
Hai my reader. I am coming back. happy reading.
"Mm..sa..sa..ya..mau pulang". jawab wanita itu yang terpaksa harus jujur seraya memutar tuas pintu kamar hotel tersebut.
"pulang??!". tanyanya ulang seraya menahan pintu kamar hotel tersebut.
"no..no..no. belum dulu baby". ucap Mr. Chow menahan partner sexnya dengan mengurung tubuh wanita itu di antara kedua tangannya.
"kamu belum bisa pulang sayang!". ujar Mr. Chow dengan nada mengintimidasi.
"ta..ta..Pi saya kan sudah melayani sangat banyak malam ini". protes wanita itu yang masih di dera rasa takut.
"banyak??. oh ya??". ucap pria itu seraya memicingkan netranya menatap wanita yang memiliki netra hitam.
Wanita itu mengangguk pelan, sedangkan Mr. Chow tersenyum miring lalu ia mendekatkan bibir nya ke telinganya partner sexnya dan berbisik
"kamu harus menerima hukuman", ucap pria itu seraya tersenyum smirk.
seketika itu juga Pupil matanya melebar saat mendengar kata hukuman.
"hu.. hukuman". desisnya.
sungguh ia merasa takut saat mendengar kata hukuman. di benaknya kini terbayang akan masa remajanya saat harus menerima hukuman berat dari keluarganya saat ia melanggar peraturan dalam keluarganya.
seketika terlintas di benaknya saat di mana dirinya harus di pukul dengan rotan saat ia tak mampu menghafal kan sesuatu tentang hukum yang berhubungan dengan rumah tangga.
belum lagi ia harus menjalani hukuman yang lainnya jika ia memiliki kesalahan kecil saat ia melanggar aturan yang bertentangan dengan hatinya yang memiliki karakter bebas.
"of course baby". ucapan Mr.Chow menyentak kan dirinya dari lamunannya.
jantungnya berdebar hebat saat melihat seringai di bibir pria tiga puluh tahunan itu. lalu Mr. Chow menarik pinggang wanita itu untuk mendekat padanya dan mengangkat tubuh wanita itu kembali ke atas ranjang.
"aww". pekiknya saat tubuhnya di banting kasar oleh pria itu.
"kamu lupa hah tentang surat perjanjian yang telah kamu tanda tangani. ingat peraturan nomor dua baby". ucap Mr. Chow mengingat kan partner sexnya kembali.
__ADS_1
"ta..Pi..saya tidak berniat untuk melawan anda tuan". bantah wanita itu seraya mencoba duduk dan menjauhi pria itu.
"haha..tidak melawan kamu bilang hah". cibir pria itu.
"kamu pergi tanpa ijin dari ku itu namanya melawan". ucapnya seraya menatap tajam ke wajah wanita itu.
wanita itu bergeming dengan pandangannya yang menunduk. sementara Mr. Chow menyeringai lalu memegang ujung dagunya wanita itu dan mengangkat wajahnya Nita untuk melihat kepadanya.
Akhirnya saat itu juga Mr. Chow menyerang bibir partner sexnya dengan ganas serta tubuhnya yang lain. bukan itu saja pakaian yang di gunakan oleh wanita itu di buka paksa oleh pria itu.
wanita itu menjerit saat Mr. Chow menindih dan memaksa masuk ke tubuh intinya yang masih terasa sakit karena percintaan mereka dua jam yang lalu.
"ahh..you are so delicious baby". ucapnya di telinga partner sexnya.
tentu saja hal ini sangat berbeda dengan Nita yang merasa kesakitan setiap kali pria ini menyerang tubuhnya secara liat bahkan sedikit brutal. apa lagi saat di posisi ia harus memunggungi pria itu dan memberikan bokongnya.
wanita itu harus menahan perih saat dua bokong nya di tampar tampar oleh Mr. Chow belum lagi dua kuncupnya di pelintir oleh pria yang semakin ganas memompa tubuhnya.
"akh. sakit". jeritnya saat dua kuncupnya kembali di cengkeram kuat serta daun telinga nya di gigit.
"ahh...dia begitu nikmat". gumamnya di hati saat ia mulai mendapatkan puncaknya kembali untuk ke sekian kalinya di malam ini.
