Queenvin

Queenvin
Dosen baru yang bikin Risau


__ADS_3

Hai reader. I am coming back. happy reading. moga happy.


Saat dua wanita cantik tengah membahas soal materi skripsi mereka berdua di rumah nya Sarah. Tiba tiba dering ponsel dari salah satunya berbunyi yang secara kebetulan bernada sama pada panggilan masuknya. Dan langsung saja keduanya memilih mengangkat panggilan tersebut.


Akan tetapi Sarah kembali meletakkan ponsel nya di atas meja karena tak ada satu pun panggilan atau pun pesan yang masuk untuk dirinya. Lalu ia menoleh ke arah karibnya yang hanya menatap layar ponselnya setelah karib nya itu mengecilkan volume dari nada dering ponselnya.


"kok cuma di liatin aja Ta?" tanya Sarah.


Wanita itu tak menjawab tetapi lebih memilih menunjukkan layar ponselnya yang tertera nama Mr. Chow yang sedang melakukan panggilan.


"Aku lagi males Sar" sahutnya.


"Males?" tanya Sarah.


"mmmm" sahutnya rada malas.


"jadi gmn?. mau kamu abaikan?" tanya Sarah.


"Partnerku beda sama partner kamu Sar" ucapnya seketika seraya menundukkan pandangannya menatap layar ponselnya kembali.


"kenapa Ta?. Apa karena dia kasar ya?" tanya Sarah hati-hati.


"Ya" sahutnya singkat seraya menghela nafas nya sesaat.


"Jadi selama ini kamu..." Sarah sulit untuk melanjutkan kata-katanya lantaran ia takut salah.


"Ya. Aku hanya di anggapnya budak ****" sahutnya pelan.


Sarah bergeming menatap karibnya ini.


"Aku tau kalau pekerjaan yang aku lakukan akan beresiko seperti ini. Tapi aku juga punya titik jenuh menahan rasa sakit yang pria itu ciptakan Sar. Kamu beruntung, setidaknya kamu tak pernah mengalami rasa sakit setiap kali melayani dia. Jika pun kontrak kalian di lanjutkan, aku doakan semoga langgeng hingga ke pernikahan" ucap wanita itu.


Sarah tersenyum seraya menggeleng pelan.


"Seandainya seperti itu Ta. Tapi kenyataannya enggak Ta. Aku di putus kontrak sepihak oleh Fadil" sahut Sarah jujur.

__ADS_1


"hah. Benarkah?. Ke.. kenapa?. Bukankah jatah kontrak kalian masih ada satu bulan lagi?" tanya wanita itu.


"yah memang. Tapi Fadil tidak mau melanjut kannya lagi Ta. Tapi dia udah bayar jatah kontrak aku yang sebulan lagi itu kok, plus di tambah bonusnya. Lumayan buat jatah hidup beberapa bulan ke depan kalau aku berhemat sampai aku lulus nanti" jawab Sarah.


"Yah semoga mencukupi" desisnya saat mendengar Sarah menyebutkan jumlah nominal yang sebenarnya.


Mungkin untuk seorang Sarah yang hanya cukup menghidupi dirinya sendiri. Jumlah segitu jauh dari kata cukup. Akan tetapi uang segitu harus ia bagi berdua untuk jatah hidup ibunya. Belum lagi biaya perawatan, kuliahnya bahkan harus membayar kontrakan kecilnya yang jumlahnya juga termasuk mencekik leher bagi orang yang tidak mempunyai penghasilan tetap jika ia harus kembali pada pekerjaannya yang dulu.


Tapi jika harus melanjutkan pekerjaan kotor nya lagi jikalau pun pria itu tak ingin melanjut kan dengannya kembali. Ia juga tak yakin tak akan menemukan pria yang sama seperti tuannya itu. Bisa jadi ia bertemu dengan seseorang yang lebih mengerikan lagi. Ia pun bergidik ngeri saat membayangkannya.


"Bagaimana kalau kita buka usaha aja Sar dengan uang yang ada?" ucapnya saat sebuah ide muncul di kepalanya.


"Ya boleh. Tapi usaha apa?" tanya Sarah kembali.


"Usaha apa ya?" mm.." tanya wanita itu kembali yang berusaha memikirkan tentang sebuah usaha yang minim modal dengan untung yang lumayan.


"Bagaimana kalau usaha yang berhubungan dengan pekerjaan kita?" saran Sarah.


