
Cahyo berjalan sampai menuju di tempat banyak kerumunan orang orang yang menawarkan barang dagangannya
Cahyo melihat lihat dan membeli beberapa jajanan yang dijual oleh orang orang disana
Cahyo melihat sekelompok orang berbadan tegap berjalan berpencar menghampiri para pedagang
Pria pria tersebut melakukan semacam transaksi dan sesekali membentak melontarkan kata kata kasar
Cahyo sudah bisa menebak, mereka pasti preman yang memalak para pedagang di sana. Terlihat dari wajah para pedagang yang khawatir dan takut
'Brraaaakkk'
Suara gerobak yang terjungkir akibat di dorong keras oleh pria bertubuh kekar
Permohonan maaf dan sujud seorang pedagang memohon ampun yang tidak bisa memberikan uang kepada preman tersebut
Ingin rasanya Cahyo membalas mereka, namun terhenti karena dia sadar Rere dan temannya sedang KKN di sini.
Cekreek.. cekreek.. Cahyo hanya bisa memotret untuk dia jadikan bukti. Dan memberikan foto foto tersebut pada Dimas untuk segera di upayakan tindakan
Cahyo kembali ke rumah singga ketika dhuhur hampir tiba. Dilihatnya ada sebuah masjid dan dia pun mampir ingin sholat dhuhur berjamaah
'Lhoo.. kog sepi?' batinnya
Ada seorang pemuda yang lewat di depan masjid. Cahyo menanyakan kenapa masjidnya tidak ada yang mengadzani, sedangkan waktu sholat sudah tiba
Pemuda itu menghampiri Cahyo dan berkata pelan, seakan khawatir ada yang mendengar.
"Anda siapa? Anda bukan orang sini ya.. Segeralah Anda kembali pulang"
Pemuda tersebut langsung pergi meninggalkan Cahyo yang masih tidak mengerti
Karena ini masjid, Cahyo tetap mengambil air wudhu lalu melaksanakan sholat
Selesai salam, Cahyo langsung di hadapkan pada dua pria bertubuh tegap. Merasa ada yang aneh, Cahyo membuka ponselnya diam diam membuka aplikasi untuk merekam
Salah satu pria tersebut marah atas apa yang dilakukan Cahyo untuk sholat di dalam masjid. Pria itu menunjuk nunjuk dan mendorong tubuh Cahyo serta berbicara sangat kasar.
Cahyo meminta maaf berulang ulang. Dia mengatakan bahwa dirinya hanya melakukan sholat. Karena Cahyo menganggap ini adalah masjid
Cahyo di suruh segera meninggalkan tempat tersebut. Dan cahyo segera pergi tanpa menoleh ke belakang sekalipun
Sampai di rumah singgah, Cahyo menjumpai Heru yang sedang memainkan jarinya pada keyboard laptop
Cahyo meminta nomor ponsel Heru dan langsung diketikkan pada ponsel Cahyo yang sudah di sodorkan pada Heru.
Cahyo langsung bertukar chat dengan Heru. Karena Cahyo menganggap tidak kondusif bila harus membicarakan secara langsung tentang pria bertubuh tegap yang memalak Heru.
Dirasa informasi yang dibutuhkan Cahyo sudah cukup, dia ganti men-chat Dimas. Memberikan keterangan dan foto foto serta video yang menunjukkan kekerasan di desa.
__ADS_1
Dimas melaporkannya kepada teman nya yang seorang polisi untuk berkoordinasi dengan kepolisian di daerah tersebut untuk dilakukan sidak
Sebelum Rere dan Cahyo kembali ke kotanya, Dimas datang ke desa KKN Rere membawa beberapa polisi berpakaian preman.
Dimas dan teman kepolisiannya menyusuri jalan dan tempat tempat yang sudah di titik oleh Cahyo. Benar saja, apa yang dikatakan Cahyo. Banyak preman yang berjaga di tempat tempat tersebut.