Mr. Chow menjerit nikmat saat ia berhasil mencapai puncak syurga duniawi nya. Ia segera melepaskan penyatuannya dari milik wanita yang membengkak dan memerah itu.
"thank you baby. your punishment is done tonight ( terimakasih sayang. hukumanmu selesai malam ini )". ucapnya seraya beranjak turun dari ranjang menuju ke kamar mandi.
Sementara wanita itu menatap sinis kepada pria yang telah berulang kali menggarap dirinya tanpa perasaan.
"Dasar maniak bangsat". makinya dengan penuh kekesalan.
Apa lagi saat adzan subuh terdengar sayup sayup di telinganya, pria ini masih saja menggempur dirinya dengan kencang tadinya
"Dasar Fir'aun". makinya dengan penuh kekesalan tetapi tak mampu ia lampiaskan.
Ia mencoba merebahkan tubuhnya untuk mendapatkan rileks barang sejenak sembari menunggu Mr.Chow keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"isss". desahnya menahan sakit di antara sela pahanya.
wanita itu kembali meringis saat mencoba merapat kan kedua pahanya. akhirnya ia hanya bisa membiarkan kedua pahanya terbuka lebar seraya menarik selimut bekas pria itu pakai tadinya untuk menutupi seluruh tubuhnya yang polos.
Lelah fisik dan hati yang ia rasakan saat harus menghadapi pekerjaan kotornya ini. kembali ia menangisi akan nasibnya. ingin rasanya ia berhenti tetapi ia teringat pada ibu nya yang masih harus terus di obati dan di rawat secara intensif.
Bahkan kuliahnya yang tinggal sedikit lagi menghadapi skripsi jika ia berhasil melewati semester ini. itu berarti ia harus mempersiap dana yang lebih besar lagi untuk semua itu.
wanita itu melirik jam di ponselnya yang menunjuk kan pukul enam pagi. ia memejam kan netra nya agar setidaknya ia bisa merasa kan tidur yang sebenar-benarnya tidur di atas ranjang meski pun hanya sesaat sebelum pria itu keluar dari kamar mandi.
Sayangnya tidurnya wanita itu harus terbuai dalam mimpinya kembali yang menyebabkan ia tertidur lelap dan tak menyadari jika Mr. Chownya telah keluar dari kamar mandi.
Ia menarik miring sudut bibirnya saat melihat Nita yang terlelap. Ia pun segera berpakaian dan setelahnya menuliskan jumlah nominal angka yang sesuai dengan apa yang ia dapatkan malam ini di selembar check yang di sediakan di saku jasnya.
Seperti biasa pria tampan itu meninggalkan kamar hotel tersebut setelah meletakkan selembar check di atas nakas yang berada di samping ranjang hotel.
Sepeninggalnya pria itu, wanita itu terkesiap bangun dari tidurnya yang berada lama pada hal itu terjadi hanya beberapa menit saja saat Mr. Chow masih berada di kamar mandi hingga keluar dari kamar hotel ini.
wanita itu bangun dari ranjangnya dan menelisik ruangan kamar hotel seperti biasa. kembali netranya menangkap selembar check yang di tinggalkan oleh pria menyebalkan itu.
ia berdecih kesal saat melihat jumlah nominal yang fantastis dari sebelumnya. kali ini pria itu menambahkan kelipatan angkanya untuk pelayanannya semalam.
"memang gila ni orang. berarti sekali main aku di bayar segini atau memang dianya yang terlalu royal pada setiap wanita yang bisa bertahan dengannya?". gumamnya dari hasil spekulasi di pemikirannya tentang pria itu.
Ia memasukkan kertas tersebut ke dalam dompetnya dan segera membersihkan diri nya di kamar mandi agar ia pun segera pergi dari kamar laknat ini.
"cih laknat. tapi setiap kali kamu butuh duit atau pria itu butuh kamu. pasti ujung ujung nya kamu balik ke sini juga. dasar Munafik kamu. ". kata hatinya yang terdalam tiba tiba berkata.
Seketika itu juga darah wanita itu berdesir.
"benar kah aku seorang yang Munafik?", bathinnya bergemuruh pilu
Yoo ke next chapter
****************
__ADS_1
Readers...mohon dukungannya ya untuk novel ke empat ku ini. Tetap memberikan like, vote, komen dan masuk dalam favoritnya readers ya...please...😉.