Queenvin

Queenvin
hukuman


__ADS_3

Hai my reader. I am coming back. happy reading.


Beberapa saat kemudian.


Dyah telah berhasil membuat putrinya itu tenang. ia membawa Quini kembali ke kamar nya. setelahnya ia berusaha membujuk kembali suaminya agar membatalkan hukuman untuk Quini. entah berapa lama Pasangan suami istri itu berdebat dalam keheningan malam itu.


"jangan membantahku Dyah. aku lakukan ini demi kebaikan putrimu!". tukas Faisal tegas.


"tapi abang. hukuman ini juga terlalu berat buat ku selain Quini bang. Quini putri kita satu satunya kenapa harus abang berikan hukuman seberat itu. sungguh aku tak sanggup bila Abang menjauhkan putri ku dariku bang". ujar Dyah di sela Isak tangis nya.


Faisal tidak mempunyai pilihan selain berkata lebih keras dan tegas pada istrinya yang mulai terisak.


"cukup Dyah. jangan merengek lagi. jika kau cukup sayang pada putrimu seharusnya sedari dulu kau juga bertindak tegas terhadap apa yang di lakukannya selama ini. bukan mendukungnya seperti yang kau lakukan selama ini".


"ini terlalu kejam buatku bang. Quini putri kita satu satunya. dia masih belia dan belum pun mengerti apa apa. mengapa tak hukum saja dia secara bijaksana bukan memisahkan anak itu dari keluarganya". tutur Dyah yang tak tahan lagi akan sikap suaminya.


Faisal menarik dalam nafasnya dan membuangnya kasar saat mendengar pernyataan dari istrinya. hingga akhirnya ia pun harus memberikan pilihan pada istrinya.


"baiklah. aku tidak akan mengirim Quini ke rumah ibu. tapi kau juga harus membuat pilihan Dyah". ujar Faisal.


Dyah mengangkat wajahnya dan menatap suaminya lalu berkata" pilihan apa bang?".


"mereka yang membuat kesalahan semalam harus meninggalkan istana dan bekerja di kediaman ibuku atau mereka tidak boleh lagi bekerja di keluarga kita". ucap Faisal.


"bang". pekik Dyah kaget.


"keputusan itu sudah final Dyah. dan jangan kau ganggu gugat lagi". kata Faisal tegas seraya berlalu dari hadapan istrinya.


"bang". panggil Dyah bernada lirih.


"apa yang harus ku katakan pada Quini". gumamnya lirih.

__ADS_1


sungguh keputusan yang membuat dilema dirinya begitupun juga Quini yang sengaja menguping dari balik pintu Quini. Ia kembali ke kamarnya dan menenggelamkan wajahnya di antara bantal dan kasur. di sanalah ia menangis sejadi jadinya membayangkan kehidupan keras saat ia tinggal dengan keluarga ayahnya.


akan tetapi satu sisi lagi ia tak tega harus mengorbankan keluarga Kevin dan juga Wak Banun yang telah berbuat baik selama ini. jika mereka semua di usir dari istana bagaimana dengan Kevin saat Kokonya itu pulang ke sini nanti.


"Ko Kevin". panggilnya lirih.


'koko". Panggilnya dalam isaknya.


cukup lama Quini menangis di dalam kamar sendirian tanpa ada yang tau bagaimana sedihnya perasaan gadis itu. mungkin karena terlalu lelah ia menangis akhirnya ia tertidur. sebelum tertidur ia sempat menyebutkan nama Kevin di bibirnya.


"Kevin".


**


Wanita cantik itu terkesiap bangun dari tidurnya setelah Ia tanpa sadar tertidur dan hampir saja tenggelam di sebuah bathtub yang sudah meluap hingga membanjiri lantai kamar mandi.


Nafas wanita itu tersengal sengal serta terbatuk-batuk batuk setelah sadar jika dirinya hampir saja berpindah ke alam lain jika bukan tersadar dari mimpinya yang sebelumnya wanita itu tengah membayang kan akan kisah masa lalunya, yang pada akhirnya ia tertidur di karenakan terlalu lelah bekerja dalam melayani pria yang membayar tubuhnya.


