
Minggu sore Rere bersama Cahyo ke caffe Dimas. Sahabat Rere ternyata sudah berkumpul disana.
Seperti biasa, Rere dan para cewek dan Cahyo duduk berdua dengan Dimas. Cahyo mengucapkan terimakasihnya sudah membantu Rere selama di desa KKN
Yang kemudian berakhir dengan obroan bisnis dan pekerjaan yang tidak ada habisnya. -dasar laki laki pekerja keras-
Sedangkan para gadis, mereka berencana untuk hangout tanpa pasangan. Mengagendakan untuk nobar, dan nongkrong.
"Kata Dimas KKN lo kemaren kasus ya.." tanya Cici pada Rere
"Kasus apaan.." tanya Ratih
"Ada preman yang malak gitu" kata Cici yang mencoba menjelaskan dan hanya di angguki kepala oleh Rere
"Whaaat...!!!!" Ratih dan Erlin menjawab bersamaan tepat di telinga Cici
Entah ini yang keberapa kalinya, Cici langsung menjewer telinga Erlin dan Ratih. Mereka memohon ampun pada Cici untuk melepaskan jeweran pada telingannya.
"Ci... udah Ci.." Rere yang masih ingin tertawa menahan untuk bisa menenangkan emosi Cici
"Sayaanng.. udah donk.. kasian mereka" kata Dimas yang akhirnya bisa melepaskan tangannya dari menjewer telinga Erlin dan Ratih
Ratih dan Erlin menyatukan telapak tangannya di dada mereka masing masing dan memohon maaf pada Cici.
Ratih dan Erlin menggoda Cici hingga akhirnya tawa mereka pecah bersama.
Lepas sholat isya, Rere dan Cahyo membersihkan diri dan tidur dengan cepat. Mereka ingin terlihat fresh esok harinya. Karena aktivitas perkuliahan Rere dan sebagai Asdos dimulai dengan penuh.
Sedangkan Cahyo akan lebih sibuk untuk meeting baik di dalam kantor, luar kantor hingga luar kota
Rere sangat sibuk dengan tugas kuliahnya dan ia juga harus membuat tugas tugas untuk para mahasiswanya, karena sebentar lagi akan memasuki minggu tenang.
Rere juga ditugaskan oleh Pak Hadi untuk membuat soal UAS untuk mahasiswanya. 'Waahh... apa maksudnya??' batin Rere
Hampir setiap malam Rere tidak bisa tidur dengan nyenyak. Ia hanya tidur 3-4 jam setiap harinya. Rere memutuskan untuk berhenti dari mengajar bimbel karena ia sudah tidak mampu mengatur jadwalnya
Lepas dari kampus, Rere memanfaat kan waktunya untuk tidur sebelum waktu magrib tiba. Karena ia sudah berhenti mengajar di bimbel
Cahyo sedikit merasa senang, karena waktu istirahat Rere bertambah setelah ia memutuskan untuk berhenti mengajar bimbel
Cahyo memesan makanan untuk makan malam. Karena Cahyo melihat Rere yang tertidur dengan nyenyaknya meski waktu magrib sudah tiba
Karena Rere sedang berhalangan, maka Cahyo membiarkan Rere tidur lebih lama.
Lepas sholat isya sendiri, Cahyo membangunkan Rere untuk mengajaknya makan malam bersama.
Rere terkejut, ketika melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 7 malam.
Rere membersihkan tubuhnya terlebih dahulu kemudian menuju meja makan dimana Cahyo sudah duduk disana menunggunya
"Maaf ya Kak.. Ayya gak masak. Kenapa Kakak gak bangunin Ayya sih.." tanya Rere yang melihat sudah siap beberapa menu makanan di atas meja
Cahyo hanya tersenyum lebar yang bisa Rere artikan bahwa dia tidak mempermasalahkannya.
Lepas makan malam, Rere sibuk dengan laptopnya di atas meja depan TV dan Cahyo juga dengan laptopnya di meja kerjanya.
Liburan semester genap kali ini, Cahyo mengajak Rere untuk pulang ke Batam.
__ADS_1
Tiket penerbangan pagi hari. Lepas sholat subuh berjamaah, mereka melajukan mobilnya menuju bandara.
