
Rere duduk di sofa, sedangkan Cahyo menuju meja kerjanya. Cahyo segera menyelesaikan pekerjaannya karena ingin mengajak Rere ke suatu tempat.
Pukul 1 siang, pekerjaan Cahyo telah selesai. Rere yang sedari tadi diam tetap terus membaca buku nya.
Cahyo mengenakan jasnya, menarik tangan Rere dan keluar dari ruangan. Setibanya di parkiran, Dira bersama seorang laki laki sedang berpelukan
Ternyata Dira bersama manager pemasaran. Cahyo tersenyum licik. Dari dalam mobilnya, Cahyo menelpon manager pemasaran tersebut. Dan mengancam memecatnya jika dia sampai berbohong
Cahyo mendapatkan bukti bukti lainnya tentang Dira yang suka mempermainkan laki laki.
Cahyo melajukan mobilnya sampai parkiran mall yang terbesar di sana. Rere terus diam, mengekor pada Cahyo kemana Cahyo pergi
Tiba di sebuah toko perhiasan. Cahyo meminta Rere untuk memilih mana yang ia sukai
Rere menggeleng. Karena kemarahannya waktu itu bukan karena ia tidak suka cincin yang diberikan Cahyo.
Cahyo mengerti, namun tetap ingin memberikan hadiah pada Rere, dalihnya sebagai hadiah lulus magang.
Rere memilih gelang yang simple, tapi menurutnya sangat cantik.
"Jangan marah ya... Dira sudah bukan siapa siapa Kakak" kata Cahyo saat menunggu barang yang di pesan di ukir. Rere hanya menganggukan kepala.
Cahyo meminta untuk mengukir nama pada gelang Rere. -Ayya Jovan-
Waktu terus berjalan. Aktivitas Rere yang sama sebagai mahasiswa dan asdos. Ia berhenti sementara dari kegiatan radionya karena kesibukannya
Rere mulai merekap nilai nilai baik itu absensi, quis dan tugas tugas UTS. Rere juga sudah mengajukan KKN nya.
Berhubung Rere diminta langsung oleh Rektor untuk mengajar membantu Pak Hadi, maka Rere tidak perlu aktif secara penuh mengikuti KKN
Namun Rere tetap diberi kesempatan untuk mengikuti selama dua minggu lamanya. Selanjutnya ia harus segera membuat laporan untuk kegiatannya
Rere mulai menyusun materi materi setelah UTS. Membuat quis quis dan membuat tugas tugas untuk mahasiswa semester 2 dan 4
Rere dan teman teman KKN nya berkumpul untuk mendiskusikan kegiatan selama sebulan di desa xx.
Rere sudah meminta ijin kepada ketua KKN yang terpilih untuk sedikit mendapat kelonggaran selama mengikuti KKN karena aktivitasnya sebagai asdos untuk merekap nilai akhir
UAS telah usai. Mahasiswa yang melakukan KKN bersiap mengumpulkan perlengkapan yang harus dibawa.
Rere sudah meminta ijin juga di tempat bimbelnya untuk tidak mengajar satu bulan lamanya
Persiapan telah matang. Rere dan tiga temannya berangkat menggunakan mobil Rere. Mereka semua beriringan dengan 4 mobil menuju desa yang dituju
__ADS_1
Sengaja Rere membawa mobil untuk kepentingannya pulang pergi ke kampus jika diperlukan
4 jam berkendara, sampailah di suatu desa. Rere dan teman KKN memperkenalkan diri dan disambut oleh perangkat desa.
Ada aturan aturan yang harus di taati tidak boleh dilanggar meski darurat, yaitu tidak boleh keluar desa dimalam hari lebih dari jam 8 malam
Teman KKN Rere sudah membuat grup kelompok untuk tugas masing masing. Rere dan dua temannya akan bertugas di Sekolah Dasar
Hari yang melelahkan membuat mereka istirahat lebih cepat. Selesai membersihkan diri Rere melaksanakan sholat isya sendiri.
