Queenvin

Queenvin
Trauma 2


__ADS_3

#hai readers. selamat menikmati episode kali ini ya. moga enjoy.


Mau kemana kamu hah"? ucap pria itu dengan suaranya yang serak.


seketika itu juga Ia di tarik ke dalam kamar dan di lemparkan ke atas ranjang dengan posisi telungkup. saat ia berusaha untuk membalikkan tubuhnya seorang pria langsung menindihnya tubuhnya saat itu juga


wanita itu pun berteriak ketakutan di ruangan yang hanya di terangi satu lampu tidur tersebut.


pria yang menindihnya tanpa perduli mencumbuinya dengan kasar meskipun ia berusaha untuk memberontak tetapi pria itu terlalu kuat untuk Ia awan dengan tubuh nya yang kurus.


cukup lama ia bertarung mempertahankan dirinya agar pria itu tak berhasil menggapai apa yang di inginkan oleh pria tersebut walau pun sebenarnya ia sudah cukup lelah di karenakan belum semenit pun ia beristirahat setelah tenaganya di kuras bekerja.


"saya mohon lepaskan saya tuan". ucapnya lemah saat pria bertubuh kekar itu telah berhasil menyingkap semua kain yang menutupi tubuhnya.


pria itu tak perduli sebab hasratnya yang sudah terlalu membuncah saat ia mencumbui wanita itu meskipun dalam keadaan gelap sekali pun. kulit mulus serta aroma dari keringat tubuh yang di tindih nya terlalu memabukkan bagi nya yang semakin membuat pria ini bergairah saja.


akhirnya apa yang seharusnya ia jaga demi seseorang yang ia cinta atau pun yang berhak mendapatkan kehormatannya terpaksa hilang juga. wanita itu telah kehilangan sesuatu yang berharga di dirinya.


beberapa jam berlalu setelah pria itu puas dengan tubuhnya yang sudah ia gagahi berapa kali. pria itu pun akhirnya berguling ke samping lalu tertidur dengan membelakangi nya yang telah berderai airmata.


Dengan susah payah ia bangkit dari ranjang tersebut dan segera menggunakan lagi pakaiannya yang berserakan di lantai. Dengan tubuh yang gemetaran ia buru buru keluar dari kamar tersebut agar tidak tertangkap oleh pria tersebut.


Dengan langkahnya yang tertatih tatih di karenakan rasa nyeri dan perih di bawah perut nya perempuan itu berusaha keluar dari tempat laknat tersebut. tubuhnya masih gemetaran dengan rasa takut yang menyelimutinya kala teringat bagaimana liar nya pria itu merenggut miliknya yang berharga.


wanita malang itu pulang ke rumah kontrakan nya dengan menggunakan taxi yang masih lewat di tengah malam buta. meskipun supir taxi tersebut bertanya tentang dirinya sebab ia mencurigai sesuatu pada diri wanita itu. Ia memilih diam dan menangis sembari memalingkan wajahnya ke arah luar jendela taxi karena Ia belum dan memang tak sanggup untuk menceritakan apa yang terjadi pada dirinya ke orang lain.

__ADS_1


sesampainya di rumah wanita itu membasuh dirinya dengan sangat lama di kamar mandi.


Ia merasa amat frustasi saat mandi kala teringat peristiwa menjijikan yang telah terjadi pada dirinya. Ia menangis sejadi jadinya saat teringat pada ibunya dan juga orang yang ia rindukan selama ini.


"akh... aaaaaaakh". pekiknya kuat dengan rasa kesal yang mendalam di kamar mandi kala semua orang masih larut dalam mimpinya.


