
Cukup lama Rere menerima panggilan dari Cahyo. Rere menyudahi mengobrolnya karena waktu magrib sudah tiba
Teman teman Rere sudah membersihkan dirinya masing masing. Mereka berkumpul di ruang utama untuk mendiskusikan kegiatan hari ini dan esok
Rere baru akan membersihkan diri. Ketika dikamar mandi, sempat terbesit kejadian semalam. Namun ia mencoba untuk berpikir positif.
Rere kembali ke kamar dan melaksanakan sholat magrib sebelum ikut berkumpul dengan teman temannya
Rere melihat Heru yang diam mendengarkan tiap tiap team yang menjelaskan project nya. Tidak ada satu kata yang keluar dari mulutnya
'Tumben Heru diem aja. Biasanya dia yang paling bawel' batin Rere
Tepat sebelum pukul 8 kegiatan di akhiri. Mereka bergantian ke kamar mandi dan mulai beristirahat
"Ru.. " panggil Rere pada akhirnya ingin membunuh rasa penasarannya
"Hemm" hanya menjawab berupa deheman saja
"Lho gak pa pa kan.." tanya Rere lagi
"Gak pa pa.. " jawabnya datar lalu diam kembali
Sekarang giliran Rere yang masuk ke dalam kamar mandi. Rere membawa botol air mineral yang diisi penuh dengan air. Membawanya masuk kedalam kamar
Lepas sholat isya, Rere langsung mengistirahatkan tubuhnya dan terlelap dalam tidurnya
'Braaak..' Rere terbangun dari tidurnya mendengar suara yang bagi nya cukup keras. Namun semua teman temannya tetap tertidur
Rere hendak bangkit dan ingin melihat. Tapi ia urungkan. 'Braaak' suara itu terdengar lagi. Kali ini lebih keras
Dilihat jam tangan Rere yang menunjukkan pukul 2 dini hari. Rere keluar kamarnya dengan membawa botol yang sudah ia isi air di dalam kamar mandi
Rere melihat sekeliling rumah, ia tidak menjumpai ada siapapun disana. Rere melihat ke luar jendela depan rumah, terlihat sepi dan sunyi. Rere menuju ke pintu belakang rumah
Rere membuka pintu dan mulai menggunakan air yang ada di botol untuk berwudhu. Ia melaksankan sholat dan doa malam lebih awal dari biasanya
Rere ingin terjaga sampai subuh tiba. Namun matanya tidak bisa ia ajak kompromi sehingga ia tertidur dengan meringkuk dalam mukenahnya diatas sajadah
__ADS_1
Rere terbangun dan melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul 5 pagi. Ia bergegas keluar dan segera mengambil air wudhu
Sudah ada beberapa anak yang duduk duduk di teras depan rumah menikmati dinginnya udara pagi
Lepas sarapan bersama yang dikirim oleh tetangga sebelah sebagai juru masak, mereka langsung mengambil posisi menuju tempat mereka masing masing
Rere dan dua temannya berjalan kaki lagi untuk pergi ke sekolahan. Rere mulai mendata siswa yang sudah lama tidak hadir tanpa keterangan
Mencari informasi tentang rumah dan pekerjaan orang tuanya. Menanyakan perilaku siswa tersebut kepada teman temannya
Pelajaran telah usai. Hal lain yang dilakukan adalah melanjutkan merenovasi kelas untuk perpustakaan
Setelah kemaren Rere dan teman temannya membersihkan kelas, kali ini mereka akan membuat poster poster dan kata kata mutiara sebagai pemicu agar mau dan gemar membaca
"Kak.. apa itu?" tanya salah satu siswa yang belum pulang
"Ini.. kita mau buat poster. Kamu tidak pulang?" tanya Rere
Anak tersebut menggeleng. Dia takut untuk pulang jika ayahnya di rumah. Karena dia dilarang bersekolah oleh Ayahnya
