Queenvin

Queenvin
Mabuk


__ADS_3

hai reader. I am coming back. happy reading. moga happy.


"Ga usah di pikirin lagi Ta. lupakan semuanya"


ucap Sarah yang tau perasaan karibnya saat ini.


selama proses pemulihan traumanya Sarah banyak membantunya. temannya itu sering menghibur dirinya serta memberikan bantuan finansial padanya hampir setiap hari saat ia belum mampu bekerja kembali.


Berbulan bulan ia menguatkan hatinya agar tidak larut dalam traumanya meskipun ia sangat kesulitan dalam menghadapi orang orang terutama pria. tetapi di karenakan Sarah banyak membantunya selama ini akhirnya wanita itu mencoba kembali bekerja seperti biasa demi ibunya yang masih terbaring di rumah sakit.


sebulan dua bulan pasca tragedi miris yang terjadi pada dirinya Ia mencoba bekerja kembali meskipun uang yang telah terkumpul belumlah tercukupi untuk kebutuhannya. hingga hari di mana ia di pusingkan dengan segala macam kebutuhan utama dan juga kebutuhan Yang lainnya akhirnya ia pun terpaksa memutuskan untuk melacurkan dirinya sendiri demi bisa mencukupi semua yang menjadi kebutuhannya.


Pada akhirnya ia pun terpaksa kembali lagi di tempat terkutuk ini. di kamar yang sama. Ia berdiri mematung dengan tatapan dingin melihat pria tampan yang sedang terbaring di atas ranjang dengan penampilannya yang berantakan.


Ia mendekati tuannya untuk membuka sepatu nya yang masih melekat di kaki pria itu, lalu membuka secara perlahan jas kerja yang masih melekat di tubuh tuannya serta membenarkan letak selimut pria itu dengan hati hati karena ia tak mau sedikit saja kesalahan bisa membangunkan tuannya itu.


karena bagaimana pun akan lebih aman jika ia membiarkan saja tuannya itu tidur hingga pagi tiba. dengan lelapnya. sehingga ia bisa bebas tugas untuk malam ini.


"istirahat sajalah tuan untuk malam ini. semoga mimpi indah". desisnya seraya beranjak dari sana.


wanita itu berniat pulang untuk malam ini lantaran tak ada lagi yang harus ia lakukan untuk tuan nya. saat ia melangkah menuju pintu kamar tiba tiba ia mendengar..


"Quin".


Ia menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah tuannya yang bergumam dalam tidurnya


yang mulai tampak gelisah.


Ia pun kembali mendekati tuannya itu untuk mencari tau apakah pria itu sedang bermimpi buruk atau hanya bergumam biasa di sebab kan karena efek mabuknya.


"Quin"


wanita itu terpaku di tempatnya sembari menatap pria yang terlihat gelisah dalam mimpinya. ia ragu untuk membangunkan tuannya itu karena ia sendiri pun takut jika tuannya itu akan menerkam dirinya lagi malam ini, meski pun ia tau bahwa ini adalah sebuah tugas yang harus ia jalani kembali.


"Quin".


wanita itu mengernyitkan dahinya saat mendengar sebuah nama di sebutkan kembali untuk yang ke tiga kalinya.

__ADS_1


"Gwen?. apa Qin ya?". tanyanya di hati seraya mendekati telinganya ke bibir tuannya yang masih terlihat gelisah.


"aku kangen".


Ia segera menjauhkan telinganya dari bibir tuannya itu setelah ia mendengar cukup jelas jika tuannya itu tengah sangat merindukan seseorang.


"perempuan itu pastilah orang yang sangat istimewa bagi pria ini." gumam nya di hati.


wanita itu membenahi kembali selimutnya pria ini setelah tuannya itu sudah kembali tenang dalam tidurnya. ia menunggu sesaat sebelum Akhirnya ia pergi dari tempat itu.


keesokan paginya


Pria itu membuka matanya perlahan saat sinar matahari menerangi seluruh ruangan kamar yang di tempati nya. kepalanya masih terasa pusing di akibatkan ia terlalu banyak mengkonsumsi minuman beralkohol semalam.


"akkh..****". umpatnya dalam kesakitan akibat rasa denyut di kepalanya.