Aktivitas dini hari, Rere lakukan sedikit berbeda. Karena kamar mandi yang terpisah dari rumah tempat mereka istirahat, maka rasa takut seorang manusiapun muncul
'Ya Alloh... kenapa ya tadi pak kades gak bolehin keluar lewat jam 8 malam. Trus, kalo dini hari gini boleh gak ya..' rasa khawatir Rere itu muncul
"Ayy.." panggil Heru ketua KKN.
"Haaah.. lo kagetin gue aja.." kata Rere setelah jantungnya berdegup kencang ketakutan
"Gue mau ke kamar mandi.. gak pa pa kah gue keluar?. Pak Kades kan bilang kalo gak boleh keluar lebih dari jam 8" jelasnya sambil bertanya
"Ayo. gue anter" kata Heru kemudian
Rere mengikuti Heru dari belakang. Heru menunggu di luar kamar mandi. Beberapa menit kemudian Rere keluar berganti Heru yang masuk ke dalam kamar mandi
Rere melihat sekeliling dari ujung kiri, kanan dan belakang kamar mandi. 'Benar benar masih primitif' batin Rere.
Di bawah setiap pohon besar terdapat sesajen yang sepertinya baru dibakar.
"Heru..Heru.." panggil Rere, karena Rere merasa Heru sudah lama di dalam kamar mandi.
'Ya..Alloh.. kenapa Heru lama sekali. gue panggil panggil kog gak jawab'
Rere membaca doa doa pendek dengan berjongkok di depan kamar mandi, menunggu Heru yang tidak kunjung keluar
__ADS_1
Diketoknya pintu kamar mandi dan alangkah terkejutnya, jika kamar mandi itu terbuka dan kosong
Jantung Rere berdegup kencang. Rere berjalan cepat sambil terus membaca surat surat pendek dan doa doa sampai ia menuju rumah utama
Rere masuk ke dalam kamarnya. Teman teman Rere masih tertidur semua. Rere menenangkan dirinya dan mengambil mukenah untuk tetap melaksanakan sholat dan doa malam
'Apa maksud tadi ya...' Rere mencoba untuk berpikiran positif. 'Apa Heru sudah pergi waktu gue lihat lihat sebentar tadi?'
Pikiran Rere terus bertanya tanya hingga waktu subuh pun tiba. Rere langsung melaksanakan sholat dan kembali tidur bersama teman temannya
Pukul 6 pagi semua sudah berkumpul di ruang tengah. Membahas prosedur pelaksanaan dan sarapan bersama
Selesai sarapan, mereka bergerak menempati posisi masing masing. Rere dan dua temannya berjalan menuju sekolah yang jaraknya cukup jauh.
Rere memutuskan untuk berjalan kaki karena tidak adanya transportasi seperti sepeda, sebab lokasi sekolah tidak bisa dilalui dengan mobil
30 menit berjalan hingga tiba ke lokasi sekolah. Rere dan teman temannya memperkenalkan diri dan membantu proses belajar mengajar.
Rere berdiskusi dengan guru yang mengajar, menanyakan siapa saja yang dianggap bermasalah dan apa kira kira penyebabnya
Rere memberi perhatian khusus pada beberapa siswa yang dianggap bermasalah. Mencari tahu dan melakukan pendekatan terhadap siswa tersebut
Jam pelajaran siswa sudah berakhir. Teman teman Rere membantu membuat perpustakaan dengan merenovasi ruang kelas yang sudah tidak terpakai lagi.
Rere dan teman temannya bekerja sama memindahkan bangku bangku, menyapu dan mengelap jendela
Untuk planning esok setelah mengajar adalah mengecat dan membuat rak untuk menyusun buku buku.
Rere dan teman temannya pulang lepas sholat asar. Rere sholat di ruangan guru, karena di sekolah tidak ada mushola
Karena lelah, Rere dan teman temannya berjalan santai sampai menuju rumah singgah mereka
Mereka tiba ketika matahari hampir tenggelam. Rere tidak langsung masuk ke dalam karena ponselnya berbunyi dan ia menjawab panggilan tersebut di teras rumah
__ADS_1