Bu guru memanggilnya. Rere berjalan mendekat bersama anak tersebut. Akhirnya Rere dan Bu guru mengantar anak tersebut untuk pulang kerumahnya
Rere maju untuk berbicara pada Ayah anak tersebut. Ia memberanikan diri untuk memberikan sugesti yang positif akan kebaikan bersekolah
Untungnya Ayahnya paling tidak mebiarkan Rere berbicara. Jadi Rere berusaha agar obrolannya benar benar efektif
Ayahnya memang marah dan mengusir kami. Tapi ada satu sisi positifnya, jika Ayahnya sedikit ragu untuk membiarkan anaknya bersekolah, bukan menolak bersekolah lagi
Rere kembali ke sekolah bersama Bu guru. Ia melihat teman temannya sudah menyelesaian beberapa poster
"Ayy,.. kita cat tidak ya temboknya, atau kita tutup aja sama poster poster ini..?" tanya salah satu teman Rere
"Mmm.. Menurut gue sih lebih baik di cat ya.. di warna yang cerah supaya menarik" jawab Rere dan disetujui oleh teman lainnya
Mereka memutuskan untuk mengecat. Dan Rere yang membeli bahan bahannya besok ke kota dengan meminta bantuan teman bidang lain
Setibanya di rumah singgah,
__ADS_1
"Ru,.. gue minta tolong, tolong lo tunjuk satu temen cowok buat temenin gue ke kota beli kebutuhan buat sekolah. Gue butuh cat tembok, kayu dan triplek" kata Rere
"Heemm.." jawab singkat Heru
"Lo kenapa sih.. lo gak pa pa khan Ru??" tanya Rere
"Heemm" lagi lagi deheman yang menjawab pertanyaan Rere
Lepas berkumpul di ruang utama dan mengevaluasi kinerja kelompok masing masing, mereka semua langsung beristirahat
'Heru kenapa sih.. kog aneh banget' batin Rere
Alarm dini hari Rere berbunyi, Ia memberanikan diri menuju kamar mandi belakang diluar rumah utama.
Tampak sepi dan sunyi. Dalam kamar mandi, Rere dengan cepat melakukan hajatnya dan mengambil air wudhu. Ketika hendak keluar, ia mendengar suara
Seperti orang yang sedang mengobrol. 'Seperti suara Heru, tapi dengan siapa dia mengobrol..'
Rere membuka sedikit pintu kamar mandi. Dan benar saja, Heru sedang di palak oleh orang yang berbadan tinggi besar.
Setelah beberapa lama, Heru dan orang tersebut telah pergi. Rere keluar kamar mandi dan berlari menuju rumah utama.
Tidak tampak Heru didalam. 'Kemana dia..' Rere melihat kesekitar rumah namun tidak menjumpai sosok yang ia cari. 'Apa sudah masuk kamar ya...'
Ketika lepas subuh, Rere mendapati Heru yang duduk diteras depan rumah. Raut wajahnya benar benar kacau.
Lepas sarapan, Rere memutuskan untuk langsung ke kota, tentu saja atas ijin perangkat desa.
Heru yang Rere pilih untuk menemaninya ke kota. Selama dalam perjalanan Heru hanya diam saja, fokus menyetir melihat depan
"Lo di palak ya..." Rere akhirnya membuka suara
Awalnya Heru menutupi, karena Rere yakin dari sikapnya, Rere terus mengejar dan Heru pun menyerah untuk terus menutupi
Heru menceritakan awal kejadiannya saat dirinya mengantar Rere ke kamar mandi.
Ternyata, ketika Rere sedang mengamati sekeliling, dirinya sebenarnya sudah keluar kamar mandi, namun ditarik paksa oleh orang besar tersebut
__ADS_1
Setiap hari orang itu meminta uang padanya 200 ribu. Jadi totalnya sudah 600 ribu. Heru sudah tidak punya uang lagi untuk diberikan kepadanya.