Queenvin

Queenvin
Luka


__ADS_3

# Hai readers. I am coming back. happy reading.


Semenjak itulah Vino ketagihan untuk terus mencicipi rasanya wanita. ia akan bercinta dengan satu wanita dengan wanita yang lain hanya untuk melupakan luka bathin yang sebenarnya pria itu telah memiliki trauma akan masa lalunya sebelum bertemu Qini.


Fadil yang melihat kebiasaan Vino pun akhir nya mencoba menasehati karibnya itu dengan menyarankan agar mencari satu wanita saja yang bisa di kontrak sebagai pelampiasan untuk beberapa bulan saja. jika sudah bosan Vino bisa mencari wanita lain untuk di jadikan pelampiasan selama masa kontrak berlangsung.


Ini ia lakukan karena Fadil merasa ikut khawatir akan kebiasaan Vino yang suka bergonta ganti pasangan setiap kali ia ingin melakukannya. Vino pun menyetujui saran dari karibnya itu dan memintanya untuk mencarikan seorang wanita yang bisa di jadikan pasangan sexnya.


Akhirnya melalui temannya Sarah lah Fadil bisa mendapatkan pasangan yang tepat untuk Vino. jika Sarah memiliki track record sebagai sugar baby selama ini, pastilah temannya itu juga memiliki pengalaman yang sama sehingga Fadil tak perlu repot-repot lagi untuk memberi penjelasan mengenai apa saja yang harus di lakukan sebagai wanita pemuas hasrat lelaki.


"Vin.kok diem?. teguran Fadil membuat pria itu berhenti melamun tentang dirinya pasca putus dari Qini.


"apa kamu mulai sadar kalau kamu sebenar nya memang mencintai Qini sehingga kamu begitu marah saat itu tanpa sedikitpun mau mendengarkan penjelasan apa lagi memaaf kan tunanganmu itu Vin?". tanya Fadil kembali


Vino malas menanggapi pertanyaan dari Fadil karena baginya apa yang sudah lewat tak usah di pertanyakan lagi, apa lagi itu menyangkut perasaan.


Vino bangun dari kursi kebesarannya sambil menyambar jas kerjanya lalu pergi dari ruangan itu sembari berkata pada Fadil


"aku mau ngopi. kamu mau ikutan?".


"hah??". pekik Fadil terperanjat heran lalu ia pun mengikuti langkah karibnya itu.


" hei Vin. tunggu aku". teriaknya saat tubuh Vino menghilang di balik pintu.


**


Di suatu senja saat dua karib tengah menikmati minuman favorit berupa campuran kopi nya di sebuah kafe yang berada satu blok dari kampus mereka. dua wanita lajang itu sedang membahas mengenai judul skripsi yang sudah harus di ajukan segera ke Dosen nya sebagai tahap awal penyusunan proposal skripsi.

__ADS_1


mereka memilih tempat duduk yang berada di sudut menghadap jalan dengan kaca jendela yang lebar. mereka menyukai tempat itu karena merasa nyaman kala mereka bercerita apa saja tanpa ada yang mendengar apa lagi perduli tentang apa yang mereka lakukan di sudut ruangan kafe ini.


"menurut kamu ni judul bakalan keterima ga ya sama tu Dosen?". tanya Sarah kurang yakin saat ia membaca kembali judul yang akan di ajukan nantinya.


"coba aja Sar. mana tau bisa lulus". ujar wanita itu seraya tersenyum.


Suara nada pesan masuk di ponsel milik Sarah menghentikan aktivitas Sarah sejenak. Sarah memilih membuka pesan masuk yang berasal dari Fadil yang menanya kan keberadaan Sarah saat ini.


Sarah tersenyum senyum sendiri saat Fadil menanyakan keadaannya. Sarah merasa di perhatikan oleh pria itu semenjak tadi malam. hal ini mengundang perhatiannya wanita itu terhadap karibnya mengenai apa yang di lakukannya saat ini.


wanita itu membiarkan Sarah dengan dunia nya saat berinteraksi dengan seseorang di ponsel nya. sebab ia tak ingin mengganggu kesenangan dari karibnya itu. mungkin cuma cara itu Sarah bisa bahagia mengingat karib nya itu tak memiliki sesuatu atau seorang keluarga pun yang menjadi motivasi karibnya itu untuk menjadi bahagia.


