Radio Cinta

Radio Cinta
part. 28


__ADS_3

Alarm jam tangan Rere berbunyi. Rere menggeliat dan sadar jika ia sedang di apartemen Cahyo


Rere beranjak ke kamar mandi untuk melakukan aktivitas dini harinya


Setelah sholat malam dan berdoa, Rere meringkuk di sajadah, dan tertidur


Alarm Cahyo berbunyi pukul 4 pagi. Dia bangkit dari tidurnya membersihkan diri dikamar mandi dan ingin membangunkan Rere mengajaknya untuk sholat subuh


Cahyo tidak mendapati Rere di ranjang 'kemana dia. masak pulang' batinnya


Dilihatnya sekeliling kamar apartemen yang luas tanpa sekat itu pun tak tampak sosok Rere.


'Dimana Ayyang. Barang barangnya masih disini' gelisahnya muncul. Cahyo memutuskan untuk sholat subuh dan akan mencari Rere


Ketika ditempat sholatan, alangkah terkejutnya dia mendapati Rere meringkuk dalam mukenah di sajadahnya


Cahyo tersenyum simpul, dengan perlahan dia membangunkan Rere yang nyenyak dalam tidunya


"Ayyaaaaang.. Ayyyaaaaang" mengusap kepalanya dengan pelan dan lembut


Rere menggeliat meluruskan tubuhnya yang ia tekuk saat tidur. Mata nya terbuka melihat Cahyo yang tersenyum lebar. Ya.. sudah lama ia tak melihat senyum itu


Serasa bermimpi, Rere menutup matanya kembali hendak melanjutkan tidurnya


"Ayyaaaangg.. kog tidur lagi. Sudah subuh, ayo sholat dulu"


'glek..' membelalakkan matanya, mendadak menelan air liurnya yang kering. Dan langsung bangkit dari tidurnya


"Sudah subuh ya.."


"Heemmm.. sana ambil air wudhu, kakak tunggu"


Rere melepas mukenahnya dan berlari menuju kamar mandi


'Gila... gue pikir gue mimpi lihat senyum Kak Jo. Gila.. ganteng banget.. dduuuhhh... kenapa jantung ini juga kenceng banget sih. bisa mati jantungan gue kalo kayak gini' cerocosnya sendiri


"Kak.." teriaknya dari dalam kamar mandi


"Apa..." mendekat ke kamar mandi


"Punya sikat gigi gak.. tadi malam Ayya gak gosok gigi. gak biasa, gak enak rasanya" jelasnya


Cahyo mengambil sikat gigi baru yang diminta Rere. Mengetuk pintu kamar mandi dan Rere mengulurkan tangannya hanya dengan pintu yang terbuka sedikit


Rere segera menyelesaikan mandinya dan sholat berjamaah dengan Cahyo. Sekali lagi, selesai doa, Cahyo beranjak dan mencium pucuk kepala Rere, dan Rere hanya diam


Cahyo menelphon seseorang dan tak lama pintu apartemen di ketok. Cahyo membukakan pintu dan menerima paperbag.


"Nih pake" menyodorkan paperbag yang baru dia terima. "Kakak mau mandi dulu"


Rere menerima paperbag dan melihat isinya, gamis dan hijab dengan warna senada.


Rere ingin mengganti pakaiannya, namun dimana. tidak ada ruang yang tertutup selain kamar mandi


Akhirnya Rere beranjak ke dapur mini untuk melihat lihat mungkin ada yang bisa di makan atau minum


Rere membuka kulkas, didalamnya ada air mineral, soda dan buah. Rere mengambil beberapa buah apel, mulai mengupas dan memotongnya menjadi lebih kecil


Saat menikmati apelnya sontak Rere melihat arah pintu kamar mandi yang terbuka dan...


"Aaaa..... Kak Jo" menutup matanya dengan kedua tangan


"Apa.." tanyanya heran


"Pake baju donk.. masak hanya lilitan anduk doank!!!"


"Bajunya khan di lemari. Nah kamu sendiri kenapa belum ganti??" tanya nya balik

__ADS_1


"Tunggu kamar mandi" jawabnya singkat dengan membalikkan badannya


"Ya udah sana, Kakak sudah pake kamar mandinya" jawabnya datar


Rere mengambil paper bag dengan berlari menghindari Cahyo yang bertelanjang dada,


'brruuuk'..


