
Tawa mereka pecah melihat Cici yang sedang emosi. Cahyo dan Dimas yang sedang seriuspun akhirnya ikut tertawa
"Duduk..duduk..."Rere mencoba menenangkan Cici sambil menahan tawanya yang belum benar benar berhenti
"Ayy.. lo kog ikut ikutan mereka sih..." rengek Cici pada Rere
Rere berpamitan lebih dulu karena harus mengajar di bimbel. Meski berat, sahabatnya cukup paham kesibukan Rere
Cahyo dan Rere tiba di apartemen pukul 10 malam setelah makan malam di luar. Rere hendak tidur di kamar Jihan selesai membersihkan diri dan sholat berjamaah, namun di larang oleh Cahyo
"Kakak aja yang tidur dikamar Ji" ucapnya datar
Namun Cahyo tidak segera keluar kamar, dia justru menyalakan TV dan duduk santai di sofa
"Kak Jo gak tidur??" Rere sudah bersiap dengan selimutnya
"Ayyang bobo dulu.. ntar Kak Jo baru keluar" kata Cahyo
Rere segera merebahkan tubuhnya, menyelimuti badannya dengan selimut sampai leher dengan tidak melepas hijabnya
Cahyo keluar kamar pukul 12 malam, dilihatnya Rere sudah nyenyak dalam tidurnya
Aktifitas dini hari dilakukan Rere seperti biasa. Kali ini Rere tidak melanjutkan tidurnya, namun membersihkan apartemen
Cahyo kembali ke kamarnya untuk sholat berjamaah dengan Rere. Dilihatnya kamarnya sudah bersih dan rapi
Cahyo mencium pucuk kepala Rere selesai berdoa. Rere juga segera menuju ke dapur mini nya untuk membuat sarapan
"Ayyang tadi beres beres kamar?" tanya Cahyo
"Heemm.. kenapa, ada yang hilang?" khawatir ia menghilangkan dokumen penting Cahyo
"Gak.. Maksud Kak Jo, kamu kan bisa panggil cleaning servis" kata Cahyo mendekat dan duduk di meja makan
"Ayya bisa kog.." katanya dengan tangan yang terampil memotong sayur
"Ayyang nanti ikut Kak Jo ke kantor ya. Gak ada acara khan..?" pintanya di sela sarapan
"Boleh. Tapi nanti ke bimbelnya gimana?" tanya Rere
"Nanti Insya Alloh sudah selesai kerjaan Kakak" memasukkan nasi kemulutnya
"Aaakkk...." mebuka mulutnya minta ayam bumbu yang dipegang Rere. Rere pun menyuapinya
__ADS_1
"Bawa bekel ya.. sayang makanannya" pinta Rere
"Heemmm" jawabnya singkat
Cahyo masuk kekamar mandi setelah sarapan. Rere membersihkan meja, mencuci piring dan mengambilkan setelan jas untuk dikenakan Cahyo ke kantor
Cahyo keluar kamar mandi hanya berlilitkan handuk
"Kak Jo ish..." Rere pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian sekalian
Cahyo sudah siap ketika Rere keluar kamar mandi. Rere sedikit memoles wajahnya karena memang ia tidak suka berlebihan
Cahyo mendekat pada Rere. Mengusap kepalanya dengan lembut dan mencium pucuk kepala Rere.
Rere merapikan hijabnya, dan sesekali merapikan riasanya yang kurang pas. Dan siap.
Mereka naik lift menuju gedung yang tertinggi. "Pagi.." semua yang berjumpa dengan Cahyo memberi hormat. Dan Cahyo hanya diam saja
"Kak.. senyum kenapa, kayak es batu aja. Senyum itu shodaqoh yang paling murah Kak" nasehat Rere ketika sudah berada diruangan Cahyo
Cahyo tersenyum lebar ke arah Rere. Rere langsung diam dan jantungnya berdebar kencang melihat senyum pamungkasnya.
