
"pagi..pagi..pagi.. hallo..hallo..hallo.. assalamualaikum..." suara merdu memecah aktivitas pagi di kampus Ayyunda Renata.
"101.11 MHz kembali mengudara di pagi yang cerah ini, bersama gue Rere yang akan menemani kalian kalian 2 jam kedepan" lanjut nya
"buat kalian kalian yang pengen request lagu..kirim kirim salam boleh.. Rere tunggu.. tetep ya.. di nomer 081234567890. salam pertama, Rere tujukan buat semua jurusan angkatan 2018 .. selamat pagiiiiii. awali pagi dengan bismillah, semoga kita selalu diberi kemudahan dan ke barokahan. lagu pertama dari Rere AA .. check it dot" (lagu diputar)..
2 jam pun berlalu. Rere siaran seorang diri. sebenarnya jadwalnya setiap hari untuk mengisi ukm adalah 1 jam. berhubung Rere sudah berjanji untuk membantu teman siarannya menggantikannya karena keperluan kampus.
Ayyunda Renata adalah seorang mahasiswi jurusan Psikologi. sekarang ia semester 5 yang artinya ia harus mempersiapkan diri untuk jadwal magang dan skripsinya.
Nama udara Ayyunda Renata adalah Rere.. ya karena ia tidak ingin mencampur aduk kan urusan kuliah nya dan ukm nya. baginya ukm radio adalah hobby yang memang ia sukai. namun kuliahnya adalah kebutuhannya untuk menunjang masa depannya.
ada sebuah perjanjian saat seorang penyiar radio di kampus menggunakan nama udaranya. yaitu setiap anggota akan menjaga identitas anggotanya dalam artian tidak membocorkan identitas aslinya.
ketika hendak meninggakan gedung ukm radio..tiba tiba
"ayy... makasih ya, udah gantiin gue siaran..tuh dosen aneh banget, senengnya maen ganti jam aja" sewot cici, teman siaran sekaligus teman kamar kost nya.
"gp2.. gimana, lancar kuliahnya neng gelis..." canda Rere
"Alhamdulillah... kantin yuk.. belum sarapan neh" lanjut cici
"ayuuukkk... " jawab lirih Erlin dan Ratih yang berlari kecil menghampiri ke dua sahabatnya.
Cici adalah salah satu mahasiswi jurusan managemen, erlin jurusan sastra dan Ratih jurusan komunikasi yang mana mereka bergabung di ukm radio.
"sorry... gue ada kuliah. udah mepet nih" jawab Rere sambil menunjuk jam nya. dan ia langsung segera meninggalkan teman temannya sebelum sempat mendapat persetujuan dari teman teman nya.
"by..by..Re..." dari jauh suara Ratih masih terdengar oleh Rere. dan Rere hanya melambaikan tangannya dan mengacungkan jempol tanpa menoleh kearah suara.
Dan benar saja.. begitu memasuki ruangan kelas, dosen sudah berada ditempat. Dengan memberanikan diri Rere mengetuk pintu ruangan.
__ADS_1
"Maaf pakk... selamat pagi... " sapa Rere berharap untuk di ijinkan masuk, yang ternyata hanya di angguki kepala oleh sang dosen tanda mengijinkan Rere bisa mengikuti kelasnya.
Materi kuliah pun telah usai. Tapi entah mengapa Rere masih enggan untuk keluar kelasnya. Rere masih memilirkan rencana yang setiap minggu selalu dibuatnya.
Sampai tak terasa kumandang adzan dhuhur terdengar. Rere pun bergegas untuk meninggalkan kelasnya menuju mushola jurusan.
Rere, Cici, Erlin dan Ratih adalah teman satu kost dan teman siaran di ukm radio. Meski satu kost dan satu ukm tapi mereka jarang untuk bisa berkumpul bersama karena kesibukan masing masing secara mereka berbeda jurusan.
Namun jangan di tanya apabila mereka sedang bersama. Dunia seperti milik mereka berempat. Meski hanya sekedar nongkrong di angkringan atau caffe dekat kampus.
