Queenvin

Queenvin
Mencari Quini


__ADS_3

Hai reader..selamat membaca kembali ya?. moga happy.


Waktu terlewati begitu saja hingga akhirnya menghabiskan waktu liburannya Kevin dengan tanpa Quini yang menemaninya selama liburan ini. Hari-harinya terasa hampa saat ia menghabiskan masa liburannya kali ini tanpa gadis kecil itu.


Kevin berbenah untuk kembali ke kota di mana tempat ia menuntut ilmu sekarang ini, Sebab ia juga harus bersiap-siap, lantaran dirinya telah terpilih sebagai siswa untuk sebuah proyek sekolah pada Tahun ini.


"Sudah siap Vin?" tanya Fendy saat melihat barang-barang anaknya yang sudah di satukan dengan koper dan ranselnya.


"Sudah Appa," jawab Kevin singkat.


"Ini bekal kamu untuk di jalanan mana tau kamunya kelaparan pas tengah malam dan bus tidak berhenti di persinggahan" ujar Meylin seraya memasukkan bekal makanan Kevin di ranselnya.


"Terimakasih Amma" sahut Kevin seraya tersenyum.

__ADS_1


Seperti biasa Kevin kembali di antar ke terminal oleh kedua orangtuanya. Sesampainya di sana Kevin langsung naik ke bus setelah menyalami tangan kedua orangtuanya. Tak butuh waktu lama Bus bergerak perlahan meninggalkan kota di mana Kevin menghabiskan masa kecil dan indahnya bersama Quini.


Ia menatap keluar jendela mengingat masa liburannya yang terakhir dengan Quini di semester lalu. Siapa yang menyangka jika itu adalah pertemuan mereka yang terakhir. Sebab setelah ini Kevin tidak akan bisa kembali ke sini lagi setelah kedua orang tuanya memutuskan pindah ke Jakarta tak lama lagi.


"Quin" gumamnya pelan menatap keluar jendela Bus dengan perasaan yang masygul.


Seiring bertambahnya hari dan waktu pun terlewati dengan pasti. Tetapi tidak dengan hatinya yang selalu mengingat akan Quini yang sekarang pastilah sudah bertambah satu tahun dari tahun terakhir ia memberikan kado kecil untuk hari ulang tahunnya.


Kevin menatap cincin yang berada di jemari nya saat ini. Cincin putih yang terbuat dari besi yang terukir indah serta memiliki pasangan yang kini berada di jemarinya Quini saat terakhir ia melihat Quini memakai cincin pemberiannya saat gadis kecil itu nekat menyusulnya ke terminal.


Seperti itulah di tiap tahunnya saat gadis kecil nya berulang tahun. Kevin hanya bisa mengucap kan selamat ulang tahun untuk sahabat kecilnya dengan cara seperti ini. Apa lagi saat ia mengetahui bahwa hingga kini jasad dari Quini dan ibunya tak pernah ia temukan saat dirinya menyusul ke propinsi di mana ia tinggal dulunya.


Berhari-hari hingga berbulan bahkan bertahun ia mencari kabar dari sahabat kecilnya dan juga keluarganya. Hingga kini tak ada tanda- tanda bahwa Quininya masih hidup.

__ADS_1


Yang terakhir Kevin tau bahwa istana kerajaan yang di pimpin oleh sang nenek dan juga ayahnya hancur luluh berantakan tanpa meninggalkan satu pilar pun sebagai dulunya tempat berdirinya singgasana kerajaan yang di pimpin oleh keluarganya Quini.


waktu berlalu dan tahun pun berganti seiring teknologi yang semakin canggih. Kevin terus mencari data-data warga dari kerajaan yang di pimpin Almarhum tuanku Faisal sendiri melalui teman SMP-nya yang bernama Farid, yang kini bekerja di bagian kantor catatan sipil dan kependudukan di provinsi tersebut.


Akan tetapi yang bernama Cut Quinita Maharani itu tak pernah ada dalam daftar di Catatan sipil dan kependudukan di wilayah mereka semenjak musibah terbesar di dunia itu.


Kevin pun merasa putus asa dan akhirnya berhenti mencari tau melalui data-data di kantor tersebut meskipun ia juga bingung harus mencari tau kabarnya Quini yang entah bagaimana dan dimana keberadaannya.


"Dimana sebenarnya kamu Quin. Dan apa kabarnya kamu Quini. Ya Tuhan beri petunjuk mengenai kabarnya Quini yang sebenarnya Tuhan. Apakah ia masih hidup atau memang sudah tak ada lagi di dunia ini," Kevin mengucapkan doa di hatinya seraya menengadah ke langit yang cerah itu.


Ke chapter selanjutnya yok?


****************

__ADS_1


Readers...mohon dukungannya ya untuk novel ke empat ku ini. Tetap memberikan like, vote, komen dan masuk dalam favoritnya readers ya...please...😉.


__ADS_2