Queenvin

Queenvin
Tugas


__ADS_3

Hai my reader. I am coming back. happy reading.


Sekembalinya dari hotel Mr. Chow langsung menghubungi asistennya jika ia sedang perjalanan menuju kantor cabangnya pagi ini.


setibanya di sana ia langsung menuju ruang kantor pribadinya untuk mengganti setelan kerjanya untuk mengikuti meeting dengan para stafnya, seperti yang di jadwalkan sebelumnya.


Suara ketukan pintu membuat ia berpaling ke arah pintu saat seorang sekretarisnya masuk dengan berkas di tangannya.


"apakah pak Fadil sudah sampai?". tanyanya pada sekretarisnya.


"belum pak". sahut sekretarisnya.


"belum??. sudah jam segini?". gumamnya seraya mengernyitkan dahinya heran.


"iya pak". jawab sang sekretaris yakin.


"ya sudah kamu boleh keluar". titahnya.


Di sebuah apartemen milik seorang pria bernama Fadil Maulana yang sedang terlelap bersama wanita partner sexnya harus terjaga di karenakan dering ponselnya yang berbunyi nyaring di pagi ini.


Fadil melepaskan pelukan wanita yang selalu menemaninya saat ia butuh pelampiasan. ia segera mengangkat ponselnya dan menerima panggilan masuk dari karibnya tersebut.


"hallo friend". sapanya dengan rasa malas di karenakan masih lelah dan mengantuk.


"heh. masih tidur kamu di jam segini. emang berapa ronde sih kalian?". cibir karibnya.


"ada apa?". tanyanya seraya bangun dari ranjangnya.


"ke kantor sekarang. kamu lupa kedatangan aku ke sini untuk apa?". ucapnya mengingat kan akan janji yang mereka buat bersama sebelumnya.


"akh..sialan. sorry aku lupa. aku pikir besok". jawab Fadil seraya memukul pelan keningnya sendiri.


"oke. oke. aku ke sana sekarang juga". ucap nya meyakinkan karibnya itu.

__ADS_1


Fadil segera ke ke kamar mandi dan mempersiapkan dirinya Serapi mungkin untuk menghadapi meeting pentingnya hari ini. sedangkan wanita yang berada di atas ranjangnya menggeliat bangun saat mendengar gemericik air di kamar mandi.


Wanita yang di panggil Sarah itu menatap Fadil yang sedang bersiap ke kantornya hari ini.


Sarah tersenyum saat semalam bagaimana ia di perlakukan baik oleh pria itu di depan seluruh keluarga besarnya. ia teringat saat Fadil membawanya ke sebuah butik impian para wanita lalu menuju ke sebuah restoran keluarga yang terakhir ia tau jika itu adalah milik keluarganya yang tengah merayakan hari ulang tahun pernikahan kedua orang tua nya.


tentu saja hal ini membuat Sarah terhenyak kaget saat ia merasa di sambut baik oleh keluarganya.


"jadi kamu pacarnya Fadil toh". celetuk salah satu anggota keluarganya Fadil yang di panggil buk de.


Sarah awalnya bingung harus menjawab apa lantaran ia tidak memiliki hubungan spesial selain di atas ranjang.


"iya. dia pacar saya. kita rencana juga mau nikah kok". timpal Fadil secara tiba tiba muncul dari belakang Sarah.


"ohh..ya syukur kirain buk de cuma pacaran pacaran aja. nikahnya ga ada niat". jawab wanita yang di panggil buk de Riri itu sambil berlalu dari pasangan itu.


Sarah menatap Fadil dengan netranya yang berbinar takjub. antara percaya dan tidak dengan apa yang di dengarnya dari mulut pria ini.


Awalnya ia merasa canggung dengan situasi seperti ini. makan malam dengan orang orang kaya dan tampak berkelas merupakan pengalaman pertama baginya yang hanya seorang gadis desa mencoba peruntungan nya di kota besar seperti ini.


