
#untuk yang berumah tangga saja ya. para bocil skip dulu ya..
#happy reading my readers
"hah??!". pekiknya merasa jijik saat melihat dua lembar kain yang berbahan renda.
"isss...ini sih bukan underwear tapi cuma secuil kain buat mengelap sesuatu. kain secuil gini mana bisa nutupin bagian sensitifnya aku. emang sinting ni orang". gerutunya di hati.
"pakai sekarang". titah pria itu.
Nita menuruti apa yang di perintahkan oleh pria itu. ia beranjak ke kamar mandi tetapi di tahan oleh pria itu.
"pakai di sini saja".
"ta..tapi sa..sa..ya malu". jawab Nita gugup.
"hah. kita sudah melakukanya berulang kali dan aku sudah melihat seluruh tubuhmu. apa lagi yang mau kau tutup tutupi dari ku hmm". cetusnya.
"dasar munafik". cibirnya seraya menatap sinis.
Nita mengepal erat kedua tangannya saat mendengar kalimat pedas yang di tujukan khusus untuknya. meskipun ragu, akhirnya ia pun melaksanakan apa yang di perintahkan oleh tuannya itu.
Nita membuka secara perlahan kancing baju nya dengan membelakangi pria itu hingga tak ada satu helai benang pun yang melekat di tubuhnya yang indah.
Sementara netra pria yang memandang tubuh partner sexnya tak pernah sedikit pun memalingkan wajahnya dari tubuh indah itu. lekukan tubuh dari wanita yang pernah ia kecapi berulang ulang dalam semalam.
tak salah jika ia membuat kontrak perjanjian dengan wanita ini lantaran karena memang ia tak mau barang miliknya pribadi di bagi dengan yang lain termasuk dirinya yang juga tak mau bercinta dengan sembarang wanita setiap kali ia butuh untuk melampiaskan hasratnya.
Merasa di perhatikan oleh sang pemilik tubuh nya malam ini. Nita bergegas menggunakan dua kain kecil yang sebenarnya tak bisa menutupi apapun pada tubuhnya.
__ADS_1
Mr. chow tersenyum menyeringai saat melihat partner sexnya telah selesai melakukan apa yang di minta.
"*****. she is so sexy ( dasar ******. dia begitu seksi)". umpatnya di hati seraya netra yang tak lepas dari pandangannya.
"hadap sini". titahnya.
Mendapatkan titah seperti itu, Nita pun menghadapkan tubuhnya dengan terpaksa dengan wajahnya menunduk dalam.
"come here baby ( kesini sayang )". ucapnya.
Nita berjalan perlahan dengan netra yang masih menundukkan pandangannya. sungguh apa yang di gunakannya membuat dirinya sangat tidak nyaman. pria ini benar benar telah menelanjanginya dengan tatapan nya yang bernafsu.
Mr. Chow yang tak sabaran menunggu gerakan Nita yang terlalu lambat akhirnya menarik lengan Nita dengan kasar yang akhirnya membuat Nita tersungkur tepat di depan perut sixpack pria itu.
"aww". pekiknya saat dirinya menyentuh barang sensitif milik pria itu.
"do something to him with your tongue". titah nya seraya menurunkan kepala Nita dan mengarahkan senjatanya ke bibir wanita itu serta membuka paksa mulutnya dengan senjatanya.
sontak hal ini membuat Nita melebarkan kelopak matanya mendapatkan serangan dari benda yang tak terduga masuk ke mulutnya hingga menekan tenggorokannya.
Sementara Mr. Chow merasakan kenikmatan luar biasa saat miliknya terasa hangat berada di mulut kecil wanita ini.
"ouch ya baby. you are so delicious". desah nya dalam kenikmatan.
cukup lama ia melakukannya pada Nita yang membuat tenggorokannya wanita itu perih bahkan netranya mengeluarkan airmata. belum cukup ia merasa tersiksa dengan apa yang di lakukan pria maniak ini padanya. ia harus terpaksa menelan cairan yang sangat menjijikan baginya.
