
Rere dan Cahyo pulang dengan membawa penuh barang barang yang dibawa selama KKN. Tiga teman Rere mengajukan diri untuk ikut di mobil Rere.
Mereka teman teman Rere yang terpesona dengan kakak kelasnya, yaitu Jovan Hendra Cahyadi.
"Kak Hendra sekarang udah kerja ya..? Dimana?" tanya salah seorang teman Rere.
"Heem.. di kantor!" jawabnya dingin, sedingin es.
Cahyo sebenarnya enggan untuk menerima permintaan teman teman Rere ikut dalam mobilnya. Tapi apa mau dikata, mereka kekurangan mobil.
Teman teman Rere terus bertanya tentang aktivitas Cahyo. Lagi lagi Cahyo hanya menjawab singkat dengan mode es.
Rere tetap diam selama perjalan. Ya karena tidak ada pertanyaan untuk nya tentunya. Semua pertanyaan diperuntukkan untuk Cahyo.
Cahyo mampir ke drive thru, membeli makanan dan minuman. Rere membagikan kepada teman teman nya. Dan,..
"Aaakkk...." Cahyo membuka mulutnya agar Rere menyuapinya
Rere mengerti maksud Cahyo. Tanpa basa basi, Rere menyuapi Cahyo. Lagi dan lagi.
Teman teman Rere di bangku penumpang hanya melihat dengan menganga. Sebenarnya mereka tahu jika Cahyo dekat dengan Rere. Namun rasanya seperti dicambuk saat adegan romantis berada didepan mata mereka.
Selama perjalanan itu, akhirnya mereka tidak bertanya apapun lagi. Hingga mereka tiba di kampus. Cahyo menurunkan mereka di gedung serba guna, menunggu teman teman lainnya
Setelah berkumpul, membahas sebentar tentang kegiatan dan mengambil barang pribadinya masing masing, Heru mempersilahkan mereka untuk bisa kembali ke rumah masing masing.
Tiba di apartemen, Rere segera membersihkan dirinya. Rere merasa cukup lelah hari ini. Sehingga ia meminta Cahyo memesan makanan saja untuk makan malam.
Rere tiduran di sofa TV setelah sholat isya berjamaah dengan Cahyo.
"Kak.. preman di desa di apakan sama Dimas?" tanya Rere kemudian
"Dipenjara" jawab Cahyo singkat
"Proses nya Kak..?" tanya Rere penasaran
"Mana Kakak tahu, memang kakak polisi?" jawab datar Cahyo yang duduk di karpet depan sofa tempat Rere merebahkan tubuhnya
"Ish.. Kakak. Memangnya Kak Jo gak tanya Dimas?"
"Gak.. buat apa?. Yang penting Ayyang sama temen temennya, kegiatannya aman, masa bodoh sama lainnya" jelasnya dingin
"Maksud Ayya.. trus kita gak ngucapin makasih gitu sudah dibantu?!"
"Kenapa Kakak yang harus trimakasih,.. tugas siapa coba!" ledek Cahyo
"Kakak....!!" Rere mencubit lengan Cahyo hingga Cahyo berakting menjerit kesakitan
"Eh.. maaf" ucap Rere mengelus lengan Cahyo yang ia cubit. Sedangkan Cahyo berpura pura merintih kesakitan.
Tangan Rere Cahyo tarik hingga tubuhnya jatuh ke pelukan Cahyo dan dia kunci.
"Diem. Jangan gerak. Sebentar aja" kata Cahyo tegas
Rere diam dengan posisi Cahyo berada di belakangnya sedangkan Rere berada di depan membelakangi Cahyo.
Pintu diketuk. Makanan pesanan mereka datang. Cahyo melepaskan pelukannya dan bangkit membuka pintu. Lepas makan malam mereka membersihkan diri dan langsung tidur.
Cahyo keluar kamarnya dan tidur dikamar Jihan, dengan tidak lupa mencium pucuk kepala Rere.
Weekend pekan ini Rere habiskan waktu di apartemen saja. Berdua dengan Cahyo. Rere membuat cake kesukaannya dan kesukaan Cahyo.
