Queenvin

Queenvin
Dosen baru


__ADS_3

Hai reader. I am coming back. happy reading. moga happy..


Beberapa jam kemudian


Di sebuah kampus di mana Sarah dan juga karibnya sedang menunggu seorang Dosen untuk memberikan mereka mata kuliah yang sebelumnya pernah mereka ikuti. Hanya saja nilai mereka anjlok di mata kuliah tersebut lantaran harus mengejar deadline dari pekerjaan kotornya mereka berdua.


Sarah dan karibnya harus bergabung bersama dengan adik adik leting mereka di ruang kuliah umumnya. Sesekali mereka bertegur sapa pada adik leting yang mereka kenal saja. Selebihnya mereka lebih suka mengobrol berdua serta membahas kelanjutan dari skripsi mereka agar bisa saling membantu jika di rasa buntu pada bab tertentu.


Saat keduanya keenakan mengobrol sembari menunggu seorang Dosen yang akan mengajarkan mereka hari ini tiba-tiba mereka harus menghentikan kegiatannya untuk menyambut Dosen yang telah datang ke ruangan mereka.


Keduanya berdiri mematung menatap seseorang yang ada di hadapan mereka berdua.


Saat keduanya keenakan mengobrol sembari menunggu seorang Dosen yang akan mengajarkan mereka hari ini tiba-tiba mereka harus menghentikan kegiatannya untuk menyambut Dosen yang telah datang ke ruangan mereka.


Keduanya berdiri mematung dengan tatapan yang tak lepas dari seorang pria tampan yang sekarang tengah berdiri di hadapan mereka.


Baik wanita itu dan Sarah keduanya sama sama terhenyak kaget saat mereka mengenal betul pria yang menjadi omongan para adik adik leting perempuan yang di belakang mereka.


"Selamat siang semuanya," sapa seorang pria tampan yang berdiri di hadapan semua audience yang hadir di ruang itu.


"Siang prof " sahut semuanya seraya berdiri menyambut sang Dosen yang belum pernah mereka lihat sama sekali di lingkungan universitas mereka.


"Silahkan duduk," ucap Dosen tersebut pada mahasiswa yang hadir.


Para mahasiswa dan mahasiswi pun akhirnya duduk di tempat mereka termasuk Sarah dan karibnya.


"Sarah," panggil wanita yang netranya tak lepas dari pria yang ada di hadapannya kini.


"ya Ta. Aku tau. Tapi kamu harus tenang dan jangan menimbulkan kecurigaan padanya apa lagi sampai yang lain tau," bisiknya pada karibnya itu.


"lagian aku yakin, itu laki mana mau ketahuan belangnya kalau dia suka main sama banyak perempuan," bisiknya kembali di telinga karibnya yang saat ini terlihat tegang.


"Perkenalkan saya Dosen yang akan mengajar Ilmu kedokteran masyarakat - kedokteran pencegahan jilid 2 yang akan menggantikan pak Bambang selama beliau cuti untuk semester ini," ucap pria tersebut.


"ya Tuhan," desis keduanya lalu menoleh ke arah samping menatap satu sama lain dengan mulutnya yang sedikit terbuka.


"Baiklah kita akan memulai pembelajaran kita hari ini, Silahkan buka buku pedoman kalian" ucapnya seraya membuka jurnal untuk mata kuliah yang ia ajarkan di semester ini.


"Maaf . kenapa langsung memulai ngajar tanpa memperkenalkan dirinya Prof," Seorang mahasiswi menginterupsi dari belakang mereka.

__ADS_1


Pria itu menghentikan kegiatannya sejenak lalu tersenyum manis pada gadis cantik yang memprotesnya.


Kedua wanita yang mengenal prof baru mereka memperhatikan mimik wajah tampan yang tengah tersenyum manis pada adik leting mereka yang di kenal paling cantik di angkatan mereka.


Mereka berdua berdecih seakan tau isi otak mesum dari Dosennya itu.


"lihat tu Ta. Senyumnya sok manis" cibir Sarah.


Semenjak ia di campakkan oleh Fadil begitu saja. Sarah jadi ikutan sebal pada temannya Fadil itu.


"Oh ya maaf. saya lupa. Kalian boleh memanggil saya dengan Doktor Vino," ucap pria itu tegas yang di akhiri dengan senyum manisnya.


"Doktor Vino???" celetuk salah satu mahasiswi yang lainnya untuk memastikan pendengarannya.


"iya" sahut pria itu singkat.


