
Awal semester ganjil ini Rere mengejar target untuk bisa sidang skirpsi.
Mata kuliah hanya ada satu. Namun ia harus mengajar mahasiswa semester 1 dan 3 sesuai permintaan Pak Hadi dibawah perintah Dekan langsung
Setelah lulus sidang proposal, Rere terus berkonsultasi pada dopim nya. Sehingga hanya butuh waktu 3 bulan Rere sudah bisa mengajukan sidang skripsinya
Hari hari Rere sangat berat setiap harinya. Rere harus ke kampus untuk kuliah, mengajar, membuat tugas dan quis, memasukkan nilai nilai dan jika ada waktu luang ia akan ke perpustakaan membuat skripsinya
Hari sidang pun tiba. Cahyo tidak berangkat kekantor karena dia ingin menemani Rere ke kampus.
Sahabat Rere berkumpul semua. Mereka menghibur Rere agar pikirannya bisa relaks. Hingga namanya pun dipanggil.
Satu jam lamanya Rere berada di dalam ruang sidang. Dua dopem dan tiga dosen lainnya menguji hasil penelitian Rere.
Salah satu dosen yang membuat Rere geram adalah Bu. Sita. Ternyata beliau masih saja menilai dengan subjective. Tidak melihat bahan bahasan yang disampaikan Rere justru melihat bagaimana Rere membuat
Bu Sita ingin menjatuhkan Rere dengan menganggap penelitian Rere mencontoh dari penelitian kakak kelas sebelumnya. Namun Rere bisa mematahkan persepsi Bu Sita dengan menunjukkan bukti bukti bahwa ia bekerja sendiri tanpa menduplikat siapapun
Sidang selesai. Rere keluar dengan penuh kemenangan setelah men skak mat Bu Sita. 'Hhaaahh... gue gitu lhoo'
Erlin menyusul Rere dan bertanya mengapa Rere senyam senyum sendiri. Rere menceritakan sedikit kejadian di dalam ruang sidang dan mereka sama tertawa pecah
'sukurin tuh dosen.. eneg gue' celetuk Ratih
Cahyo yang mendampingi Rere hanya menggeleng gelengkan kepalanya
"Caffe yuuk" ajak Cici
"Ciiieee... yang kangen mas Dim Dim.." baru pertama kali ini Rere kompakan dengan Erlin dan Ratih
"Ya udah kalo gak mau!" sewot Cici yang akhirnya duduk kembali di kursi dekat Cahyo
"Cuuuzzzzzz" jawab Rere bersemangat
Mereka berlima menuju caffe Dimas merayakan lepasnya sidang skripsi Rere
"Duuhh.. gue jadi deg deg an nih.. ntar skripsi gue gimana ya.. sidang magang kemaren aja revisi gue banyak banget!" kata Erlin sebal
"Mangkanya belajar.. shopping mulu sih!!" jawab Rere
"Haaaah... itu dia. Kenapa harus belajar" katanya sambil menundukkan kepalanya
Sahabat lainnya hanya menggelengkan kepala. 'Kalo gak mau belajar ya jangan kuliah.'
Rere membuat makan malam untuk dirinya dan Cahyo. Rere membuat soto ayam lengkap dengan koya dan keripik kentang.
__ADS_1
'hhmmm.. harumnya' batin Cahyo
Cahyo mendekat ke meja dapur. Rere sedang merajang kol dan seledri untuk taburan soto.
Rere mengambil dua piring satu mangkok besar berisi racikan soto yaitu kol, su'un, suwiran ayam, potongan telur, disiram kuah soto, dan taburan seldri, kentang goreng, bawang goreng diatasnya
Cahyo langsung mengambil satu piring dan mengisinya dengan nasi lebih banyak. Memberikan sendok pada Rere agar makan bersama dalam satu piring
Rere mengambil sendok yang diberikan Cahyo untuknya. Cahyo mulai mengambil kuah soto beserta isiannya. Rere menaburkannya dengan koya, jeruk nipis dan sambal. Mereka menikmati makan malam favoritnya.
