Queenvin

Queenvin
Bercanda dengan Bunda


__ADS_3

hai my reader. I am coming back. happy reading.


Nita masih menemani ibunya di ruang rawat intensif sembari menunggu laporan dari dokter mengenai kepindahan sang ibu ke ruang rawat inap lainnya. ia patut bersyukur jika saat ini ibunya sudah siuman


sedangkan sang bunda yang telah sadar dari komanya satu hari yang lalu menatap sendu pada putri satu satunya itu.


"kamu nampak kurusan nak". ucap sang bunda pelan dan terdengar lemah kala memperhatikan anak satu satunya yang tertinggal dari keluarga intinya.


Ia hanya tersenyum menanggapi ucapan ibu nya yang mulai berbicara pagi ini setelah cukup lama terdiam setelah sadar dari siumannya. pagi tadi ia mendapatkan telpon dari pihak rumah sakit setelah seorang petugas memberitahukan jika ibundanya memanggil namanya dan memintanya datang


"ga apa apa bunda. nanti badanku bisa berisi lagi kalau bunda udah pulang ke rumah dan nemenin aku makan". jawabnya dengan niat menyemangati sang bunda agar tetap tenang dalam menjalani pengobatan.


"bunda akan bilang sama dokternya kalau bunda akan pulang sekarang". ujar sang bunda lemah.


"terserah bunda. coba aja kalau bisa. aku langsung beresin barang barang kita yang ada di sini untuk di bawa pulang". jawabnya menantang sang bunda seraya tersenyum.


Ia sengaja melakukannya, berharap bundanya memiliki semangat untuk Bertahan dalam kesakitannya sekaligus mengajak sang bunda dengan canda kecilnya.


"iya. nanti bunda buktikan". ucap sang bunda bernada lemah tetapi penuh dengan senyum yang menghiasi bibirnya.


sang bunda sungguh merasa amat bahagia bisa melihat putrinya lagi dan bercanda seperti ini. hal yang jarang mereka lakukan setelah dirinya keseringan masuk rumah sakit


getaran ponsel di saku celananya Nita membuat dirinya harus keluar dari ruangan itu. ia meminta ijin pada ibunya untuk menerima panggilan masuk di ponselnya.


Nita mengernyitkan dahinya sesaat saat nomor tak di kenalinya melakukan panggilan masuk ke ponselnya


"hallo". sapanya singkat.


"I need you right now ( aku butuh kamu sekarang juga )". ucap seorang pria dari seberang ponselnya.


"mmm..maaf. ini..dengan sia..


"I am your employer". ucap pria yang bersuara berat dari seberang ponselnya yang langsung memotong ucapannya Nita.


Darahnya berdesir seketika saat mengetahui nasibnya yang harus berakhir di ranjang panas kembali.

__ADS_1


"ba..baik tuan". sahutnya gugup.


"ohh ya Tuhan. aku harus benar benar menyiapkan stamina untuk malam ini". keluh nya di hati saat ia teringat peristiwa saat ia menyerahkan dirinya pada pria itu.


ia berbalik menatap ke jendela di mana ia bisa melihat sang bunda dari jendela gorden yang transparan. Nita kembali masuk ke ruangan tersebut.


"telpon dari siapa?". tanya sang bunda.


"cuma dari temen Bun". jawabnya singkat.


"ada perlu apa?". tanya bundanya kembali.


"ga ada. cuma nanyain besok ada jadwal kuliah apa ga?".


Nita terpaksa berbohong pada bundanya lantaran tak ingin membuat bundanya semakin banyak bertanya tentang Mr. Chow.


biarlah ia menanggung derita badan dan bathin ini sendirian. bundanya tak perlu tau atas dosa apa yang di lakukannya selama dua Minggu belakangan ini.


