Queenvin

Queenvin
Menemukan Quini


__ADS_3

Hai reader..selamat membaca kembali ya?. moga happy.


Langit cerah tapi tidak dengan hatinya yang di landa resah karena sebuah nama yang muncul kembali di memorinya kini saat ia membaca daftar-daftar nama yang berisikan nama para mahasiswa yang akan mengikuti bimbingan skripsi tahun ini.


Jantung Kevin Semakin berdegup kencang kala ia mencari tau daftar riwayat hidup dari nama yang sedari kemarin memenuhi ruang kepalanya saat ini.


"Bagaimana keadaannya sekarang?, bagaimana wajahnya saat ini?, apakah masih sama imutnya atau telah berubah menjadi gadis yang dewasa dan menawan?"


Pertanyaan demi pertanyaan bermunculan di pikirkannya saat ini.


"Akh, Quini. Seandainya saja itu adalah dirimu yang aku cari selama ini. Betapa bahagianya dan beruntungnya aku karena telah berhasil menemukan kamu Quin," gumamnya di hati seraya mengetikkan sebuah nama yang ia cari-cari selama ini.


Sungguh Kevin tak menyangka jika di dalam kampus tempat ia mengajar ada sebuah nama yang sama dengan nama yang di cari-carinya selama ini.

__ADS_1


"Mungkin inilah maksud dari takdir tuhan dengan menjadikan aku seorang Dosen disini bahkan dengan undangan yang sebanyak tiga kali datang kepadaku selama ini" gumamnya di hati seraya terus menatap layar monitor laptop di ruang kemahasiswaan kampusnya.


"Akh, betapa bodohnya aku dulu. Kenapa ga sejak pertama mendapatkan tawaran mengajar di sini aku langsung terima saja jika nantinya yang aku cari namanya ini memanglah Quini," gerutunya yang mengutuk dirinya sendiri karena kebodohannya selama ini.


Tak perlu menunggu lama ia mencari tau siapa gadis yang bernama Cut Quinita Maharani itu yang sebenarnya. Segera ia mengklik nama yang sudah ia ketik di layar monitor kampus tersebut.


Netra langsung terpaku pada layar monitor yang ada di hadapannya kini. Sungguh ia tak pernah membayangkan secantik dan semanis apa wajah yang selalu hadir di dalam mimpinya selama ini.


"Gadis ini," gumamnya dengan netra yang tak pernah lepas dari wajah cantik dan asli yang bernama Cut Quinita Maharani itu yang di panggil Nita selama ini oleh para mahasiswi yang ada di sini.


Dari sebuah foto profilnya saja Kevin langsung tau bahwa apa yang di alami Quini selama ini sangat jauh berbeda di bandingkan dengan kehidupannya Quini saat gadis itu masih berada di dalam istana megahnya dulu.


"Pak Vino,"

__ADS_1


Pria itu tersentak dari lamunannya saat namanya di panggil seorang petugas bagian kemahasiswaan.


"Ya, ada apa?" jawab Vino yang mencoba menetralisir keadaan hatinya saat ini.


"Maaf pak mengganggu, tapi bapak di cari sama ketua prodi untuk meeting katanya," ucap petugas tersebut.


"ya, terima kasih, " jawab Vino singkat.


Lalu ia mengabadikan data mahasiswi yang ada di layar monitor tersebut untuk ia mencari tau alamat rumahnya dari gadis kecilnya yang ia cari selama ini.


Ke chapter selanjutnya yok?


****************

__ADS_1


Readers...mohon dukungannya ya untuk novel ke empat ku ini. Tetap memberikan like, vote, komen dan masuk dalam favoritnya readers ya...please...😉.


__ADS_2