk di sebuah sofa di sudut kamar hotel seraya memainkan ponselnya.


"hmm..ya" sahut Sarah seraya menggeliatkan tubuhnya untuk melonggarkan otot otot yang pegal karena percintaan mereka semalam yang entah berapa kalinya.


Sarah membalut tubuhnya dengan selimut lalu menghampiri Fadil dan duduk di samping pria yang sudah menggunakan celana panjangnya.


Wangi aroma sabun hotel tercium dari tubuh pria yang selalu ia cumbui dulu sebelum tahap bercinta di lanjutkan ke tahap yang lebih panas.


"udah mandi ya?" tanya Sarah basa basi seraya menghirup aroma tersebut.


"hmm" jawabnya cuek dengan netranya yang masih fokus pada email yang masuk ke ponselnya.


"tumben belum pergi. Biasanya udah main pergi pergi aja" celetuk Sarah di pagi ini.


"ga ada jadwal meeting pagi" sahut Fadil dingin.


Lalu Fadil bersiap siap untuk meninggalkan Setelah menunjukkan jumlah nominal yang fantastis melebihi dari biasanya Fadil transfer untuk wanita yang melayani nafsunya selama ini.


"hah? Banyak amat mas. Serius ni ngasihnya segini?" tanya Sarah heran.


"ya. bonus atas pelayanan terbaik kamu selama ini"


"ya kan memang seharusnya begitu mas" ucap Sarah yang merasa tak enak mendapat kan uang melebihi dari pelayanannya malam ini.


"ga apa apa. Semoga bisa bermanfaat sama kamu untuk melanjutkan hidup tanpa menjual tubuhmu lagi ke pria lain"


Darah Sarah seketika itu juga berdesir saat mendengar pernyataan Fadil barusan. Sedang kan Fadil menghela nafasnya sesaat untuk mengucapkan kata selamat tinggal untuk wanita yang selalu memberikannya kepuasan dan kenikmatan yang luar biasa setiap kali bercinta dengannya.


"hari ini kita selesai. Mulai detik ini kamu ga perlu save nomor aku lagi di ponsel kamu. Karena kontrak kita sudah berakhir" ucapnya dingin.


Ke chapter selanjutnya ya??

__ADS_1


****************


Readers...mohon dukungannya ya untuk novel ke empat ku ini. Tetap memberikan like, vote, komen dan masuk dalam favoritnya readers ya...please...😉.


__ADS_2