"ha..ha..ha.." tawa pecah mereka berempat membuat se isi caffe dibuat melongo melihat hebohnya Rere cs. Mereka memutuskan untuk menghabiskan weekend mereka di caffe tempat Rere bekerja. Karena padatnya jadwal Rere yang tidak memungkinkan untuk mengikuti keinginan teman temannya maka teman temannya lah yang rela berkorban demi bisa kumpul bersama.
"Ayy.. coke float 1 boleh.." pinta Ratih. "Siap" singkat Rere. Tak lama coke float pun mendarat di meja Ratih.
"Off jam berapa".. tanya Erlin. "mmm.. bentar lagi, jam 2". jawab Rere sambil menunjuk jam tangannya. "Nonton yukks..." sambung Ratih "lama g nonton niih"... "setuju" lanjut Erlin.
"Maaf..." Rere langsung menyatukan tangannya di dada sambil menunduk tanda ia tak bisa mengabulkan permintaan teman temannya. Karena setelah kerja paruh wakty di caffe Rere lanjut pergi mengajar di salah tu bimbel dekat kampusnya.
__ADS_1
Teman teman Rere sadar.. jika Rere lah yang paling susah untuk diajak nongkrong bersama. Selain tugas tugas kuliahnya, ukm nya, kerja paruh waktunya, Rere mempunyai tanggung jawab sebagai asdos di jurusan nya.
"Jadwal lo hari ini ngapain.." tanya Cici teman sekamarnya. "mmm.. habis ini lanjut sholat dhuhur dulu trus ke perpus daerah trus lanjut bimbel" jawab Rere terperinci. "Ada yang mau temenin gue ke perpus.." tanya Rere sambil mengacungkan tangannya berharap ada yang mau menemaninya..
Teman temannya sama menggerakkan tangannya menandakan penolakan atas permintaan Rere. Meski Rere sudah bisa menebak jawaban teman temannya dan Rere pun hanya tersenyum manis melihat tingkah teman temannya. Entah kenapa Rere sangat senang sekali memanjakan dirinya dengan buku buku.
Setelah selesai sholat dhuhur, Rere bergegas mengambil sepeda lipatnya untuk menuju perpus daerah. Jaraknya tidak terlalu jauh dari kampus Rere. Ia memang sengaja melakukan semua aktivitas di luar kuliahnya dengan mengukur jarak tempuh yang bisa ia lakukan dengan sepeda lipatnya.
Meski orangtua Rere mampu untuk membelikan motor atau mobil untuk aktivitas kuliahnya namun Rere menolaknya. Ia lebih senang menggunakan sepeda lipatnya. Dan karena Rere anak yang sederhana tentunya.
Buku telah di kembalikan dan ia juga meminjam beberapa buku lainnya, lanjut Rere mengayuh sepeda lipatnya menunju bimbel. Sebelum masuk kelas untuk mengajar Rere meluangkan waktunya untuk menunaikan sholat Ashar terlebih dahulu.
Jam mengajar pun telah berakhir di sesi pertama. Rere bergerak menuju mushola karena adzan magrib sudah terdengar. Lanjut ia mengajar di sesi ke dua dan ke tiga nya.
Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Rere memutuskan ke mushola terlebih dahulu untuk sholat Isya sebelum pulang ke kost nya. Ia selalu mengingat pesan Ayahnya, bahwasannya sesibuk apa dirinya jangan lupa akan sholat. Karena sholat adalah tiangnya agama. Amalan yang pertama kali di hisab besok di hari kiamat.
__ADS_1
Di dalam perjalanan pulangnya, ia melihat Kak Cahyo sedang duduk sendiri di depan sebuah minimarket. Ia melihat sepertinya Kak Cahyo sedang memikirkan sesuatu yang berat. Ingin sekali ia menemuinya, namun ia tidak berani. Entah kenapa Rere sangat terpesona dengan semua yang ada pada diri Cahyo.