Wanita itu tersenyum miring melirik pria yang membuatnya sakit secara fisik dan bathin setiap kali bertemu. jika bukan karena kontrak mungkin cukup sekali ia melayani pria itu.


Wanita itu menghela nafasnya yang terasa berat. ia berniat pulang malam ini juga. beristirahat di rumah lebih baik dari pada di hotel bersama pria asing. apa lagi fajar akan segera tiba. itu berarti tugasnya malam ini telah selesai.


"tak ada salahnya jika kali ini aku saja yang duluan meninggalkan pria ini. lagi pula dia kan punya nomor ponsel ku. pastilah ia akan menghubungi aku kapan saja dia mau. apa lagi aku juga telah menyimpan nomor Mr. chow. jadi akan mudah menagih bayarannya sesuai yang di janjikan dalam surat tersebut" pikirnya seraya mengendap endap menuju pintu.


Saat ia bersiap untuk membuka pintu tiba tiba dering alarm ponsel mengagetkan dirinya dan juga pria yang terlelap itu. Wanita itu terpaku di tempat saat melihat tubuh pria itu bergerak menggeliat seraya tangannya meraba raba mencari sesuatu di atas nakas.


sementara Mr. Chow yang sedang meraba raba ponsel milik nya yang berada di atas nakas, lalu Ia mematikan dengan rasa malas saat melihat waktu yang biasa ia setel di jam segini untuk jadwal hariannya.


"ahh..sial. aku lupa mematikan alarmnya". gerutunya di hati.


lalu ia membalikkan tubuhnya untuk mencari tubuh yang seharusnya menemani dirinya tidur malam ini. ia mengernyitkan dahinya saat melihat bantal yang seharusnya terisi wanita yang semalam memberinya rasa nikmat.

__ADS_1


"hey Lady". panggilnya seraya menelisik ke seluruh ruangan kamar yang temaram.


Wanita itu yang masih berdiri mematung di depan pintu yang berada di sudut kamar hanya bisa terdiam dengan wajahnya yang tegang saat pria itu berulang kali memanggil dirinya.


"ya ampun. pria ini kenapa harus bangun sekarang sih". gerutunya di hati.


"Nita??". pekik Mr. Chow heran.


Wanita itu menelan kasar salivanya saat netra pria itu telah berhasil menangkap tubuhnya yang sengaja ia sembunyikan di sudut kamar yang lebih gelap dari ruangan yang lainnya.


" what are you doing there??". tanyanya heran saat ia melihat samar jika wanita itu telah berpakaian lengkap.


tentu saja hal ini membuat dahi pria itu semakin berkerut heran. Ia turun dari ranjang nya dan mendekati Wanita yang seharusnya tetap menemaninya hingga dirinya sendirilah yang meninggalkan wanita ini untuk hari ini.


"kamu mau kemana?!". tanyanya setelah berada tepat di hadapan perempuan yang menunjukkan ekspresi tegang di wajahnya.


Wanita itu bergeming. seketika otaknya buntu di sertai lidahnya yang tiba tiba kelu untuk mencari cari alasan tertentu agar dirinya bisa lepas dari pria itu.


Mr. Chow tersenyum smirk saat berhasil membuat wanita itu merasa ketakutan.


"kenapa tidak di jawab hemm?". tanya Mr. Chow kembali.


"mm..sa..sa..ya..mau pulang". jawab wanita itu yang terpaksa harus jujur seraya memutar tuas pintu kamar hotel tersebut.


"eits. no..no..no.mbelum dulu baby". ucap Mr. Chow.


"kamu harus menerima hukuman"


...****************...


Readers...mohon dukungannya ya untuk novel ke empat ku ini. Tetap memberikan like, vote, komen dan masuk dalam favoritnya readers ya...please...😉.

__ADS_1


__ADS_2