Siang hari lepas sholat dhuhur berjamaah, Rere melakukan chat dengan sahabatnya. Sudah lama ia tidak bertegur sapa dengan sahabat nya karena kesibukan masing masing
__ADS_1
Rere : Assalamualaikum...
Erlin : Ayyu....
Rere : Jawab dulu atuh salam nya!!
Erlin : Waalaikumsalam.. gimana kabar lo..
Rere : Alhamdulillah, baik. Lo dah di kos lum? kumpul kumpul yukk!
Ratih : Hadir😀. Gue masih otw neh.. naik kereta.
Cici : Besok aja ya.. gue juga masih temenin Papa kontrol. Pagi gue cabut dari rumah
Rere : OK. Besok sore gimana? Di caffe yayang Cici ya...😜
Erlin : Setuju
Ratih : Banget
Rere : trus apa donk..😆
Erlin dan Ratih memberika emoji tertawa terbahak bahak
Cahyo mendadak mengajak Rere untuk ke toko buku. Tanpa komando Rere langsung bangkit bergerak bersiap diri. Sudah lama ia tidak ke toko buku. Rasanya seperti ingin minum di gurun sahara
Rere dan Cahyo menghabiskan waktunya membaca di toko buku. Memilih beberapa buku yang ingin mereka beli.
Mereka memang mempunyai salah satu hobby yang sama, yaitu membaca buku. Bisa lupa waktu jika mereka sudah dihadapkan dengan buku buku.
"Ayyang.. ayo sudah, sudah mau isya" Cahyo mengajak Rere untuk pergi dari toko buku karena mereka belum sholat magrib
Setelah membayar buku yang mereka beli. Mereka bergegas untuk ke mushola di lantai atas mall. Mereka sholat magrib berjamaah dan menunggu waktu isya tiba
Lepas isya, mereka menuju foodcourt untuk makan malam. Obrolan santai dan ringan membuat mereka saling merasa nyaman satu sama lainnya.
__ADS_1
"Hallo.." sapa Dira tiba tiba dari belakang dengan menggandeng Noval
"Oh.. hai." jawab Rere karena melihat Cahyo yang enggan untuk menjawab sapaan Dira
Dira memang sudah lama tidak terlihat di kantor Cahyo. Sejak Rere berbincang berdua dengan Dira.
Meski masih ada rasa jengkel pada Rere, tapi Dira bersyukur masih ada yang mau peduli dengannya. Dira memutuskan untuk menuruti nasehat Rere. Melepaskan semuanya dan menggandeng Noval untuk dijadikan calon suaminya.
Karena Dira merasa Noval lah yang paling mengerti akan dirinya dibanding laki laki lain yang ia pacari saat itu.
"Boleh gabung?" tanya Dira lagi
"Silahkan.." Rere mempersilahkan mereka duduk
"Thanks ya Ayy.. gue udah tunangan sama Noval. Bulan depan nikahan kita. Dateng ya.." kata Dira
Cahyo sontak melihat ke arah Dira. Dia merasa ada sesuatu yang tidak dia ketahui. Cahyo lalu menatap Rere dengan penuh pertanyaan di wajahnya
Rere hanya tersenyum pada Cahyo
"Alhamdulillah. Semoga pernikahan kalian lancar ya.. dan barokah" doa Rere
"Thansk Ayy.." jawab Dira dan Noval bersamaan
"Lo dateng ya.." kata Noval. "Ntar gue email undangannya" senyum Noval
Rere hanya menganggukan kepalanya
"Oke.. kita duluan ya.. ada janji sama orang." kata Noval menyudahi obrolannya.
"Iya.. " sahut Rere
Cahyo masih memasang tampang bingung. Setelah kepergian Dira dan Noval, Cahyo langsung mendesak Rere untuk menceritakan sebenarnya apa yang terjadi dengan Dira.
Rere hanya mengangkat bahunya dan diam tak berkata. Itu membuat Cahyo semakin penasaran hingga ia menggeser duduknya mendekat ke tempat duduk Rere.
__ADS_1
Akhirnya Rere pun menceritakan obrolannya dengan Dira di kantor Cahyo waktu itu.