Radio Cinta

Radio Cinta
Part. 40


__ADS_3

Malam yang melelahkan bagi Rere dan sahabatnya. Ketika tubuh di rebahkan langsung mereka tertidur dengan nyenyaknya.


Rere bangun dini hari seperti biasanya. Selesai sholat dan doa malam, Rere dibantu Bunda membuat kudapan untuk bekel di pantai. Ya hari ini mereka ingin mantai


Risol, dadar gulung, ayam ungkep sambal sudah lengkap plus jus strawberry dingin yang nikmat


Cahyo bangun saat subuh tiba. Mereka mengerjakan sholat subur berjamaah. Rere segera membangunkan sahabatnya. Mereka berangkat sebelum Ayah dan Bunda kerja


Yoga datang ketika Bunda Rere hendak berangkat. Bunda mengatakan bahwa mereka pergi ke pantai pagi pagi sekali. Yoga akhirnya menuju ke bengkelnya ketika yang di cari tidak ia jumpai


Sampai di pantai mereka langsung berhamburan keluar dari mobil. Cahyo memarkirkannya dekat dengan pembatas pantai


Cahyo mengambil handycam nya.. merekam keseruan Rere dan sahabatnya. Sesekali mereka berpose berlima


Rere menyudahi berenangnya lebih dulu. Mandi dan berganti pakaian. Dibantu Cahyo, Rere menggelar tikar dibawah pohon rindang. Rere menata makanan dan memesan es kelapa


Menunggu teman temannya, Rere berbaring di tikar dengan angin sepoi sepoi menggerak gerakkan hijabnya


Cahyo yang melihat Rere rebahan mendekatinya, ternyata ia tertidur. Cahyo mengelus halus pucuk kepala Rere berulang ulang


Sahabat Rere sudah mandi dan berganti pakaian. Mereka menikmati kudapan yang sudah dibawa oleh Rere. Rere terbangun karena mereka semua sudah berkumpul


Angin membuat rambut mereka lebih cepat kering. Namun canda tawa mereka tidak ada habisnya




Mereka tiba di rumah pukul 2 siang. Rere dan Cahyo membersihkan diri dan segera menunaikan sholat dhuhur yang hampir terlambat



Cici mendapat telp dari Papanya. Mengabarkan kasus yang ia alami saat di jalan tol saat menuju rumah Rere.



Papa Cici sudah mengirim pengacara untuknya. Papanya memberikan alamat ke pengacara untuk menemui kediaman Bapak Hari Widodo



Bel berbunyi. Sahabat Rere masih dikamar Rere bergantian untuk membersihkan diri



Rere yang berada di sholatan bangun untuk membukakan pintu. Rere terkejut, karena yang datang adalah Dimas



"Lho.. Dim.."



"Lho.. Ini benar kediaman Bapak Hari Widodo" tanyanya bingung, karena merasa alamat yang dia cari benar, namun yang dijumpai adalah Rere



"Bener. Mau ketemu sama Ayah?" tanya Rere



"Oh. Gak. Saya kesini atas perintah klien. Saya mau bertemu dengan Cyntia Bella. Kamu kenal" sambungnya



"Oh. Kalo boleh saya tahu, ada apa ya Dim?" sambil mempersilahkan masuk dan duduk



"Maaf ini rahasia. Intinya tentang kecelakaan di ruas jalan tol" sambungnya



"Tunggu!!.. lo pengacara??" tanya Rere agak sewot, khawatir jika dia adalah pengacara Sakha dan Sisca



"Iya." jawabnya dengan ragu



"Pengacara buat siapa??" tanya Rere menelisik

__ADS_1



"Buat Cyntia Bella" jawabnya tegasnya



Cahyo yang mendengar percakapan itu keluar dari ruang sholatan menuju ruang tamu. Sedangkan Rere memanggil Cici yang ada di kamar



"Oh.. jadi Pak Dimas suruhannya Papa?" tanya Cici



"Ya. Bisa dibilang begitu. Saya sudah memeriksa bukti melalui cctv, dan...." Dimas menjelaskan panjang lebar tentang tujuannya jauh jauh kemari



Cahyo menemani Cici dan sesekali memberikan usulan terkait masalah tersebut. Karena Cahyo juga sedikit banyak mengerti tentang hukum.