Saat Nita menunggu bundanya kembali tertidur. kembali ponselnya bergetar dan ia pun terpaksa mematikan ponsel tersebut hingga sang bunda benar benar terlelap. ia tak ingin mengganggu kuantitas istirahatnya sang bunda. lalu ia menitipkan bundanya pada perawat jaga dan mengatakan pada mereka jika Ia akan kembali besok.


"iya tuan saya lagi di jalan".


Setibanya di hotel tersebut. Ia langsung menuju kamar hotel yang di sebutkan oleh tuannya itu.


Dengan perasaan gugup Ia mengetuk pintu kamar tersebut dan terbukalah pintu dari kamar mewah tersebut.


"maaf tuan saya terlambat". ucapnya seraya menundukkan pandangannya dari pria yang menatapnya dengan sorot matanya yang tajam.


"masuk". titahnya.


Nita pun menuruti perintah tuannya itu. Ia melihat Mr. Chow menuangkan wine ke dalam dua gelas lalu menyodorkan satu gelas yang berisi minuman yang pernah membuat sebagian orang lupa diri karenanya


"ma..maaf tuan tapi saya tidak minum".


"oh ya??. benarkah?". tanya pria itu tak percaya.

__ADS_1


Nita mengangguk pelan, sedangkan pria itu tersenyum miring seraya menatap wanita yang ada di hadapannya sinis.


"sok lugu". cibirnya di hati untuk wanita yang masih menundukkan pandangannya itu.


"look at me! ( lihat aku!)". titahnya tegas.


Nita pun mengangkat wajahnya menatap pria yang tengah menatapnya nyalang. lalu pria itu menegak winenya dan membiarkan sejenak di dalam mulutnya.


Mr.Chow mendekatinya dalam jarak sejengkal lalu menarik tengkuknya dan mendaratkan bibirnya yang masih di penuhi wine di dalam mulutnya ke bibirnya Nita yang mengatup rapat.


Nita merasakan rasa manis wine masuk dari celah celah bibirnya yang kecil tetapi full di bagian bawahnya yang sedang di buka paksa oleh pria itu dengan bibirnya yang pilthrum bulat.


Pria itu tak menyia-nyiakan kesempatan saat bibir milik perempuan itu mulai terbuka karena pemaksaan darinya dan menumpah kan seluruh cairan wine di dalam mulutnya ke mulut wanita itu dan menutupnya rapat agar cairan winenya masuk ke tenggorokan wanita yang menurutnya sok lugu itu dengan bibirnya.


Nita tersedak dan terbatuk batuk saat cairan wine yang mengalir masuk dari mulutnya pria itu ke tenggorokannya yang kering lantaran ia belum sempat meminum air putih segelas pun sejak ia berangkat dari rumah sakit menuju hotel ini.


Pria itu tersenyum miring saat berhasil memasukkan cairan wine yang telah di campuri oleh obat kuat agar wanita itu memiliki stamina yang bisa mengimbangi permainannya malam ini.


"pakai itu". titahnya seraya menunjukkan pada satu paper bag di atas ranjang saat Nita telah merasa lega setelah terbatuk.


"hah".


"pakai itu sekarang juga". titahnya seraya menyenderkan punggungnya di atas sofa tunggal lalu kedua kakinya ia naikkan di atas meja.


"tunggu apa lagi". tegasnya saat melihat Nita masih mematung.


Nita berjalan perlahan mendekati ranjang untuk membuka isi paper bag yang di berikan padanya dari pria yang menyewa tubuhnya untuk setahun.


Dahinya berkerut saat melirik isi di dalam paperbag tersebut. ia pun mengambilnya, dan seketika itu juga Pupil netranya melebar saat melihat pakaian dalam wanita yang hanya cukup menutupi kuncup dari bagian sensitif nya saja.


"hah??!". pekiknya merasa jijik.


...****************...


Readers...mohon dukungannya ya untuk novel ke empat ku ini. Tetap memberikan like, vote, komen dan masuk dalam favoritnya readers ya...please...😉.

__ADS_1


__ADS_2