
Hai my reader. I am coming back. happy reading.
Kevin bersiap berangkat kembali ke sekolah nya yang berada di pemerintah daerah sebelah dari pemerintah yang ia dan keluarga nya tinggali saat ini.
lelaki remaja tampan itu bersalaman serta berpelukan pada kedua orangtuanya untuk berpamitan. sementara Quini yang tampak gelisah hanya bisa mondar mandir di dalam kamarnya. sesekali netranya melirik jam dinding yang menunjukkan pukul sepuluh malam.
Ia teringat jika kokonya akan berangkat setengah jam lagi sesuai jadwal bus yang keberangkatan malam ini. entah mengapa hatinya tergerak kuat ingin melihat Kevin sekali lagi sebelum Appanya mengantar kokonya ke terminal bus.
Ia mencoba meminta ijin pada bundanya untuk menemui Kevin sekali lagi meskipun tadi siang hingga sore dirinya telah di ijinkan sang bunda untuk menghabiskan waktu bersama sebelum sang ayah pulang dari majelisnya.
"untuk apa lagi sayang kamu ke sana?. tadi kan udah bunda ijinkan hingga sore. saat ini ada ayah lho nak. nanti kamu kena marah lagi seperti yang udah udah". ucap sang bunda.
"tapi Koko mau berangkat bunda. Quini pingin lihat Koko sekali lagi". jawab Quini dengan rengekan.
"ga usah Quin. nanti kamu Kevin pulang lagi ke sini kalau udah liburan semester". ujar Dyah.
"ada apa ini?". tanya sang ayah yang tiba tiba muncul.
"oh..mm..ini Quini minta di ajak ke pasar malam yah. kata bunda besok saja pas liburan malam mingguan". ucap Dyah yang terpaksa berdusta.
"tunggu dua hari lagi. ayah akan dan bunda yang akan membawa kamu ke sana". ujar Faisal tegas.
tentu saja hal ini membuat Quini menunduk sedih.
"tuh kan. kamu denger sendiri kan tingkat ke pasar malam aja tunggu dua hari lagi kan?. apa lagi malam ini kamu keluar sendirian untuk menemui Kevin". tutur sang bunda memberi pengertian pada si bungsu.
"Quin. jangan bersikap terlalu nak. kita perempuan harus jaga diri, jaga Marwah keluarga. Kevin memang temen kamu dari kecil. tapi ingat dia bukan siapa siapa kita meskipun bunda menganggap semua orang yang bekerja di sini seperti keluarga, tetapi tetap saja ada batasannya". tutur sang bunda memberi nasihat pada putrinya.
"Quin. dengar apa bunda bilang sayang?" tanya Dyah.
"iya bunda". sahut Quin pelan.
__ADS_1
Dyah hanya tersenyum kecil menanggapi sahutan kecil sang putri.
beberapa menit kemudian..
Quini nekat mendatangi Kevin ke rumahnya entah mengapa keinginan hatinya begitu kuat untuk bertemu dan melihat Kevin kembali malam ini. sayangnya gadis itu menemukan rumah dalam keadaan sepi dari aktivitas penghuninya.
"Koko". Quini memanggilnya seraya mengetuk ngetuk pintu rumahnya.
"Appa, Amma". gadis itu memanggil kedua orang tuanya Kevin.
tetapi kembali kesunyian yang ia dapatkan dari rumah itu. ia mulai di liputi rasa sedih dan terduduk di lantai meratapi keterlambatan nya menemui kokonya.
"ko Kevin". panggilnya sedih.
hingga akhirnya salah satu pelayan istana yang baru saja pulang bekerja dari dapur istana menghampiri rumah Kevin saat ia mendengar suara yang di kenalnya tengah memanggil nama Kevin
"nyak Quini". pekik wanita paru baya itu kaget mendapati sang tuan putri terduduk di lantai teras rumah keturunan tionghoa itu.