'aaauuuu.....' kaki Rere tersangkut selimut di sofa yang belum di rapikan oleh Cahyo tadi


Segera Cahyo berlari memabantu Rere untuk bangkit


'Aauuuuwww...' rintihnya. Rupanya pergelangan kakinya sedikit terkilir


Cahyo mendudukan Rere di sofa, melipat selimut dan "Maaf, kakak lupa belum membereskan"


Cahyo duduk didepan Rere masih keadaan telanjang dada dan handuk yang dililitkan dipinggang


Cahyo mengangkat kaki Rere ke pahanya. Rere mengangkat kepalanya dan


"Kak Jo.." pekiknya kembali menutup mata dengan kedua tangannya


"Heemmm" mengabaikan apa yang dilakukan Rere dan tetap mengurut kaki Rere


"Udah enakan belum" Rere menggerak gerakan kakinya


"Kayaknya udah" Rere berusaha bangkit dengan mata masih ditutup dengan tangannya


Berjalan pelan dengan kaki pincang, menutup kamar mandi dan,


"Kak Jo...." teriaknya


"Apa" Cahyo langsung menghampiri pintu kamar mandi yang tertutup. "Ayyy..." teriaknya panik


Rere membuka pintu dan,


'huuufftt' Cahyo menghela nafas yang itu membuat Rere justru senang


'Kak Jo perhatian sama Ayya' dengan senyum dalam hati




Rere mengetok pintu kamar rumah sakit, perlahan masuk dan melihat sahabatnya disana.



"Cici... maafin gue ya.. Om, om sehat??" Rere menghampiri Cici memeluknya dan melihat Papa Cici terbaring dengan senyum lebarnya ke arah Rere



"Ayyu..."



"Iya Om.. bagaimana om. sudah baikkan.??" mencium tangan Papa Cici



"Iya.. sudah lebih baik. Om sudah sehat. Tapi gak dibolehin sama dokter" jawabnya panjang seperti memang sudah sangat baik



"Belum boleh Pa, gulanya tinggi Ayy, jadi harus di beri suntikan dulu" Cici menjelaskan dengan tegar


__ADS_1


"Kenapa lo gak kabarin gue sih.." tanya Rere sewot



"Maaf, lagian lo sibuk kan. jadi gak enak nanti ganggu .. maaf ya.."



"Heemm. gue juga minta maaf ya"



"Eh.. lo tahu dari mana.. kita khan gak kasih kabar" tanya Erlin tiba tiba



"Pagii.." Cahyo muncul dari balik pintu. "Apa kabar Pak??"



"Eh.. Nak Jovan. Sehat. Sudah lebih baik. Maaf ya kemaren tertunda, gara gara sakit saya" tangannya menjabat dengan saling menepuk



"Tidak apa apa Pak. Silahkan di sehatkan dulu badannya" jawab Cahyo singkat



"Kalian dateng berdua??!!" tanya Ratih



"Heemm" jawabnya Rere sambil tersenyum malu



"Nak Jovan. kenalin ini putri saya Cintya." Papa Cici mengenalkannya



"Sudah kenal Pa.. Kak Cahyo ketua di UKM Cici" jawab Cici pelan



"Namanya Jovan Ci, bukan Cahyo" kata Papa Cici



Semunya sama terkekeh mendengar pergulatan argumen Cici dan Papa nya. Karena sejatinya Cici juga terkejut saat ia dikenalkan Cahyo dengan nama Jovan



Waktu berlalu begitu cepat, Rere berpamitan pada Papa Cici karena ia harus bekerja



"Kalian ikut pulang Ayyu aja. Makasih udah nemenin gue kemaren." kata Cici pada Ratih dan Erlin



"Gak pa pa Ci, lo gue tinggal" tanya Ratih khawatir



"Gak pa pa.. gue udah tenang kog. Papa juga sudah lebih baik" kata Cici lagi


__ADS_1


Mereka semua berpamitan kepada Papa Cici. Berjalan menuju parkiran mobil dan melaju dengan kecepatan tinggi melewati tol


__ADS_2