"Boleh juga idenya Sar. Tapi apa ya?" tanya wanita itu kembali.


Nada dering kembali terdengar meskipun tadinya sudah di kecilkan volumenya. Sarah menyarankan untuk mengangkat ponselnya segera walau apapun yang terjadi.


"Ha..hallo mister" sapanya gugup.


"I need you. To the usual place right now!. ( aku membutuhkanmu. Ke tempat biasa sekarang juga)" titah Mr. Chow dari seberang ponselnya wanita itu yang tak lain adalah dosennya sendiri sejak hari ini.


"Yes sir. I'm going there right now ( ya tuan. Aku akan segera kesana sekarang juga)" sahut wanita itu gugup.


Sementara Sarah yang melihat raut wajah karibnya yang tak bersemangat serta ada nada gugup saat menerima panggilan masuk dari pria yang mengontraknya menjadi iba karenanya.


Jika ia bisa menggantikan posisi karibnya itu mungkin ia akan rela menahan sedikit rasa sakit seperti yang di katakan karibnya ini. Hanya saja kontrak yang sudah di buat sesuai kesepakatan mereka berdua tak bisa di ganggu gugat. Lagian pun Sarah tak ingin membuat masalah di antara mereka.


Mr. Chow alias Doctor Vino adalah seseorang yang terkesan kejam dan maniak di dunia malam tetapi begitu manis di depan para mahasiswanya. Setidaknya itulah kesan pertama mereka saat pria itu menjadi dosen dadakan mereka.


"Di suruh datang ya?" tanya Sarah yang merasa tak enak hati.

__ADS_1


"mmm..ya" sahut wanita itu seraya tersenyum enggan.


"Ya udah. Sini aku bantuin kamu buat make up" tawar Sarah.


Wanita itu hanya mengangguk pelan. Dengan berat hati ia membiarkan Sarah mengaplikasi kan wajahnya dengan sapuan bedak, eye shadow dan yang lainnya lebih tebal agar terlihat berbeda seperti biasanya saat ia menghadapi tuannya.


Lalu ia meminjam baju Sarah yang biasa Sarah gunakan untuk menemui partnernya.


"Softlensnya Ta" ujar Sarah seraya menunjuk kan beberapa warna softlens miliknya.


Wanita itu tersenyum sembari mengambil serta memasangnya sendiri satu warna softlens yang senada warnanya dengan yang biasa ia pakai untuk menutupi warna mata indahnya yang asli serta langka.


"Apa kamu udah siap Ta?". Tanya Sarah memastikan.


"udah" sahutnya singkat seraya menghela nafasnya sesaat.


"Ayok aku antar" ucap Sarah menawarkan diri nya kembali untuk mengantar karibnya itu.


Tanpa menunggu jawaban dari karibnya itu. Sarah langsung mengambil kunci mobilnya dan mengajak karibnya masuk ke mobilnya.


"Sebenarnya Aku masih bisa naik taxi Sar" tolaknya secara halus lantaran tak enak hati sudah merepotkan karibnya itu.


"Jangan Ta. Ini udah mau malam. Lebih aman naik mobil pribadi. Jadi kamu ga harus berhenti di depan gerbang Club" cegah Sarah yang mengkhawatirkan karibnya itu.


"Ayok Ta. Kalau sama aku. Aku bisa langsung masukin kamu ke hotelnya dari parkiran. Jadi ga semua orang lihat kamu" ujar Sarah yang lebih mengerti strategi agar tak di kenali orang luar jika ia adalah seorang pekerja di dunia malam.


Akhirnya wanita itu pun menuruti perkataan karibnya dengan memasuki mobilnya. Lalu Sarah mengemudikan mobilnya ke arah jalan menuju ke sebuah tempat di mana karibnya akan melakukan tugasnya kembali setelah cukup lama ia absen di karenakan partner karibnya itu sedang berada di luar negri.


"Kamu langsung ke kamar yang di sebutkan si mister alias si dosen cabul" ucap Sarah di akhiri dengan ungkapan kesal lantaran ia tau jika yang harus di layani adalah dosen mereka sendiri.


"Dosen cabul?" desis wanita itu seraya menoleh ke arah.


"Iya Dosen cabul yang bikin Risau" cibir Sarah.


Ke chapter selanjutnya yok?

__ADS_1


****************


Readers...mohon dukungannya ya untuk novel ke empat ku ini. Tetap memberikan like, vote, komen dan masuk dalam favoritnya readers ya...please...😉.


__ADS_2