"wahhh. Masih muda udah banyak aja gelar nya" celetuk mahasiswi yang lainnya yang tau jika sebelumnya pastilah Dosen barunya ini menamatkan S2 nya.


"kalau S2 nya apa pak?" timpal mahasiswi yang lainnya.


"saya belajar ilmu management rumah sakit" sahut pria itu singkat.


"Maaf pak. Satu lagi pertanyaannya boleh?" tanya mahasiswi tersebut.


Vino tersenyum dan berkata "Silahkan".


"Apa bapak udah menikah?" tanyanya polos.


"huuu..kepo lu" Seru para mahasiswa yang merasa pertanyaan tersebut tak terlalu penting.


Sementara mahasiswi tersebut mendengus sebal pada teman-temannya. Sedangkan Vino sendiri hanya tersenyum geli sembari menggeleng pelan menanggapi pertanyaan dari mahasiswinya itu.


"Tuuu..pak Vinonya belum married. Udah kan sesi tanya tanyanya?" celetuk salah satu Mahasiswa yang bermulut lemas.


"Bawel" sahut si mahasiswi tersebut.


"Heran deh gue. Pantang ada yang ganteng dosennya langsung nanyain udah merit apa belum. mbok nanyak yang Laen kek" cibir mahasiswa tersebut.


"iiiihhh ngiri bilang" timpal yang lainnya.

__ADS_1


"ehh haram ya bagi gue ngiri sama elu elu pada. Najisss" balasnya lebih pedas lagi pada teman-temannya yang baginya sok cantik dan over kecentilan.


"Ehh sudah sudah. Jangan berdebat ya. Kita ini kan calon dokter masa kalian berdebat sesama kalian. kasihan pasiennya dong. Bisa bisa mati kalau punya dokter seperti kalian" ucap Vino melerai perdebatan pada mahasiswa dan mahasiswinya.


"tuhh denger" timpal mahasiswa yang lainnya.


Sementara seorang wanita yang tadinya hanya iseng menunggu nama asli dari pria yang menjadi partner sexnya selama ini hanya bisa terdiam seraya menundukkan pandangannya jika sesekali pria itu mengarah kan pandangannya ke seluruh ruangan untuk melihat dan membaca situasi di ruangan ini.


Ia benar benar tak menyangka jika pria yang ia hindari selama ini sekarang harus berhadapan dengan pria itu lagi di kampus nya.


Satu jam kemudian...


"Puff.. bagaimana sih pria itu ada di sini dan jadi Dosen kita pula lagi" gerutu wanita itu sebal.


"Ya mana aku tau Ta. Kamu juga kenapa ga ajak ajak ngobrol sedikit setelah kalian gituan. Sentil sedikit kek masalah pribadinya dia ngapain aja kalau ga sama kamu" ujar Sarah seraya menghela nafasnya.


"Aku ga sempat nanya nanya gituan apa lagi masalah pribadinya, dan juga apa lagi habis gituan. Itu laki langsung tidur kalau udah terkuras tenaganya" jawab wanita tersebut yang juga ikutan mengomel pada akhirnya.


"Aigooo...bener bener memanfaatkan ruang dan waktu dalam menikmati kontrakannya. Bener bener ga mau rugi hehehe " Sarah berkomentar dengan nada heran.


"hah. Namanya juga Cino Sar. yah gitu lah " balasnya yang mendukung pernyataannya Sarah.


Walaupun ia tau tidak semua pria keturunan begitu. Buktinya ada seorang pria keturunan yang dulunya sangat royal padanya baik waktu, tenaga bahkan materi. meskipun pria itu kehidupannya jauh di bawah kehidupan nya yang dulunya bergelimang harta.


"Mudah mudahan Mr. Chow ga mengenali kita berdua ya Ta" ucapnya penuh harap.


"ya aku pun berharap begitu Sar" jawabnya tak bersemangat.


Bagaimanapun mereka lebih aman jika kedua pria yang pernah menjadi partner *** mereka tak pernah muncul di kampus atau pun di tempat lain yang berhubungan dengan profesinya.


Tetapi sekarang malah salah satu dari mereka yang menjadi Dosen baru di kampus ini.


"Semoga aja cuma satu semester tu laki ngajarnya" ucap keduanya di hari.


Ke chapter selanjutnya ya??


****************


Readers...mohon dukungannya ya untuk novel ke empat ku ini. Tetap memberikan like, vote, komen dan masuk dalam favoritnya readers ya...please...😉.

__ADS_1


__ADS_2