
"Hai reader. I am coming back. happy reading. moga happy..
"hari ini kita selesai. Mulai detik ini kamu ga perlu save nomor aku lagi di ponsel kamu. Karena kontrak kita sudah berakhir" ucap Fadil datar.
Sarah bergeming dalam kebingungannya. Ia tidak tau harus berkata apa pada pria yang telah membuat dirinya merasa nyaman selama ini. Lalu ia memberanikan diri bertanya pada pria itu tentang masih adanya jatah kontraknya sebulan lagi.
"Ta..tapi bukankah kontrak kita masih ada satu bulan lagi?" tanya Sarah mengingatkan tuannya itu.
"iya memang. Hanya saja aku ingin mengakhirinya sekarang juga", sahut Fadil datar.
"la..lalu kamu akan membuat kontrak dengan siapa?" tanya Sarah penasaran.
"itu urusan aku. Kamu ga perlu tau. Karena kita hanya sebatas partner *** semata" jawab Fadil dingin seraya mengambil jas kerjanya lalu menggunakan jas tersebut.
"cuma itu?"tanya Sarah memastikan pendengarannya atas apa yang di ucapkan Fadil barusan.
Fadil menghentikan kegiatan mengancingi jas nya lalu menoleh ke arah Sarah sejenak dan kembali melakukan aktifitasnya mengancingi jasnya hingga ke bawah seraya menjawab pertanyaan dari wanita yang melayaninya dalam satu tahun ini dengan nada dingin
"ya cuma itu"
Lalu Fadil melangkah menuju pintu kamar hotel. Ia sempat melirik Sarah yang masih mematung di tempatnya tengah menatap dirinya sebelum menghilang di balik pintu. Fadil merasa lega sebab urusan dengan Sarah akhirnya selesai juga sehingga ia bisa membersihkan dirinya dari perbuatan kotor nya selama ini.
Semenjak ia membahas soal jodoh dengan karibnya serta mendapatkan nasehat dari saudara sepupunya bahwa "laki laki yang baik akan mendapatkan wanita yang baik pula".
pria itu memutuskan untuk berhenti dari kebiasaan buruknya bermain main dengan wanita tanpa menikah.
__ADS_1
Apa lagi semenjak ia berjumpa dan di perkenalkan oleh seorang gadis cantik yang berhijab, saudara dari keluarga istri sepupu nya. Fadil merasa tertarik dan penasaran pada gadis tersebut yang berprofesi seorang Dosen di salah satu kampus dari universitas tempat ia menyelesaikan strata 1 nya.
Sementara seorang wanita yang masih berdiri mematung seraya menatap pada pintu hotel yang baru saja tertutup oleh pria yang ia pikir akan terus melanjutkan kerjasama dengan dirinya menghentikan lamunannya saat terdengar bunyi alarm ponsel yang mengingat kan dirinya jika di hari ini ia harus mengikuti jadwal mata kuliah ulangan di jam tertentu pada siang hari.
Sarah segera ke kamar mandi untuk membersikan tubuhnya dari sisa sisa cairan yang melekat dari seorang Adnan Fadil Wicaksono.
Sarah meninggalkan Hotel dalam keadaan lesu. Entah mengapa ia kepikiran akan pria yang sudah setahun ini bersamanya meski pun hanya sebatas di atas ranjang. Tetapi ia merasakan kenyamanan jika bersama dengan pria itu.
"Mungkin akunya saja yang terlalu banyak berharap dan membayangkan akan di perlakukan lebih istimewa setelah kontrak ini selesai" gumamnya di hati seraya tersenyum miris.
Ia teringat akan kebodohan dirinya sendiri yang terlalu naif dalam menanggapi sikap Fadil yang manis beberapa hari belakangan ini. Ia lupa tentang prinsip hidupnya saat ia masuk ke dunia ini.
"Jika melayani laki laki jangan pernah pakai hati. Kalau ga mau patah hati"
Sarah terlalu polos dalam menanggapi kebaikan hatinya Fadil bahkan ia telah begitu antusiasnya menceritakan sikap Fadil dan keluarganya yang telah begitu baik menerima dirinya dalam jamuan makan keluarga kepada karibnya selama ini, yang sebenarnya pria itu mungkin hanya menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar.
