
Alarm dini hari Rere berbunyi. Rere langsung melakukan doa malam tanpa sholat malam karena sedang haid.
Rere mengambil ponselnya yang sejak ia datang terus berbunyi. Rere tidak mengangkat telp nya bukan karena tidak tahu jika ponselnya berbunyi, tapi lebih kepada ketidak sanggupannya untuk berdiri karena perutnya yang teramat mulas
Dilihatnya 10 panggilan dari Cahyo, namun ketika di telp balik, hanya mesin suara yang menjawab
Rere memutuskan untuk tidur kembali guna menghilangkan kantuknya akibat semalam tidak bisa tidur dengan nyenyak.
-Dilain tempat malam itu-
"Ji.. tolong lihat di kamarku apakah ada orang"
"G ada Kak. Gak ada siapa siapa"
"Kamu yakin!!. Dikamar mandi mungkin"
"Tidak ada Kak.. kosong. memang siapa yang kakak cari??"
'Apa kakak mencari Kak Arya.. tapi ngapain Kak Arya malam malam disini, sedangkan Kak Jo gak ada disini' batin seseorang yang sedang bertukar chat dengan Cahyo
Pukul 08.00 Rere memarkirkan mobilnya ditempat biasanya. Dan masuk keruang Prof. Wisnu
Setelah makan siang, Prof. Wisnu sudah tidak ada di tempat, tiba tiba
Ceklek
"Hai sayang,,..." sapa seorang perempuan
"Oh.. Hai.." jawab Noval
Rere spontan menengok ke sumber suara dan didapatinya DM Noval sedang bercumbu dengan seorang perempuan
'Astagfirulloh' Rere langsung membalikkan pandangannya
Merasa ada yang aneh, perempuan yang Rere yakin pasti kekasih DM tersebut sedikit terkejut
"Siapa dia sayang?" tanya perempuan itu menghentikan cumbuannya dan menunjuk Rere
"Oh.. ya ampun. Maaf ya Ay" kata DM yang lupa jika diruangannya ada orang lain
"Kenalin sayang, dia Ayyu, mahasiswa Psikologi yang sedang magang dengan Prof" kata DM menjelaskan
"Ayy, saya tinggal dulu ya.. jika kamu mau pulang saya belum datang gak pa pa. pulang duluan saja" imbuhnya
"Siap Dok" jawab singkat Rere
Waktu pulangpun tiba, namun DM juga belum kembali. Rere membereskan meja, dan pergi begitu saja seperti yang DM Noval bilang tadi.
Rere menuju tempat bimbel. Sambil menunggu sesi pertama, ia mengerjakan laporan magangnya. Dengan harapan ketika perkuliahan dimulai, ia bisa segera mengajukan sidang magangnya
__ADS_1
Rere segera kembali ke apartemen ketika mengajar di bimbelnya telah usai. Ia mampir dulu ke supermarket untuk membeli kebutuhan dapur.
Mobil ia parkir tepat di tempat biasanya. Rere menuju lt.9 dimana kamar Cahyo berada.
Rere segera membersihkan diri dan pergi menuju dapur, karena perutnya sedari tadi minta untuk di isi
Karena sudah malam, ia hanya akan membuat salad buah. Saat akan makan, pintu kamar terbuka.
'Hook.. siapa??' batin Rere
"Lho.. Kak Rere yaaa...??" tanya gadis itu
Rere hanya menganggukan kepala masih mode tak mengerti
"Aku Ji.. Kak... Jihan!!" katanya lagi
"Aku adik nya Kak Jovan!!"
