Queenvin

Queenvin
Sakit lagi


__ADS_3

Hai reader..selamat membaca kembali ya?. moga happy.


Beberapa jam kemudian...


Vino tersentak dari tidurnya saat alarm ponselnya berbunyi di waktu yang telah ia tentukan. Pagi ini ia akan terbang ke Singapura untuk mengecheck laporan keuangan di perusahaannya secara manual di tiap tahunnya.


Vino bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari sisa-sisa percintaannya semalam. Tak butuh waktu lama ia berada di sana karena ia pun harus mengejar jadwal penerbangan di pagi ini.


Vino keluar dari kamar mandi lalu segera berpakaian. Saat netranya melirik ke atas ranjang, ia langsung membalikkan tubuhnya menghadap ke arah ranjang yang kosong.


Ia mengernyitkan dahinya saat ada yang terasa ganjil di karenakan pakaian wanita yang melayaninya semalam masih berserakan di lantai.


"Dia kemana?" tanyanya di hatinya seraya menatap ke arah pintu kamar mandi yang padahal ia baru saja dari sana.


Vino akhirnya masuk kembali ke kamar mandi hanya untuk memastikan keberadaan wanita itu. Ia menguak tirai yang menghubungkan ke sebuah bathtub. Ia melihat aliran air yang tumpah dari balik tirai tersebut. Vino pun segera menepikan tirai tersebut dengan tangan kirinya untuk melihat ada apa di balik tirai tersebut.


Pupil netranya langsung melebar tajam saat melihat pemandangan yang meresahkan hatinya terpampang nyata di depan matanya.


"Hey, lady!" pekiknya saat melihat wanita yang telah melayani itu sedang berbaring di dalam bathtub yang airnya sudah meluap.


"Hey lady. Wake up now!" titah Vino seraya menepuk pipinya yang sebelah kiri yang terasa hangat itu.

__ADS_1


Tetapi yang di panggil tak juga memberikan tanda-tanda akan bangun dari tidurnya. Vino


menghadapkan wajahnya ke arah dirinya, dan betapa ia terkejut saat melihat setetes darah yang keluar dari hidung wanita bayarannya ini.


"Hey lady. Wake up now!" teriak Vino lebih keras lagi seraya menepuk-nepuk pipinya Quini yang hangat.


Vino langsung mengangkat tubuh wanita itu dan membawanya keluar dari kamar mandi. Ia membaringkan tubuh yang masih polos itu di atas ranjang. Lalu memberikan pertolongan pertamanya untuk wanita yang kulitnya mulai memucat.


Ia memeriksa kedua mata Quini dengan membuka kelopak matanya yang terpejam. ketika tak ada tanda-tanda jika wanita ini akan siuman. Vino segera memakaikan baju wanita itu lalu di lapisi dengan jas kerjanya.


Vino pun segera menggendong wanita tersebut ala bridal style keluar dari kamar hotel tersebut dan segera membawa wanita bayarannya ke rumah sakit.


"Ciri-ciri sakitnya sama seperti gadis yang aku tolong saat di kampus," bathinnya berbisik.


Vino mentitahkan pada perawatnya untuk memeriksa hasil tes darah dari wanita ini. Ia pun menunggu hasil tes darah dari lab yang berada di rumah sakitnya seraya melirik ke arah jam dinding raksasa yang berada ruang gawat darurat itu.


"Masih ada waktu. Mungkin aku harus menunggu sampai wanita ini siuman" gumamnya di hati.


satu jam kemudian ...


Seorang perawat membawakan hasil lab dari sampel darah wanita yang tengah di tanganinya. pupil netranya kembali melebar dengan dahinya yang mengernyit.

__ADS_1


Betapa tidak, dalam satu Minggu ini saja ia sudah dua kali menolong orang dengan riwayat penyakit yang sama.


"Dugaan tipes" gumamnya seraya menatap pada wanita yang masih terlelap itu.


Vino semakin mengernyitkan dahinya saat perawat mencabut sesuatu dari dalam kelopak matanya.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Vino yang merasa keberatan akan tindakan perawat tersebut.


"Emm ... Ini pak. Softlensnya tidak berada lagi pada tempatnya pak. Jadi lebih aman jika kami mencopot semuanya dulu" jawab salah satu perawat yang menunjukkan dua softlens berwarna coklat yang kebanyakan milik pribumi Indonesia pakai.


Vino melirik sekilas warna softlens tersebut lalu menatap kembali wajah wanita yang masih belum sadar dari pingsannya.


"Nanti kalau pasien sudah sadar bahwa ke ruang rawat inap yang sudah saya sediakan" titahnya pada perawat tersebut.


"baik pak," jawab sang perawat tersebut.


Yok ke next chapter


...----------------...


Readers...mohon dukungannya ya untuk novel ketiga ku ini. Tetap memberikan like, vote, komen dan masuk dalam favoritnya readers ya...please...😉

__ADS_1


__ADS_2