"Ternyata semua itu hanya fatamorgana. Fadil berbaik hati dengan dirinya belakangan ini mungkin karena ingin mengakhiri kontrak nya secara baik baik," bathinnya bergemuruh pilu.
Sarah teringat kala pertama kali berjumpa dengan Fadil di sebuah Bar dan Karaoke tempat ia bekerja dulunya sebagai pengantar minuman serta sesekali menemani pria yang butuh wanita sebagai kencan satu malam meskipun hanya sebatas cumbuan semata.
Di dalam pelayanannya memang banyak laki laki yang ingin berhubungan lebih jauh dengannya tetapi Sarah selalu menolaknya, hingga akhirnya tawaran untuk menjadi seorang partner *** dari seorang Fadil ia terima begitu saja dan terjadi begitu saja.
Awal bercinta dengan pria itu amatlah terasa canggung lantaran ia sulit beradaptasi dengan pria setelah ia mengalami trauma pasca ia di jual oleh ayah tirinya yang suka berjudi pada seorang mucikari kampung setelah ia di tinggal oleh suaminya yang di nikahi secara paksa oleh warga kampung lantaran ayah tirinya yang menjebak mereka berdua saat itu.
Saat itu ia baru berumur lima belas tahun. Di mana ia mendapatkan masa haidnya untuk pertama kalinya dan di tahun itu pula ia harus kehilangan harta berharga satu satunya karena ayah tirinya pula.
__ADS_1
Jika sebelumnya Sarah berfikir panjang dan keseringan menolak dari setiap laki laki yang meminta dirinya untuk menjadi simpanan mereka. Tetapi berbeda dengan Fadil saat pertama kali ia melihat pria itu di tempat ia bekerja dulunya sebagai pengantar minuman dan sesekali menemani seorang pria jika di butuhkan saat mereka butuh wanita sebagai kencan satu malam.
Pria itu dengan rasa sabar dan juga pintar dalam memberikannya stimulasi yang bisa membuat dirinya bergairah untuk pertama kalinya. Di situlah Sarah mulai mengenali *** yang sebenarnya jika menemukan pasangan yang tepat di dalam bercinta, atau bisa jadi karena Fadil lah orang pertama yang bisa benar benar menyentuh area sensitifnya dengan baik dan benar.
Tetapi sekarang pria itu mengakhiri kontrak dengan dirinya yang sebenarnya masih ada jatah sebulan lagi.
"Apakah ia telah bosan kepadaku?. Sehingga Fadil tak mau melanjutkan lagi kerjasama ini dengannya atau pria itu telah menemukan wanita lain yang lebih dari dirinya"
Sarah berspekulasi dengan pemikirannya sendiri. Suara tumpahan air dari bathup hotel membuyarkan lamunannya tentang Fadil.
"Well. Baiklah. Aku akan melupakan semua nya hari ini. You have to be professional Sarah ( kamu harus bersikap profesional Sarah )," gumamnya untuk menyemangati diri nya sendiri.
Sarah akhirnya masuk ke bathtub hangat untuk merilekskan dirinya sejenak sebelum kembali ke rumahnya untuk merubah penampilannya seperti mahasiswi pada umumnya.
"Ga ada yang perlu di sesali Sarah. Pria itu dan kamu hanyalah sebatas partner *** yang memiliki masa kontrak. Kamu hanya harus terus berjuang untuk dirimu sendiri. Semangat Sarah. Semangat Aprilia Sarah. Semangat," ucapnya kembali meskipun dadanya terasa sesak.
Ia merasa di tinggal untuk kedua kalinya di saat ia mulai menaruh kepercayaan dan harapan pada seorang pria. Sarah menarik dalam dalam nafasnya untuk meraup oksigen sebanyak banyak agar ia merasakan kelegaan di bathinnya. Sarah harus menata kembali Tekadnya saat datang ke kota ini untuk mencari kehidupan yang layak setelah ia berhasil kabur dari rumah bordir.
"Jika dulu hidupku terasa lebih berat dari ini, dan aku mampu melewatinya. Lalu untuk hal yang satu ini kenapa tidak?," gumamnya seraya meluruskan kakinya untuk mendapat rasa rileks di tubuhnya yang penat.
Ke chapter selanjutnya ya??
****************
Readers...mohon dukungannya ya untuk novel ke empat ku ini. Tetap memberikan like, vote, komen dan masuk dalam favoritnya readers ya...please...😉.
__ADS_1