"ko Kevin Wak". ucapnya sendu di sertai Isak kecil.
"ohh karena itu. dia barusan saja pergi di antar oleh kedua orangtuanya ke terminal. barusan saja. ga lama kok". ujar wanita paru baya tersebut.
"ini Wak mau mengantarkan makanan yang di buat Ammanya tadi sore ke terminal. mungkin karena buru buru jadi beliau lupa membawa pulang bekal makanan untuk Kevin". ungkap wanita yang bernama Saribanun tersebut.
Mendengar hal itu sontak membuat Quini menghentikan Isak kecilnya. netranya seketika berbinar terang mendapati sebuah ide untuk bisa bertemu Kevin.
"Wak aku ikut ya?". harapnya.
"hah?. ikut?. tapi nanti wak yang akan di marahi oleh ayah kamu Quin". jawabnya yang langsung menolak permintaan tuan putrinya.
"ayoklah Wak. ajak aku. aku pingin ikut". desaknya sembari menarik siku Wak Banun.
__ADS_1
"oh Kapalo. kiban Nyoe? Aneuk mit saboh nyoe ka ie lakee Jak. eunteuk ka ie meudaleh ke loen Lom lagee si Kevin Ngon si Mey ( oh gawat. gimana ini?. anak kecil yang satu ini minta ikut. nanti aku lagi yang yang di salah kan seperti si Kevin dan si Mey) ". gerutunya di hati.
"jangan ya nyak Quini. nyak Quini lebih baik kembali saja ke kamar. nanti di cariin bunda. apa lagi kalau ayah tau nyak Quini di rumah nya Kevin malam malam begini. bisa bisa nyak Quini di hukum lebih berat sama ayah". tutur Wak Banun memperingatkan soal hukumannya Quini tempo hari.
"ga apa apa Wak. asal ga ada yang kasih tau pasti ga ada yang tau Wak. tolonglah Wak. sekali ini aja wak. tolong lah Wak. Quini janji besok besok Quini ga akan minta tolong lagi sama wawak". ucap Quini dengan wajah memelas.
"aduh nyak Quini. bukan kek gitu lah nyak. wawak ni takut nanti ketahuan sama pengawal istana dan ayah kamu. nanti wak yang di salahkan sama keluarga kamu nak". sahut Wak Banun menjelaskan.
Quini tertunduk lesu. melihat tingkah sang tuan putri membuat Banun merasa tak tega mengabaikan permintaan gadis kecil itu. akhirnya Banun pun mengalah dan membawa serta Quini bersamanya ke terminal.
"pakai ini nak". titah Banun seraya menunjuk kan kain selendang ke gadis itu.
lalu ia menutupi sebagian wajah gadis itu seperti menggunakan cadar setelah ia memasangkan hijab di kepala gadis itu.
"ayok. jangan ngomong apa pun ya kalau ada orang bertanya ke kamu". pesan Banun pada gadis itu
"iya Wak". sahut Quini.
Akhirnya dengan mengikuti akal akalan nya Banun. Quini pun bisa keluar dari istana menuju terminal bus di mana Kevin dan keluarganya sedang menunggu jadwal keberangkatan bus yang di tumpanginya.
Sepanjang perjalanan Quini hanya menunduk kan pandangannya agar netra indahnya tak terlihat oleh orang yang mengenal dirinya yang terlahir memiliki keturunan darah Portugis hasil dari kawin silang keturunan keluarga bundanya.
Sesampainya di terminal bus. Banun segera mencari loket bus yang akan di tumpangi Kevin malam ini. saat melihat Kevin dan keluarganya dari kejauhan Quini berseru senang dan teriak memanggil nama kokonya
"Ko Kevin".
"Quini???". pekik Kevin dan keluarganya terhenyak kaget.
...****************...
Readers...mohon dukungannya ya untuk novel ke empat ku ini. Tetap memberikan like, vote, komen dan masuk dalam favoritnya readers ya...please...😉.
__ADS_1