"asyiknya". celetuk wanita itu singkat.


"hehe. my Daddy nanyain kabarku. tumben dia kepo soal aku ada di mana". kekeh Sarah terlihat sumringah.


"oh ya kemarin Daddy aku minta nomor ponselnya kamu. katanya Mr. Chow ada di sini dan akan menghubungi kamu. jadi kalian bertemu semalam?". tanya Sarah penasaran.


"mmm.. jadi dia tau nomor aku dari kamu?". tanya wanita itu yang merasa keberatan jika nomor ponselnya di sebarkan tanpa seijinnya.


"Sarah". panggilnya.


"hmm...ya. ada apa Cinta?". tanya Sarah yang masih tersisa senyum manisnya karena pesan dari Fadil.


"lain kali kamu tanya aku dulu kalau mau ngasih nomor aku ke orang lain ya. atau minimal kamu kasih tau aku jika ada orang lain yang tau nomor aku dari kamu". tegurnya pelan.


"Ups..maaf. awalnya aku mau ngasih tau kamu kalau Fadil yang memintaku untuk mengirimkan nomor kamu karena Mr. Chow yang meminta nya tapi aku udah keburu lupa karena aku juga harus buru-buru bersiap lantaran Fadil akan ku". ungkap Sarah yang merasa tak enak hati akan perbuatannya kemarin.

__ADS_1


"ohh..ya udah. ga apa". jawab wanita itu yang juga merasa tak enak hati karena telah menegur karibnya yang telah banyak menolongnya dirinya selama ini.


"gimana acara kalian semalam? lancar?". tanya wanita itu untuk mengalihkan pembicaraan.


"hmm...ya". sahut Sarah sumringah.


lalu Sarah menceritakan tentang kisah manis nya dengan Fadil. dari pria itu yang tumben menjemput dirinya yang ternyata untuk di perkenalkan pada keluarga besarnya hingga percintaannya yang berakhir di atas ranjang milik pria tampan berperawakan arab itu yang berada di apartemen pribadinya.


wanita itu hanya bisa tersenyum mendengar cerita nya Sarah yang begitu antusias. hal ini sangat lah berbeda dengan dirinya yang hanya mendapatkan rasa sakit dari setiap kali ia harus melayani partner sexnya.


Dalam pemikirannya, pastilah partner *** nya Sarah seseorang yang memiliki sisi lembut terhadap perempuan. buktinya Sarah begitu betah bekerjasama dengan pria yang bernama Fadil itu. bahkan hingga kini belum pernah ia melihat raut kesakitan di wajahnya Sarah setelah ia menjalankan tugas nya sebagai pemuas nafsu dari partner *** nya itu.


"eh. ngomong ngomong semalam kamu nya gimana?. lancar sama si Mr. Chow?". tanya Sarah penasaran lantaran karibnya itu memang jarang melayani pria yang sering berada di luar negeri dari pada di sini.


"lancar". jawabnya singkat seraya tersenyum kecil.


Ia tak ingin bercerita apa pun mengenai rasa sakit yang di deritanya akibat luka dari hasil pekerjaan kotornya semalam. meskipun luka yang di timbulkan dari gigitan pria itu di area sensitifnya masihlah terasa panas dan perih. tetapi cukuplah dirinya saja yang tau akan hal ini. sebab ia juga tak mau membebani karib nya yang sedang berbahagia dengan hasil kerjanya semalam.


"syukur deh. moga kamu bisa bekerja dengan baik hingga kontrak kita selesai dan kita ga perlu lagi bergantung hidup pada profesi ini saat kita udah jadi Dokter nanti. iya kan?". sahut Sarah seraya tersenyum sumringah.


Ia hanya mengangguk sembari tersenyum kecil saat memikirkan rasa sakitnya semalam


Yok ke chapter selanjutnya ya??


****************


Readers...mohon dukungannya ya untuk novel ke empat ku ini. Tetap memberikan like, vote, komen dan masuk dalam favoritnya readers ya...please...😉.

__ADS_1


__ADS_2