
Cahyo mencari arah sumber suara. Dilihatnya Cici, Erlin dan Ratih disana melambaikan tangan padanya
"Mereka.."
"Heemm.. biasanya kalo mereka kesini, sampe Ayya pulang" bisiknya pada Cahyo
"Ooo... mmm Kak Jo pesen itu deh" (menyebutkan beberapa makanan ringan dan beberapa minuman). Bergerak ke arah kasir untuk membayar dan mengambil pesanan yang sudah dibuatkan Rere.
"Kamu makan juga ya.." sambil membawa pesanannya ke meja sahabat Rere
"Hai... ni.. biar tambah semangat ramenya" godanya sambil berlalu pergi meninggalkan mereka berempat.
"Thanx Kak.. " jawab mereka kompak
Cahyo mengacungkan jempol pada mereka bertiga dan melambaikan tangan pada Rere tanda perpisahan.
Karena agak sepi Rere meminta ijin untuk berkumpul dengan teman temannya. Dimas mengijinkan
Canda tawa mereka sesekali terlepas sehingga menimbulkan suara yang gaduh. Mereka sama menikmati hidangan yang Cahyo berikan tadi.
'Katanya anti gratisan.. kog menikmati banget barang gratisan' batin Dimas. Masih tidak mengerti arti anti gratisan.
Caffe sudah mulai tutup. Sahabat Rere menunggunya di parkiran. Rere berjalan ke ruang loker, namun sudah ada Dimas disana.
"Ayy.. maksud kamu anti gratisan tadi apa sih. Nyatanya temen cowok kamu tadi kasih hidangan juga dimakan tuuh??!!" tanya Dimas sangat amat penasaran
"Oo itu Pak. Eee gini, kalo temen saya sudah memesan apa yang di inginkannya, sudah niat untuk membayar, maka tidak di ijinkan siapapun untuk membayarnya. Tapi kalo tiba tiba ada orang yang mau kasih sesuatu, ya diterima dong. namanya kan rejeki. masak ditolak" Rere memberikan sedikit penjelasan.
Akhirnya Dimas paham maksud Rere dari anti gratisan. "Kamu pulang bareng mereka??"
"Iya Pak."
"Kemaren katanya ponsel kamu rusak ya.. sudah dapat ganti" tanya nya menelisik
"Oh.. Sudah. Bapak kog tahu" tanyanya heran, sambil merapikan sesuatu yang ada di loker
"Saya kemarin ke kost kamu. Kata temen kamar kamu ponsel kamu rusak"
"Oooo. Maaf Pak.. saya duluan ya. teman teman sudah lama menunggu" pamitnya pada Dimas
"Ya.. hati hati" jawabnya seperti belum ingin merelakan Rere pergi
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
"Ci.. Dimas kemaren ke kost ya.." setibanya sampai kamar kost
"Ooh.. iya. eemmm sorean gitu. nyari lo, dan tanya kenapa lo g bisa di telp"
"Tus .. lo jawab gue kemana"
__ADS_1
"Ya lo kan kemaren bilang kalo ke toko buku.. ya gue jawab ke toko buku lah. Kalo gue tahu lo bakal keluar ma kak Cahyo, mungkin gue juga akan bilang..…" sambil menutup mulutnya menahan tawa
"Dasar... Gue yang mandi dulu ya.." Rere melepas hijab dan menuju kamar mandi. Cici pun hanya mengangguk
'Alhamdulillah'
Rere mengucap syukurnya hari ini. Ia merebahkan badannya di kasur nyamannya melihat langit langit kamarnya. Cici mulai masuk kamar mandi
"Ayy.. minggu tenang besok kita keluar yuk.." ajak Cici begitu ia keluar dari kamar mandi. Dan dilihatnya Rere yang sudah tertidur sangat pulas.
'waahhh... gue ketinggalan start mimpi indah neh..' Diambilnya selimut yang ada di kaki Rere, menariknya dan menyelimutkannya tinggi hingga leher Rere.
Rere benar benar capek dan ngantuk setelah melakukan perjalanan pulang dari desanya.