'Enak.. banget' batin Cahyo
Mereka menghabiskan malam dengan menonton TV. Sejak kejadian Cahyo tidur seranjang dengan Rere, Cahyo tidak pernah lagi untuk merebahkan dirinya dikasurnya.
Jika merasa lelah dia akan langsung pergi ke kamar Jihan. Karena Rere mengancam akan pulang di rumah kost jika itu sampai terjadi lagi
Cahyo masih tidak sadar apa yang dilakukan nya saat tidur seranjang dengan Rere. Sedangkan Rere masih ingat betul, dirinya dipeluk dan dikunci dengan tangan nya yang berotot itu.
"Ayyang.. ntar nikah nya habis wisuda ya.." ajak Cahyo
"Enggak ah.." tolak Rere cepat
__ADS_1
"Ayyang... gimana kalo..."
Rere dan Cahyo membuat suatu kesepakatan bersama. Dan mereka sudah memutuskannya atas kesadaran masing masing.
Selama menunggu proses wisuda, Rere sudah secara resmi untuk mengajar sebagai dosen di semester bawah.
Metode yang digunakan Rere untuk mengajar juniornya di acungi oleh Pak Hadi. Rere dapat menyampaikan semua materi dengan sangat baik
Sehingga ketika Pak Hadi meneruskan pembelajaran di semester atas, beliau tidak kesulitan karena mahasiswanya sudah memahami dasar dasarnya dengan sangat baik.
Acara wisuda di laksanakan hari sabtu ini. Ayah dan Bunda sudah tiba di apartemen Cahyo. Mama dan Papa serta Jihan menginap di hotel keluarga.
Undangan pernikahan mereka sudah tersebar. Acaranya akan digelar di hotel keluarga milik Papa nya.
Teman, Relasi dan keluarga akan memenuhi tempat resepsi yang akan dilangsungkan hari Minggu setelah wisuda.
Cahyo dan Rere satu mobil dengan Ayah Bunda berangkat dari apartemen. Sedangkan Mama, Papa dan Jihan diantar sopir berangkat dari hotel.
Selama prosesi wisuda semuanya berjalan dengan baik. Rere dan Cahyo mendapatkan penghargaan sebagai mahasiswa terbaik dengan nilai tertinggi.
Tiba di akhir acara, rektor memberikan pengumuman. Cahyo dan Rere serta orang tua masing masing diminta untuk naik ke atas panggung.
Teman teman wisuda mereka sama bertanya tanya.. ada apakah ini..
Seorang dari luar ruangan masuk dan duduk diatas meja yang sudah dipersiapkan.
Cahyo dan Rere duduk bersebelahan sedangkan Ayah dan Papa mereka serta Rektor duduk diantara Cahyo dan Rere.
Wakil Rektor menyampaikan bahwa mereka akan menggelar akad nikah di sini. Semua sama berteriak. Ada yang memberikan ucapan selamat dan ada juga yang mengatakan bahwa sekarang menjadi hari patah hati sekampus
Ya.. karena Rere adalah idola kaum adam dan Cahyo adalah idola para kaum hawa
Ijab Qobul dilakukan dengan lancar. Mereka sah untuk menjadi pasangan suami istri. Rektor memberikan ucapan selamat dan mempersilahkan tamu semua yang hadir untuk beramah tamah di luar gedung
Cahyo sudah menyiapkan catering dengan jumlah yang sangat banyak. Mereka sama mengucapkan selamat dan berfoto bersama.
Cahyo dan Rere tidak pulang ke apartemen. Mereka langsung ke hotel keluarga tempat acara resepsi di gelar.
__ADS_1
Mama dan Bunda yang mempersiapkan semua acara untuk putra putrinya. Mengingat kesibukan Rere dan Cahyo yang tidak ada habisnya.