Ia mencoba meminta pada pria ini untuk berhenti melakukan hal ini padanya dengan menepuk nepuk serta mencubit kedua pahanya. akan tetapi bukan mengurangi frekuensi gerakannya malah pria gila ini semakin mempercepat gerakan maju mundur tubuhnya di dalam mulutnya yang mulai terasa pegal dan panas.
bukan hanya itu saja kulit kepalanya terasa sakit saat rambutnya di Jambak ke belakang oleh pria ini hanya demi untuk mendapatkan kepuasan tersendiri nya. hingga akhirnya..
__ADS_1
"ahhhh ya....f*ck baby. you are so hot baby.. ohh ya..". racaunya saat ia mendapatkan puncaknya dan memuntahkan lahar panas ke mulut partner sexnya yang telah ia bayar mahal tentunya karena kinerjanya tempo lalu.
Nita merasa mual dan memuntahkan cairan hangat tersebut saat itu juga meskipun sebagian ada yang tertelan masuk mengalir ke tenggorokannya yang perih.
Sementara pria itu terduduk di sofa dengan senjatanya yang mulai beringsut turun perlahan dengan nafasnya tersengal sengal sembari tersenyum miring melihat Nita yang terbatuk batuk di depannya.
"cih". decihnya saat melihat Nita masih terbatuk batuk.
Mr. Chow menuangkan wine ke dalam gelas nya dan meneguknya sembari menatap wanita yang sudah memberikannya sensasi nikmat yang baru meskipun hanya melalui mulut mungilnya.
belum lama Nita menarik dalam nafasnya setelah ia merasa sedikit lega, tuannya sudah menggendong tubuhnya yang sedari tadi terduduk lemas di lantai serta membawanya ke atas ranjang dan langsung menindihnya.
Pria ini langsung menyerang bibirnya sembari tangannya yang menjelajahi setiap lekuk tubuhnya yang hanya tertutupi kain tak layak pakai. entah berapa lama ia di sergap oleh pemburu nafsu seperti pria yang berada di atas tubuhnya saat ini. yang jelas pria ini kini telah memulai kembali aksinya untuk mendapatkan apa yang menjadi haknya meski pun tanpa ada ikatan yang sah sekali pun.
Waktu terus bergulir dengan pelayanannya terhadap pria itu tanpa henti. bukan sensasi nikmat yang ia dapatkan tetapi rasa perih, sakit dan nyeri di bagian sensitifnya hingga ke hatinya.
Ternyata memang beginilah rasanya bercinta tanpa ada rasanya rasa cinta secuil pun di antara mereka. mungkin bagi pria ini telah terbiasa bercinta tanpa ada rasanya perasaan saat menjalin hubungan intim seperti ini.
Akan tetapi bagi seorang perempuan seperti dirinya yang hanya mengenal satu lelaki dalam hidupnya dan berharap lelaki itulah yang mengambil miliknya yang berharga, apa lah daya semua hanya angan semata. mungkin ia hanya bisa bercinta tanpa bisa menikmati apa arti percintaan itu yang sebenarnya.
Sebab rasa trauma yang coba ia pulihkan dan ia hilangkan dari ingatan nya akibat peristiwa pemerkosaan hampir setahun yang lalu telah terpicu kembali pada malam ini setelah pria ini memperlakukan nya dengan brutal dan persis sama seperti apa yang ia alami saat di perkosa dulu.
"sakit". keluhnya
"sakit". keluhnya kembali saat pria itu tak perduli pada apa yang ia ucapkan di telinga pria itu.
...****************...
Readers...mohon dukungannya ya untuk novel ke empat ku ini. Tetap memberikan like, vote, komen dan masuk dalam favoritnya readers ya...please...😉.
__ADS_1