Rere mengambil minum untuk Dimas dan temannya yang datang. Cici terlihat biasa saja, seperti bukan pertama kalinya ia mengalami hal seperti ini



Mereka sudah membuat keputusan yang akan diambil oleh pihak hukum Cici. Rere meminta maaf kepada Cici, karena semua itu sebenarnya adalah karena dirinya.Mereka adalah teman teman Rere.



Harusnya permasalahannya adalah pada diri Rere. Tapi yang di tuntut mereka justru Cici yang mengemudi. Atau mungkin mereka tidak tahu jika kita waktu itu bertukar tempat. Entahlah. Semoga semuanya segera berakhir



Dimas berpamitan untuk kembali lagi setelah dia menyelesaikan dengan pengacara Sakha dan sisca



'Huufffttt. gila tu orang. dia yang resek.. eh gue yang dituntut' geramnya pada diri sendiri yang didengar oleh Rere



"Udah..sabar ya.. kita bikin cake yukk?!" ajak Rere supaya Cici lebih adem




"Tapi gue sholat dulu!" berleggang meninggalkan Cici



Beberapa cake sudah jadi. Mereka membuat rainbow cake dan brownis panggang.



Peralatan dapur rumah Rere sangat lengkap, karena Rere dan Bundanya mempunyai hoby yang sama, yaitu masak



Rere juga membuat kudapan untuk makan malam. Namanya, Terong crispy di cabein. hehehehe



Lepas isyak Rere segera menyiapkan makan malam. Namun pintu diketuk, rupanya ada tamu



"Pak Joko," pekik Rere



"Iya non. Maaf. Saya tadi dapat amanat dari Bapak tapi saya lupa menyampaikan"



"Apa."



"Bapak sama Ibu pulang besok non. Ada kegiatan di sekolah Bapak. Jadi Ibu langsung menemui Bapak dan berangkat bersama. Acaranya dikota non"

__ADS_1



"Ooh.. ya Pak Joko. Terimakasih. Rere tadi telp tapi gak diangkat sama Bunda"



"Ya non. Saya permisi pamit"



Belum lama pintu ditutup. Pintu diketuk kembali



"Dimas!!. Ayo masuk"



"Cici ada" tanyanya



"Ada. Ayo kita makan dulu" Rere memberikan tawaran pada Dimas



Disela sela makan mereka, mereka membahas kasus Cici. Mereka yang akan mendapatkan hukuman tentang melewati batas kecepatan di tol



'Alhamdulillah' syukur Rere. Kita semua mengucap terimakasih pada Dimas. Tidak salah jika Papa Cici memilih Dimas menjadi pengacaranya



Dimas datang seorang diri. Temannya tadi yang disuruh mengurus berkas berkasnya



Rere memberi tumpangan untuk bermalam secara mobil Dimas masih dipakai temannya dan belum kembali. Dimas pun mengangguk setuju



Lepas makan malam, mereka memutuskan untuk menonton film. Mereka mencari dan memutuskan menonton film luar negeri berbau horor



"Jangan horor deh".. kata Cici, "sumpah please!"



"Nggak..ini aja" tetep memilih horor "Janji lo kemaren apa, gantian yang pilih, lo udah sekarang giliran gue" kata Ratih pe-de



"Yahh... itu kan di kost.. lha ini. lho gila..liat pekarangan rumah Rere diblakang noh.. gelap!!!" Ucap Cici sedikit keras.



Erlin dan Ratih terkekeh mendengar penjelasan dari Cici namun tetap memutar film tersebut



Dimas dan Cahyo duduk di sofa. Sedang kan para cewek duduk di bawah dengan bantal masing masing



Adegan adegan menyeramkan mulai muncul. Rere yang sebenarnya juga penakut akhirnya naik ke sofa duduk bersebelahan dengan Cahyo. Dan kini Cici duduk di antara sahabatnya



"aaaaaaaaaa....."



"Yaaaakkkk...!!!!. telinga gue!!!!!" teriak Cici



Rere yang awalnya merinding jadi tertawa. Dimas yang baru pertama kali melihat keseruan sahabat Rere menikmatinya. Terutama Cici


__ADS_1


Cici ikut duduk di sofa dekat Rere. Cici menggeser duduk Rere sehingga sofa yang diperuntukan untuk orang tiga jadi berhimpit himpitan untuk orang 4


__ADS_2