Setelah mengingat dengan betul, yaa.. dia seperti yang ada di foto di dinding kamar Cahyo
Dan dia adik Cahyo, yang selalu nempel kemanapun Cahyo pergi saat masih kecil
"Oohh.. Ya.. Jihan?" tanya Rere sedikit mengerti
Rere tersenyum mendengar celotehan Jihan
'Ya..itu Jihan. Tidak banyak berubah dari cari bicaranya yang ceplas ceplos to the point'
"Makan Ji,.." ajak Rere supaya stop akan emosinya
"Apa itu Kak..?" akhirnya berhenti juga kalo urusan makan
'Dasar Jihan.. gak berubah juga kalo urusan makanan' batin Rere
"Salad. Yukk.. makan bareng" Rere mengambilakan sendok dan mangkuk kecil untuk Jihan
Setelah mengobrol cukup lama. Jihan meminta untuk Rere tidur di kamarnya. Kamar Jihan tepat disamping kamar Cahyo. Rere pun menyetujuinya.
Setelah memcuci peralatan makannya, dan membersihkan diri di kamar mandi, Jihan dan Rere menuju kamar Ji. Mereka langsung tertidur karena hari juga sudah malam
\-Disaat mereka sudah tidur-
__ADS_1
Cahyo segera melajukan mobilnya dari bandara ke apartemen. Pintu dibuka dengan sangat pelan, khawatir akan membangunkan Rere.
Namun yang dikhawatirkan tidak ada ditempat. 'Apakah Ayya tidak pulang ke apartemennya..' batinnya
Namun ketika hendak mengambil ponsel, ia melihat ponsel Rere yang tergeletak di meja kerja Cahyo. Ada tas dan laptopnya pula di sana
'Kalo Ayya pulang ke apartemen, trus dia dimana. Ini kan sudah malam, gak bawa ponsel juga'.. pikirnya makin khawatir
Cahyo melihat arah sofa TV ada buku milik Ji. Dia langsung berpikir mungkin Rere tidur di kamar Ji. Dan benar saja, Rere sudah sangat nyeyak, begitu pula dengan Ji.
Cahyo kembali kekamarnya. Dia membersihkan diri dan menyusul untuk tidur dikamar Ji.
Cahyo membawa bantal dan selimut dari kamarnya. Cahyo mencium pucuk kepala Rere yang tidak berhijab. Dan langsung merebahkan tubuhnya di sofa TV
Alarm dini hari Rere berbunyi. Ia hanya melakukan doa malam dan melanjutkan tidur kembali
Pukul 04.00, Cahyo membangukan adiknya dan Rere untuk sholat subuh berjamaah
Rere terkejut, dan segera mengambil hijab instannya.
"Kak Jo.. bikin kaget aja. Kapan datengnya" tanya Rere sambil membetulkan hijabnya yang miring
"Tadi malam. Ayo sholat. Kak Jo mau berangkat lagi!" ajaknya
"Ayya lagi gak sholat" jawabnya pelan. "Kak Jo mau berangkat kemana lagi pagi begini?!" tanya Rere yang langsung tersadar dengan kalimat terakhir Cahyo
"Kerja. Ji... ayo bangun!!" membangunkan adik nya
Cahyo dan Jihan sholat subuh berjamaah. Sedangkan Rere kembali ke kamar Cahyo untuk membuatkan sarapan atau bekel atau apapun itu untuk mengganjal perutnya
Rere membuat nasi goreng dan sandwich kesukaan Cahyo. Setelah sholat, Cahyo dan Jihan ke kamar Cahyo.
Cahyo segera membersihkan dirinya dan menjelaskan ke pulangannya dan keberangkatannya kembali
"Maaf" kata Rere.
Semua itu karena kekhawatiran Cahyo yang tidak menjumpai keberadaan Rere di apartemen saat Cahyo bertukar chat dengan Jihan
Rere pun juga menjelaskan mengapa ia tidak pulang ke apartemen dan memilih pulang ke kost. Cahyo juga sudah mengerti.
Pesawat Cahyo jam 06.00 pagi. Dia memutuskan untuk makan sandwich dan membawa bekel nasi goreng buatan Rere untuk dimakan nanti di pesawat
__ADS_1
Ya.. Cahyo kembali untuk urusan bisnis ke Jepang