Ia begitu menyesali atas apa yang terjadi malam ini. ia menyalahkan dirinya sendiri yang terlalu serakah akan uang. seandainya saja ia langsung pulang tanpa harus menerima pekerjaan tambahan mungkin hal buruk tidak akan pernah terjadi dan ia tak akan kehilangan sesuatu yang berharga.


wanita itu mengutuk dirinya sendiri seraya terus menangis hingga mendekati fajar barulah wanita itu terlelap dengan sendirinya dengan rasa sakit yang masih terasa di area sensitif nya.


satu harian ia tak keluar dari rumah kontrakan kecilnya meski pun entah berapa kali Sarah menghubungi diri nya. Ia tak merasa lapar sedikitpun, ia telah kehilangan semangat hidupnya. satu malam yang menjijikan telah mengubah dirinya menjadi orang yang pendiam. ia pun takut bertemu dengan orang- orang terutama pria.


tiga hari ia mengunci dirinya di rumah dengan makan seadanya yang tersedia di dapur kecil nya. apa pun yang ia lakukan terasa hambar untuk saat ini. hingga hari ke empat ketika Sarah datang ke rumahnya barulah wanita itu memberanikan dirinya membuka pintu rumah nya yang terasa pengap lantaran selama tiga hari Ia menutup rapat-rapat jendela dan pintu rumahnya.


"kamu kenapa Ta?. udah tiga hari aku coba hubungi kamu tapi kamu ga ada jawaban sama sekali. aku jadi khawatir sama kamu. makanya begitu nyampe dari kampung aku langsung ke sini buat jengukin kamu. takut kamu kenapa napa".


Ia bergeming seraya menunjukkan wajahnya. ia tak sanggup menahan rasa sedih dan penyesalannya yang terdalam akibat keserakahan serta kecerobohannya.


"Ta". panggil Sarah dengan rasa heran.


"Ta. kenapa?". panggil Sarah dengan hati hati dan juga mulai merasa takut. tapi ia belum mau berspekulasi dengan pemikirannya yang mengarah ke negatif.


"a..aku..a..ku....".Ia berucap dengan terbata bata seraya menggeleng pelan karena tak sanggup melanjutkan kalimatnya bahwa ia telah di nodai oleh orang yang tak di kenal di sebuah kamar night clubs.


Sarah yang memperhatikan sisa sisa dari percintaan akhirnya mengerti jika karibnya ini telah di sentuh secara paksa. Sarah pun mendekati karibnya dan memeluknya erat seraya mengusap usap punggungnya.

__ADS_1


"Ta. aku tau rasanya kehilangan sesuatu yang berharga. tapi itu bukanlah suatu akhir dari segalanya Ta. kamu harus bangkit meskipun sulit. kamu harus melanjutkan cita-cita mu Ta meskipun kita kehilangan harta satu satunya. tapi ingat itu bukan akhir dari segalanya Ta"


ucap Sarah dengan tenggorokannya yang tercekat.


Sarah tau benar rasanya di posisi karibnya saat ini. sebab hal seperti ini sudah pernah ia lalui sendiri dengan umurnya yang masih sangat belia. tidak ada wanita yang benar benar baik jika sudah mengalami kondisi seperti ini. jika mereka di luar terlihat tegar itu karena mereka tidak mau di anggap remeh pada orang orang yang berfikiran picik tentang mereka.


"menangislah Ta sekuat yang kamu inginkan. tapi besok kamu harus benar benar melupakan semuanya. okey". ucapnya saat mendengar isakan Nita di pelukannya.


cukup lama wanita itu menangis di pelukan Sarah hingga akhirnya perempuan itu bisa merasa sedikit lega lantaran ia telah menumpahkan seluruh air matanya di pelukan sahabatnya itu.


"are you okey?". tanya Sarah


Ia mengangguk pelan. Sarah tersenyum kecil lalu menawari karibnya itu untuk makan makanan yang ia bawa. Ia yang mulai merasa lapar di karenakan selama tiga hari hanya makan sekali akhirnya memakan dengan lahap makanan yang di bawa Sarah dari kampungnya.


meskipun perempuan itu merasa lapar tetapi bathinnya masih bergemuruh pilu. ia makan sambil menangis mengingat dirinya yang tak ada arti lagi di mata suami jika ia menikah nanti.


"ga usah di pikirin lagi Ta. lupakan semuanya"


ucap Sarah yang tau perasaan karibnya saat ini.


Yok ke chapter selanjutnya ya??


****************


Readers...mohon dukungannya ya untuk novel ke empat ku ini. Tetap memberikan like, vote, komen dan masuk dalam favoritnya readers ya...please...😉.

__ADS_1


__ADS_2