Ia berniat menghubungi seseorang sembari meraba kantong jasnya untuk mengambil ponselnya tetapi ia baru menyadari jika ia tidak menggunakan jasnya lagi. pria itu menoleh ke kanan kiri untuk mencari jasnya yang tiba tiba menghilang dari tubuhnya.


lalu netranya menangkap sebuah jas miliknya yang ia gunakan semalam saat ia bertemu dengan teman temannya sepulang dari kantor nya bertengger rapi di Sandaran sofa tunggal yang berada di sudut ruangan kamar ini.


Ia mengernyitkan dahinya sembari mendekati sofa tersebut.


lalu ia pun segera menelpon karibnya yang mengajaknya ke sini dan menanyakan keberadaannya.


sementara di kamar lainnya Fadil bersiap pergi dari kamar tersebut setelah mentransfer sejumlah uang pada Sarah.


"thank you dear. you are so nice to night. I Already transferred the money," ujar Fadil seraya menunjukkan layar ponselnya ke pada Sarah.


"oke.thank you,"sahut Sarah dengan senyum kecilnya.


lalu pria itu pergi meninggalkan Sarah yang masih berada di atas ranjang seraya menggulung tubuhnya dengan selimut.


Sarah kembali di tinggal sendirian oleh pria yang baru saja membayar dirinya atas pelayanannya tadi malam. wanita itu hanya bisa menatap sekilas punggung kekar yang selalu menjadi incaran kuku cantiknya meski pun memang tak pernah di buatnya berdarah dan hanya sedikit menimbulkan goresan saja tetapi di kemudian hari goresan tersebut menghilang begitu saja.


Ia tersadar dari lamunannya saat hentakan kecil dari pintu yang di tutup oleh pria yang menjadi ATM berjalannya meskipun hanya untuk sementara lalu beranjak dari ranjang menuju ke kamar mandi.


**

__ADS_1


Fadil nyelonong masuk ke kamarnya Vino saat karibnya itu menyuruhnya untuk segera masuk ke kamar yang biasa mereka gunakan untuk bersenang senang dengan wanita yang ada di night clubs ini. entah itu seorang anggota club atau pun pengunjung biasa yang sedang mencoba mencari sensasi lain dalam menghibur dirinya.


"dia kemana?", tanya Fadil ke Vino seraya menelisik ke seluruh ruangan kamarnya Vino.


"Dia siapa?", tanya Vino.


"yah partner kamu lah. memang siapa lagi?", sahut Fadil heran.


"partner?.maksud kamu partner *** yang mana?", tanya Vino kembali.


"ya partner sexnya kamulah. temannya Sarah", tukas Fadil tegas.


"ga ada. ga ada yang ke sini. aku terbangun dari tidurku dalam keadaan sendiri", jawab Vino.


"hah?. yang benar sajalah kamu?. masa iya kamu tidur sendirian semalaman di sini", ucap Fadil terhenyak kaget.


Vino mendengus kesal lalu menjawab dengan jengkel atas pertanyaan karibnya itu.


"mmm..iya Fadil. ngapain juga aku mesti bohong sama kamu".


"nih kamu liat. ada hal hal aneh ga yang terjadi pada tubuhku atau kamu liat tu tempat tidurnya. ada bau bau hasil gituan ga?", tanya nya seraya menunjuk ke arah ranjang dengan dagunya.


Fadil pun hanya bisa terdiam dalam kebingungannya. sebab memang ia sendiri yang melihat dan mengantarkan wanita itu ke kamar ini untuk menemani Vino atas permintaan Vino saat karibnya itu sedang mabuk berat.


tetapi pagi ini sungguh terasa aneh baginya.


"apakah tadi malam wanita itu langsung pulang atau dia memang tak melayani Vino sama sekali?", sebuah pertanyaan yang menjadi PR bagi Fadil untuk menemukan jawabannya segera.


"aku mau pulang sekarang", ucap Vino seraya menyodorkan tangannya untuk di tuntun Fadil pulang di karenakan kepalanya masih terasa berat.


"oh. oke", sahut Fadil sembari mengambil tangannya Vino.


"makanya kamu tuh jangan kebanyakan minum nurutin nafsu. jadinya kamu mabuk berat gini kan. terus ga bisa kerja ujung ujung nya", omel Fadil seraya menuntun karibnya itu.


"mm..bawel kamu", celetuk Vino.


Yok ke chapter selanjutnya ya??

__ADS_1


****************


Readers...mohon dukungannya ya untuk novel ke empat ku ini. Tetap memberikan like, vote, komen dan masuk dalam favoritnya readers ya...please...😉.


__ADS_2