Tiba di Batam, sopir pribadi sudah menunggu di bandara dan keluarga Cahyo sudah menunggu di kediamannya
"Assalamuaaikum.." Rere memberi salam saat memasuki rumah orang tua Cahyo yang besar.
"Waalaikum salam. Rere, gimana penerbanganya. Capek ya.. duduk yuukk" Mama Cahyo menyambut dengan hangat
Jihan seperti biasa, menempel pada Rere layaknya anak kecil yang khawatir di tinggal pergi
Jihan memohon pada Mama nya agar Rere tidur sekamar dengannya. Meski Mama Cahyo sudah menyiapkan kamar tamu untuk Rere.
Mama menanyakan pada Rere, apakah mau jika Rere tidur di kamar Jihan. Rere tersenyum dan menganggukan kepalanya.
Sedangkan Jihan bersorak dengan girang layaknya anak kecil yang diberi banyak permen. Cahyo hanya menggelengkan wajahnya melihat tingkah adik tersayangmya.
Jihan mengajak Rere untuk liburan ke berbagai tempat yang menarik. Cahyo hanya mengekor dengan tetap membawa ponsel pintar nya.
Sepekan di Batam berlalu dengan cepat. Rere dan Cahyo harus kembali karena tugas Rere untuk menyusun jadwal perkuliahan.
Cahyo membeli tiket minggu malam. Sehingga mereka sampai apartemen sudah sangat larut.
Rere dan Cahyo membersihkan diri secara bergantian. Rere yang terlebih dulu langsung naik ke ranjangnya begitu keluar dari kamar mandi
Cahyo yang baru keluar kamar mandi melihat Rere sudah nyenyak berselimut tebal.
Cahyo enggan untuk ke kamar Jihan. Akhirnya dia ingin meluruskan kakinya di ranjang sebelum tidur di sofa TV
'Yaaakkk... Kak Jo!!' pekik Rere ketika terbangun karena alarm dini hari Rere berbunyi.
Cahyo tidur seranjang dengannya. Rupanya Cahyo yang hanya ingin meluruskan kakinya itu tertidur juga di ranjang yang sama dengan Rere
__ADS_1
Cahyo tanpa sadar memeluk Rere dari belakang. Rere yang tak tertahankan kantuknya pun juga tidak sadar dengan apa yang terjadi padanya
"Kakak.. bangun.. kenapa tidur disini.. kenapa peluk peluk Ayya....!!!" Rere mencoba membangunkan Cahyo meminta penjelasan.
Cahyo yang masih mengantuk hanya menarik tangan Rere yang menggoyang goyangkan tubuhnya, hingga Rere terjatuh dalam pelukan Cahyo, dan terkunci.
"Kak.. Kak Jo.. lepas!!" teriak Rere. Cahyo, hanya diam dan tetap tidur
"Kak.. Ayya mau sholat malam.. Kak!!" pekik Rere lebih keras. Cahyo tak bergeming
'huuffftt' Rere menghela nafas panjang. Ia mencoba mengangkat tangan Cahyo yang memeluknya.
'Duuhh... beratnya sih.. ini tangan apa tangan siih....' dengan susah payah, akhirnya Rere berhasil melepaskan diri dari pelukan Cahyo
'Dasar Kak Jo.. mesum' gerutunya
Rere mengambil air wudhu lanjut sholat dan doa malam. Rere memilih tidur di atas sajadahnya dari pada kembali ke ranjanganya.
Cahyo terbangun karena alarm subuhnya berbunyi. Mengambil air wudhu dan..
'Ya Alloh.. gue tadi tidur di...' mengingat dia tidur satu ranjang dengan Rere
'Aiiisshhhhh... ' Cahyo mengacak acak rambutnya. Khawatir Rere akan marah besar kepadanya
Cahyo membangunkan Rere yang masih meringkuk di atas sajadah. Rere terbangun karena panggilan sayangnya di dengar jelas.
Rere bergegas mengambil air wudhu dan sholat subuh berjamaah. Rere hanya diam, dan itu membuat Cahyo khawatir, apakah Rere marah padanya
Rere menuju dapur setelah merapikan mukenahnya. Cahyo mengekor dari belakang. Rere tetap diam.
"Ayyang.. mau masak apa?" tanya Cahyo senyam senyum sendiri
__ADS_1
Rere diam