
#happy reading my readers..
"Sakit". keluhnya kembali saat pria itu tak perduli pada apa yang ia ucapkan di telinga nya pria itu.
Setelah puas tuannya menggempur tubuhnya beberapa kali, akhirnya tuannya itu pun melepaskan dirinya setelah pria itu lelah lalu tertidur di samping tubuhnya yang masih polos tanpa pria itu mengerti untuk menutupi tubuhnya dengan selimut.
pria itu hanya tau menarik selimut untuk dirinya sendiri yang merasa risih karena tidur dengan keadaan tanpa sehelai benang pun yang melekat di tubuhnya, sedang kan Nita di biarkan begitu saja tanpa ada rasa empati sedikitpun meski hanya sekedar menanyakan apakah dia baik baik saja atau tidak setelah di buat lelah dan sakit, apa lagi Nita sempat mengeluh sakit di area sensitifnya karena ulah pria itu yang seolah olah jika dirinya adalah makanan lezat yang saban waktu kudu di santap tanpa harus di jeda sedikitpun.
Nita melirik sekilas pria yang membuatnya kesakitan sepanjang malam saat pria itu di puncak hasrat kelelakiannya. Ia berusaha bangun dari ranjangnya menuju kamar mandi
"akh". pekiknya sambil bertumpu pada ujung nakas saat ia berusaha berdiri.
Rasa perih dan nyeri di bagian sensitifnya begitu terasa hingga ke pangkal pahanya. rasanya seperti di koyak oleh sesuatu dari dalam. dengan bersusah payah ia berjalan memasuki kamar mandi dan menguncinya dari dalam.
Ia menundukkan pandangannya ke bawah untuk melihat kondisi alat vitalnya yang satu itu melalui kaca wastafel.
"astaga". gumamnya saat melihat daerah yang satu itu membengkak serta memerah.
__ADS_1
bukan hanya itu saja, tetapi seluruh tubuhnya memerah akibat kuatnya cengkeraman dan remasan yang di lakukan oleh pria itu pada nya.
"di kontrak sih di kontrak. tapi ga harus di gini kan juga". keluhnya dengan tenggorokannya yang tercekat.
Nita memutar dua keran yang berisikan air panas dan biasa ke bathtub yang berada di kamar mandi tersebut. ia merendamkan tubuhnya di sana sembari untuk mengurangi bengkak di bagian sensitifnya.
"Dasar pria gila". desisnya sembari mengatup erat rahangnya.
lalu ia menangis dalam diamnya meskipun rasanya ia ingin berteriak sekeras mungkin jika ia tengah mengalami kesakitan. bahunya bergetar kuat saat ia hanya mampu menangis tanpa menimbulkan suara lantaran ia tak ingin membuat pria itu terjaga lalu menyentuh tubuhnya lagi dan lagi hingga pagi.
Lebih dari satu jam ia menahan Isak tangis di kamar mandi sembari menahan sakit dan lelah pada tubuhnya.
"bukankah ia juga tau resiko bahayanya penyakit kelamin yang bisa saja terjadi jika ia melacurkan diri seperti ini meskipun yang ia lakukan hanya pada satu pria saja sesuai dengan surat perjanjian yang sudah ia tanda tangani sebelumnya"
lantas kenapa ia harus menangis seperti ini. kenapa ia harus merasa sedih di berlaku kan seperti ini. Nita menangis bukan karena diri nya harus di kasihani oleh pria itu ia menangis lantaran ia merindukan kehidupan nya yang dulu.
kehidupan masa kecil yang bahagia di mana semua orang mencintai dirinya bahkan termasuk seseorang yang ia cari selama ini.
__ADS_1
seseorang yang selalu memperlakukan diri nya dengan baik dan istimewa, meskipun seluruh keluarganya termasuk ayahnya yang tidak menyukainya kecuali sang bunda yang tak pernah melarang siapapun jika dirinya berteman dekat dengan siapa saja, tetapi seseorang itulah yang ia sukai dan yang ia rindukan selama ini.
"Koko". desisnya lirih dengan bahunya yang masih bergetar serta pandangannya yang kini menunduk dalam di antara kedua lututnya.
Ia teringat dengan teman masa kecilnya yang selalu berlaku lembut padanya. ia tersenyum dalam tangisnya yang membuat hatinya tersenyum bahagia kala mengingat kenangan indah bersama mereka semuanya sebelum musibah bencana alam terjadi yang pernah menggempar kan seluruh dunia pada masa itu.
Ia teringat kali terakhir melihat senyum manis kokonya sebelum berangkat kembali ke luar daerah yang ia tempati waktu itu. kini fikiran nya menerawang jauh di mana ia sempat memanggil sebuah nama sembari berlari mengejar lelaki yang akan berangkat menuju terminal bus yang akan membawa teman masa kecilnya itu pergi meninggalkan dirinya sendirian kembali.
"Koko". desisnya seraya menutup matanya membayangkan kisah masa lalunya yang telah di tinggalkannya jauh.
"ko Kevin..". panggilnya ke pada seseorang itu sebelum ia tak sadarkan diri.
Wanita itu tak sadarkan diri, entah tertidur atau pingsan di dalam bathtub yang penuh dengan air hangat yang mulai meluap.
yok ke chapter selanjutnya ya??
****************
__ADS_1
Readers...mohon dukungannya ya untuk novel ke empat ku ini. Tetap memberikan like, vote, komen dan masuk dalam favoritnya readers ya...please...😉.