
Hai reader. I am coming back. happy reading. moga happy.
"Bun. Saya minta maaf karena tadi udah bohong sama bunda" ucap Sarah menyesali perbuatannya meskipun ia tak berniat untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.
"ya sudah tak apa-apa," sahut sang bunda sembari memegang dadanya yang sebelah kiri.
"Bunda kenapa?" tanya Sarah saat melihat apa yang di lakukan oleh wanita yang ada di hadapannya ini.
"Ga apa-apa Sarah"
"Bunda istirahat aja di dulu. Biar Quinitanya aku yang jaga" ucap Sarah pada wanita yang terlihat lelah dan lemah itu.
"Terima kasih nak Sarah" ucapnya seraya berdiri lalu meninggalkan Sarah dengan putrinya yang masih terbaring di atas ranjangnya.
Ke esokan paginya..
Sinar matahari menyeruak masuk dari celah gorden ke sebuah kamar kecil yang berukuran 3 x 3 meter persegi itu menerpa wajahnya cantik serta netra indahnya yang masih tertutup dengan kelopak matanya yang berhiaskan bulu matanya yang lentik.
wanita yang bernama Cut Quinita Maharani itu membuka perlahan matanya seraya mengerjapkannya secara perlahan untuk mengkondisikan cahaya yang menyilaukan kedua mata Spektrumnya yang masih di tutupi dengan kedua softlens yang berwarna sama dengan warna mata kebanyakan pribumi Indonesia.
Ia berusaha bangun dari tidurnya dan duduk di tepi ranjang untuk mengatur nafasnya sejenak sebelum ia berdiri menuju kamar mandi. Ia ingat jika masih ada jadwal mata kuliah yang harus ia ikuti pagi ini.
Ia mendengar tuas pintu di buka dari luar lalu menoleh ke arah sumber suara tersebut untuk memastikan siapa yang datang.
"Hei putri raja udah bangun ya?!" seru Sarah dengan nampan yang berisi mangkok dan segelas air teh yang masih mengepul asap nya.
"Nih makan dulu ya bubur ayamnya. Soalnya pagi pagi buta aku sengaja ke warung yang di ujung lorong untuk belanja bahan makanan buat di masakin sama bunda kamu" ujar Sarah seraya memasukkan sendok makan ke dalam mangkok yang berisi bubur lengkap beserta toppingnya.
__ADS_1
"Nah Quinita. Di makan ya" ujar Sarah kembali sambil menyodor kan mangkuk yang di lapisi piring kecil di bawahnya.
Quinita mengambil apa yang di tawarkan Sarah untuknya lalu ia mengaduk aduk isi mangkok tersebut untuk mencari suwiran ayam yang biasa tersedia di bubur ayam favoritnya saat ia tak berselera makan yang lain.
"Kok ga ada ayamnya?" tanya Quini sembari terus mencari apa yang dia inginkan.
"engh..itu memang ga ada. Soalnya aku stok ayam di warung depan habis. Nunggu lagi ntar kelamaan" jawab Sarah.
Sebenarnya jika Sarah mau menunggu sedikit lagi mungkin ia akan mendapatkan barang yang di inginkan oleh karibnya ini. Hanya saja Sarah sudah terlalu panas kupingnya karena mendengar gosip dan ocehan dari mulut ibu ibu yang suka ngusilin hidup orang. Apa lagi yang mereka bicarakan tentang hidupnya Quinita dan ibunya.
Satu jam yang lalu...
Sarah sengaja bangun di pagi pagi sekali untuk mengecek keadaan Karibnya ini. Ia memeriksa kondisi Karibnya yang sudah ia anggap sebagai pasien pertamanya.
"hmm..sudah mendingan" gumamnya setelah ia merasakan kulit yang sedikit hangat di dahi sahabatnya itu di bandingkan semalam yang bahkan ia dekati saja hawa panas langsung terasa di kulit telapak tangannya sendiri.
"udah mendingan Bun" sahutnya.
"Ohh.. syukurlah" jawab sang bunda.
"Bunda ke dapur dulu ya?, Bunda mau masakin sesuatu untuk Quini, Biasanya dia maunya bubur ayam kalau lagi ga enak badan," ujar sang Bunda.
"Iya Bun" sahut Sarah singkat seraya tersenyum.
Sambil menunggu Bundanya Quini memasak di dapur. Sarah memilih masuk ke kamar mandi yang berukuran kecil yang terletak di antara kamar utama dan kamarnya Quini.
Beberapa menit berlalu dan Sarah masih menunggu di kamar setelah ia membersihkan tubuhnya pagi ini. Tetapi yang menjadi pertanyaan dirinya adalah seharusnya bunda nya Quini itu sudah menyelesaikan tugas memasaknya jika hanya memasang bubur ayam saja.
__ADS_1
Sarah berinisiatif menyusul sang bunda ke dapur dan mendapati bundanya Quini itu lagi kebingungan melihat isi kulkas yang sebagian kosong dan hanya berisi bahan kelengkapan dapur seadanya.
"Ada yang bisa di bantu Bunda?" tanya Sarah basa basi meskipun ia tau jika Bundanya Quini ini tengah dilema.
Yah dilema. Di satu sisi ingin memasak tapi bahannya yang tak lengkap. Mau pergi belanja kejauhan untuk berjalan kaki di mana letak warungnya yang berada di ujung lorong dari rumah ini.
"Mm..Ada bahan yang kurang jadi bunda bingung mau masak apa lain selain bubur ayam. Soalnya cuma itu yang Quini mau kalau lagi sakit" jawab sang bunda yang merasa tak enak hati lantaran ia tak memeriksa serta memenuhi isi lemari esnya sendiri lantaran sudah di beri uang belanja oleh Quini selama ini.
Bukan ia tak mau membelanjakan uang yang di berikan Quini padanya. hanya saja ia juga tak mau boros jika hanya mengisi lemari es dengan bahan makanan yang jarang di makan oleh putrinya itu. Lantaran putrinya itu sering menghabiskan waktu di luar rumah selama ia sibuk dengan skripsinya. Jadinya Quini jarang makan di rumah.
Akhirnya ia hanya masak untuk dirinya sendiri saja dengan membeli bahan makanan yang berhubungan dengan kesehatan jantungnya yang belum lama di tranplantasi. Dan juga ginjalnya yang masih butuh perawatan dan juga pengobatan intensif.
Apalagi putrinya itu berpesan yang yang di titipkan gunakan untuk keperluan dirinya sendiri dulu baru memikirkan soal rumah. Ia hanya menuruti apa yang putrinya itu suruh. Pernah ia membantah apa yang di pesankan Quini padanya, dan itu membuat putrinya itu marah besar dan mengancam tak akan pulang ke rumah ini lagi jika ia melanggar apa yang di pesankan oleh putrinya itu.
Sejak saat itulah ia hanya menuruti apa yang di pesankan Quini padanya. Ia tak ingin menambah beban pada putrinya dengan melanggar apa yang di pesankan.
Sarah yang mengerti kondisi kesehatan ibunya Quini ini pun berinisiatif untuk pergi belanja sendiri.
"Biar aku yang pergi belanja ya Bun. Bunda mau masak bubur ayam kan" ujar Sarah.
"Ini duitnya nak" ucap sang bunda.
"Ga usah Bun. Aku juga pingin belanja untuk keperluan aku juga. Jadi sekalian" sahut Sarah
Ke chapter selanjutnya yok?
****************
__ADS_1
Readers...mohon dukungannya ya untuk novel ke empat ku ini. Tetap memberikan like, vote, komen dan masuk dalam favoritnya readers ya...please...😉.