"santai aja. anggap aja kamu makan sama temen temen kamu seperti biasanya. acara ini bukan acara formal kok". ucap Fadil di telinganya Sarah.


"i.. iya". sahut Sarah yang masih canggung.


Akhirnya Sarah pun mengikuti apa yang di sarankan Fadil padanya. Ia pun mencoba bersikap santai setidaknya untuk dirinya sendiri.


"oke Sarah. rileks. ini adalah pekerjaan yang harus kamu laksanakan dengan baik". ucap Sarah di hatinya untuk menyemangati dirinya sendiri.


Sarah merasa puas hingga acara berakhir pun ia bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik untuk pria ini. Sementara Fadil sendiri tersenyum senang melihat hasil progres malam ini. sebab ia telah berhasil mengecoh kedua orang tuanya atas perjodohan yang akan di lakukan oleh kedua orang tuanya itu dengan seorang gadis dari koleganya si mami nya.


setelah keluar dari Restoran keluarganya, Fadil mengajak partnernya itu ke apartemen pribadinya. maka berakhirlah mereka berdua di sini. di atas ranjang hangat yang sering di tiduri oleh pria itu selepas bekerja. mereka bercinta hingga puas sampai lupa akan waktu jika Fadil memiliki jadwal meeting bersama teman temannya di perkuliahan dulu untuk membentuk bisnis baru.


Sarah menatap Fadil sesaat yang sedang riweh dengan setelannya. Ia pun segera turun dari ranjangnya lalu mendekati pria itu serta mengulurkan tangannya tetapi buru buru di tepis oleh Fadil seketika.

__ADS_1


Sarah yang awalnya tersinggung lalu memilih tersenyum dan berkata


"dasinya miring. sini aku benerin".


Fadil bergeming menatap wajah Sarah yang polos tanpa polesan make up. akhirnya ia membiarkan tangan yang memiliki jemari lentik itu bermain di kerah lehernya. sesekali netranya melirik wajah yang merasa tak asing itu.


"wanita ini seperti pernah aku bertemu dengannya sebelum ini". bathinnya berkata.


"tapi??ahh..paling itu cuma Dejavu atau kebetulan atau apalah. ahh entah. ngapain pula ane pikirin ini perempuan. toh dia juga ku bayar mahal buat melakukan sesuatu yang lebih untuk semalam". gumamnya di hati.


"sudah rapi". ucap Sarah pelan yang terdengar lembut di telinganya Fadil.


Suara dari seorang Sarah yang tak pernah ia dengar di pagi hari. biasanya mereka berpisah saat fajar akan tiba dengan meninggalkan wanita itu duluan di sebuah kamar hotel yang terserah mana Fadil mau untuk melampiaskan hasrat kelelakiannya.


"terima kasih". ucap Fadil datar agar ia bersikap wajar layaknya atasan dan bawahan.


"atasan dan bawahan??". hah. iya..iya...tepat nya mungkin seperti itulah. ia adalah atasan nya Sarah yang akan memberikannya upah dari setiap pekerjaannya".


"jadi dengan begitu Sarah juga harus memiliki rasa segan terhadap dirinya seperti karibnya yang bersikap dingin pada partner sexnya yang memang tak pernah di beri kesempatan untuk mendominasi".


"aku pergi. uangmu akan ku transfer segera setelah aku nyampe kantor. kalau kamu mau sarapan. kamu bisa delivery pakai alamatku biar tagihannya sekalian". pesannya pada wanita itu.


" kamu ngerti kan?!. tanyanya memastikan karena tak mendapatkan jawaban apa pun dari Sarah.


"iya. aku ngerti". jawab Sarah seraya tersenyum kecil.


"oke". balas Fadil yang akhirnya pergi meninggalkan Sarah sendirian di apartemen nya Fadil.


Yok ke next chapter


...****************...


Readers...mohon dukungannya ya untuk novel ke empat ku ini. Tetap memberikan like, vote, komen dan masuk dalam favoritnya readers ya...please...😉.

__ADS_1


__ADS_2