Seperti biasa.. alarm Rere berbunyi pukul 3 dini hari. Rere bangkit, doa malam dan memutuskan untuk mencuci baju lanjut tidur lagi karena kuliahnya libur, ia hanya akan bekerja hari ini dari pagi sampai malam.
Alarm kembali berbunyi pukul 8 pagi. Rere berjalan menuju kamar mandi, membersihkan diri, mengambil jeans hitam, kaos warna peach dan hijab senada. Sepatu kets putih dikenakannya seperti biasa.
Rere sengaja tidak membangunkan Cici karena Rere tahu Cici pasti tidak ada kesibukan di hari sabtu. Hanya akan bersenang senang dan bangun sangat amat terlambat.
Dikayuhnya sepeda lipatnya menuju warung makan. Ia memutuskan untuk sarapan nasi karena badannya merasa lemas. Ia memesan nasi pecel dan teh hangat.
Truut..truuut...
"Assalamualaikum.."
"Kak Joh ih... lagi makan, nasi pecel"
"Mau..." suaranya parau seperti bangun tidur
"Mandi dulu sana. Baru bangun tidur kah..."
"Tadi habis subuhan tidur lagi... Ayy.. kangen" katanya
"Kak.. bangun.. mandi.. !!!"
"Ayyy... kangen....." rengeknya manja
"Heemmm" Rere segera menikmati seporsi nasi pecel yang sudah dihidangkan.
"Ayyyaaaaaaanngggggg...."
"Kak Jo.. udah deh.. Ayya matikan ya.."
__ADS_1
"Jangan... Oke. Kakak bangun. Kakak ke situ ya"
"Ayya kerja Kak..."
"Pulang jam berapa..."
"Jam 2 siang"
"Ok. ntar Kakak jemput. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
'Kak Jo yang aneh..' batinya sambil senyum senyum sendiri
Jam kerja paruh waktu Rere sudah berakhir. Ia segera menuju loker dan bergegas ke parkiran karena sudah di tunggu oleh Cahyo.
"Mau pulang Ayy, " tanya Dimas menghentikan jalan Rere
"Eh.. iya Pak"
"Katanya ada kerja sampai malam..."
"Iya.. Di bimbel" jawab Rere santai
"Maaf Pak.. permisi. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Dimas terus memperhatikan Rere yang pergi dengan seorang cowok yang waktu itu mentraktir teman temannya.
'Kerja apa kencan...' sewotnya dalam hati.
Dimas berusaha untuk mencari pegawai paruh waktu baru pengganti Bagus secepatnya. Agar dia bisa membooking hari Rere untuk bisa pergi bersamanya.
"Kak.. perpus dulu ya. Ayya mau ngembalikan buku"
"Heem. ntar pulang ngajar ikut Kakak bentar ya.."
"Kemana.. " tanya Rere penasaran
kriik..kriik..krikk.kriik
'Uuuuu.. kebiasaan. gak pernah dijawab' ucapnya dalam hati sambil merapatkan mulut mungilnya
Rere tidak meminjam buku lagi. Karena akan menghadapi UAS pasti nya ia akan lebih sibuk dengan belajarnya.
Rere kembali ke mobil setelah mengembalikan buku. Cahyo sedang memainkan laptopnya ketika Rere masuk
"Kak Jo ngapain" Rere membuka suara sambil duduk di sebelah kemudi
"Kerja" jawaban dingin dan tegas
Lagi lagi Rere hanya diam. Jika sudah jadi es batu Cahyo tidak akan mungkin bisa di lelehkan dengan mudah.
'Gak berubah ternyata' batin Rere sambil melihat jam tangannya
"Kak.. anter Ayya dulu ke bimbel.. ntar telat" pinta Rere pelan khawatir akan mengganggu
Diberikannya laptop Cahyo ke Rere posisi terbuka dan Cahyo segera melajukan mobilnya sampai ke tempet Bimbel.
Diambilnya kembali laptop Cahyo dan mulai menggerakkan jari jarinya dengan cepat. Sesekali menelphon seseorang tetap dengan sikap dingin dan nada tegas.
Rere membuka pintu mobil dan hanya mengucap salam pada Cahyo, meninggalkannya begitu saja.
__ADS_1