Teman kepolisian Dimas berpecar dan membaur dengan para preman desa. Selama sepekan terakhir mereka akan tetap disana menjaga teman teman KKN Rere.
Rere dan Cahyo kembali bersama Dimas menuju kota nya. Setumpuk aktivitas menantinya disana.
Cahyo dan Rere tiba di apartemen setelah mengantar Dimas pulang kerumahnya. Mobil Dimas sengaja dia tinggalkan di desa untuk keperluan teman kepolisiannya
Alarm dini hari Rere berbunyi. Rere melihat Cahyo tidur di sofa TV. 'Kog Kak Jo gak tidur di kamar Ji sih..' ucap Rere pelan.
Rere melanjutkan tidurnya di atas sajadah karena rasa kantuknya yang luar biasa masih menyelimuti matanya.
Cahyo terbangun mendengar alarm subuhnya. Dia melihat ranjang Rere yang sudah tak berpenghuni. Cahyo sudah bisa menebak jika Rere pasti di ruang sholatan.
Sholat berjamaah, lanjut Rere memasak, sarapan bersama dan Rere kekampus sedangkan Cahyo ke kantor.
Tak ada yang istimewa, Rere mengajukan proposal skripsinya sambil menunggu laporan KKN nya selesai. Rere berharap semester depan bisa langsung mengikuti sidang skripsi.
Heru menelphon Rere, menyampaikan kabar tentang keadaan di desa tempat KKN berlangsung. Heru mengatakan jika dia sudah tidak dipalak lagi oleh para preman, namun Heru khawatir tentang keselamatan teman temannya.
Rere memerintahkan Heru untuk tetap waspada. Dan lebih baik Heru menceritakan kepada teman teman lainnya supaya mereka juga lebih waspada.
Karena project di desa KKN Rere sudah selesai dan berjalan baik, Heru memutuskan untuk kembali Jumat pekan ini. Disamping mengkhawatirkan teman teman lainnya
__ADS_1
Rere diminta untuk datang di tempat tepat waktu. Karena akan ada sesi pemotretan dengan Kepala dan perangkat desa sebagai lampiran pada laporan KKN nya.
Rere tidak kembali tidur setelah melakukan sholat dan doa malamnya. Ia bersiap siap hendak pergi ke desa tempat ia melaksanakan KKN. Cahyo terbangun dari tidurnya. Merasa kasihan, Cahyo memutuskan untuk mengantar Rere ke lokasi
"Ayya berangkat sendiri aja Kak.. gak pa pa kog" ucap Rere pada Cahyo
"Gak.. Kak Jo antar" Jawabnya singkat
"Kak Jo katanya mau ada rapat?" tanya Rere mengambil kunci mobil
"Daring aja." jawab Cahyo mempersiapkan tas kerja dan mengambil setelan jas dari dalam lemari
Mereka mampir di masjid ketika waktu subuh tiba. Dan melanjutkan perjalanan selama kurang lebih 3 jam lamanya.
Rere tiba di lokasi ketika teman temannya sudah siap hendak pergi ke balai desa. Rere mengekor dari belakang sedangkan Cahyo tetap berada di rumah singgah mempersiapkan rapatnya sendiri. Ya karena Arya tidak ikut bersama Cahyo.
Acara penutupan KKN berlangsung baik. Rere dan teman teman kembali ke rumah singgah untuk persiapan pulang kembali ke kota mereka
Rere melihat Heru dengan senyum yang cerah. Berbeda disaat minggu pertama mereka datang ke desa tersebut
"Gimana kabar lo?" tanya Rere dalam perjalanan pulang ke rumah singgah
"Good. Thanx ya.." kata Heru dengan senyum senang.
"Temen lo sudah menangkap para preman kemarin. Sekarang desa sudah aman" bisik Heru khawatir ada yang mendengar
__ADS_1
"Alhamdulillah" kata Rere mengucap syukur