"Kak Jo apa an sih.." memalingkan badannya menuju sofa
"Bukan sama Ayya.. sama tuhh pegawai Kakak.." jawab sewot Rere
"Bener...gak marah kalo mereka Kakak kasih senyum.." tanya Cahyo memastikan
"Ya... jangan lebar lebar, senyumnya!" jawab Rere pelan dan menundukkan kepalanya karena malu
'Cemburu sih kalo Cahyo senyum lebar ke orang lain. Karena senyum lebarnya benar benar buat orang klepek klepek'
Cahyo pamit pada Rere karena akan ada rapat di ruang sebelah. Rere menunggu diruang tidur di dalam ruangan Cahyo.
Entah sudah berapa lama, Rere membaca buku disana. Tiba tiba pintu ruangan di buka dengan kasar. Masuklah Cahyo dan Dira.
Rere tidak berani keluar saat mendengar mereka sedang berbicara. Dengan segala cara Dira menggoda Cahyo
Rere akhirnya geram dan mengirimkan beberapa foto dan video Dira dengan DM Noval kepada Cahyo.
Ketika Cahyo melihat itu dari ponselnya, Cahyo langsung tertawa dengan sangat keras. Membuat Rere yang dikamar menjadi penasaran. Dan Dira juga bingung melihat kelakuan Cahyo
Cahyo menunjukkan foto pada Dira, dan ia sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya.
__ADS_1
"Jo.. itu bukan gue" katanya segera
"Kalo bukan lo.. trus siapa.. kembaran lo..!!" kata Cahyo dengan nada keras dan tegas
"Sueer.. sumpah. itu bukan gue. gue dijebak. Please..percaya kali ini sama gue" mohon Dira
Triing...
Chat dari Rere memberikan nomor ponsel DM Noval
Cahyo mengerti maksud Rere. Cahyo menelpon DM Noval menanyakan siapa Dira dan dijawab oleh DM Noval bahwa Dira adalah kekasihnya
Cahyo merekam percakapannya dengan DM Noval, dan membunyikannya dengan suara speker yang keras
Dira bingung bukan main. Rere senang didalam kamar, hingga ia tidak sengaja menjatuhkan botol minumnya yang ada di kasur
"Ada siapa di dalam!!" kata Dira emosi
"Calon gue. Kenapa!!" tanya Cahyo. Tolong segera kamu pergi dari sini." katanya lagi dengan nada mengusir
Dira pergi menemui Arya diruangannya. Dira marah marah di sana. Arya yang tidak mengerti apa yang membuatnya marah hanya diam saja
"Lo kenapa sih Ra.. marah marah diruangan gue!" akhirnya Arya jengkel melihat sikap Dira
"Bos lo tuh.. haaahh... siapa sih calon dia. Memangnya lebih cantik dari gue!!" tanya nya pada Arya
"Oooo... lo lagi bahas calon Jovan. Dia cantik kali. Cantik luar dan dalam. Pinter lagi. Lo udah ketemu??" tanya Arya
"Lo udah tahu calon Jovan.. gue lihat donk fotonya!!" ucap Dira penasaran
"Jadi lo belum ketemu sama Ayyu..??" tanya Arya merasa telah dibodohi.
Arya langsung diam takut jika dia salah bicara.
"Ooo... namanya Ayyu!!" ucap Dira sedikit mengetahui informasi mengenai calon Jovan
"Kalo lo cuma pengen tahu tentang Jovan. Mending lo pergi, gue sibuk!!" usirnya Arya
Dira pergi meninggalkan kantor dan menemui DM Noval di RS.
Cahyo mengantar Rere ke bimbel. Dalam perjalanan Rere menceritakan jika ia bertemu Dira di RS.
Awalnya Rere tidak mengetahui jika Dira adalah mantan kekasih Cahyo yang masih mengejarnya.
__ADS_1
Ketika Rere tahu jika Dira adalah mantan Cahyo, Rere tidak mau jika hubungannya rusak dengan Cahyo hanya karna perempuan gila itu