
"Pagi..." jawab sekretaris itu mengakhiri sesi gosipnya
"Pak Jovan ada di ruangan??" tanya perempuan itu lagi
"Silahkan Bu Dira menunggu di ruang pertemuan, saya akan menghubungi Pak. Jovan" ucap sekretaris itu pada perempuan yang tidak asing baginya
Cahyo meminta Rere untuk menunggu makan siangnya di ruangan, sedangkan dia hendak menemui Dira di ruang pertemuan
"Ada apa lagi Dir!!" tanya nya tegas tanpa basa basi
"Kenapa kamu tidak menghadiri acara rekanan kemarin?!" tanya Dira menelisik
"Sibuk. Kalo kamu tidak ada kepentingan lainnya silahkan kembali. Saya sibuk!" jawabnya hendak meninggalkan ruangan
"Aku kangen kamu Jo. Kenapa sih sikap kamu seperti itu sama aku. Mama aja baik sama aku" ucap Dira tidak terima diabaikan
"Kalo mama baik sama kamu, jangan kamu salah artikan aku harus baik sama kamu. Cukup sekali, dan terimakasih.!" jawabnya datar dan tegas
'Cukup sekali'.. ya cukup sekali Cahyo berpaling dari Rere untuk melupakannya dan mulai menyukai Dira.
Gayung bersambut, antar keluarga juga menyetujui hubungan mereka. Namun siapa sangka, ternyata Dira menjalin hubungan dengan orang lain
Pertunangan yang hendak digelarpun dibatalkan secara sepihak oleh Cahyo.
Keluarga Dira meminta maaf atas sikap Dira, dan memohon agar kejadian ini tidak mengganggu kerjasama bisnisnya. Cahyo pun menyetujui
Namun tidak dengan Dira.. beberapa tahun setelah dicampakkan kekasihnya, ia berusaha kembali pada Cahyo yang diketahuinya masih sendiri
Cahyo sudah berada diruangannya. Makananpun juga sudah siap di atas meja. Cahyo melihat makanan nya masih utuh, sedangkan Rere tertidur di ujung sandaran sofa
Cahyo keluar lagi untuk mencari Arya, asisten pribadinya. Namun diruangan Arya ada Dira yang sedang mengintrogasinya
Arya : pulang giih, gue sibuk
Dira : tolongin gue ar, kali iniiiiii aja. yaa yaa
Arya : maaf, gue gak bisa
Dira : kenapa
Arya : ya.... Jovan bukan seperti Jovan yang dulu
Dira : maksud kamu!!
Cahyo langsung masuk ruangan Arya tanpa mengetuk pintu. Arya kaget dibuatnya dan langsung saja dia ingat kalo harus membawa makan siangnya diruangan
"Sudah saya bawa keruangan Bapak makan siangnya. Ada lagi yang bisa saya bantu Pak?" tanyanya
"Gak. Lo dateng dia sudah tidur??" tanya Cahyo
"Iya Pak. Maaf Pak, saya tidak berani membangunkan." sambil menunduk
"Oke. Makasih" Cahyo pergi meninggalkan mereka dengan sedikit bingung ada apa Dira diruangan Arya
Dira : Ar, jangan bilang kalo Jovan sudah punya cewek
Arya : Kalo iya memangnya kenapa, Jovan sudah bukan milik mu kan..
Arya pergi meninggalkan ruangan setelah mendapat telp dari rekanannya
Dira memukul keras meja kerja Arya. Siapa cewek yang bisa dekat selain dirinya. 'Selama ini Jovan memasang sikap sedingin es jika berada dengan wanita.. isshhhh. siapa dia' geramnya
Dira bertanya pada sekretaris Cahyo menayakan apakah ada orang diruangannya. Dan dijawab jujur oleh sekretarisnya
Makin geramlah Dira mendengarnya. Selama ini ia tidak pernah sekalipun masuk keruangan Cahyo. Dira meninggalkan kantor dengan rasa jengkel yang teramat.
__ADS_1
Sudah 30 menit Cahyo berada di meja kerjanya. Rere pelan pelan membuka matanya dan melihat wajah ganteng Cahyo di depannya
"Kak.." katanya
Cahyo langsung bangkit dari duduknya dan berjalan menuju tempat Rere duduk
"Ayo makan, sudah dingin kan.. mau diganti??"
"Gak usah Kak.. Ayya makan ya.." Rere langsung mengambil makanan yang ada di meja. "Kakak sudah makan.." tanyanya dengan mulut penuh
Cahyo mengusap kepala Rere dengan lembut. Mendekat ke arah Rere, mengambil sendok dan mengambil nasi yang ada di piring Rere.
Rere tak banyak bicara, seperti sudah menjadi kebiasaan baginya jika makan berdua dengannya
Disela makannya Rere mendapat telp dari RS yang mengabarkan bahwa Senin pekan depan sudah bisa dimulai magangnya
"Siapa??"
"Dari RS. Mulai pekan depan magang nya sudah bisa dimulai" jawabnya dengan memberikan piring agar Cahyo mengambil alih memegangnya
Rere mencari seorang nama yang ada diponselnya. Dan mulai melakukan panggilan
Beberapa saat panggilannya dimatikan. Lanjut membuka beberapa chat dan email dari ponselnya
Cahyo yang melihat Rere sedang sibuk dengan ponselnya, dan mengabaikannya makan langsung mengambil sesendok nasi dan menyuapkannya ke mulut Rere
Rere yang melihat ada sesendok nasi di depan mulutnya melihat ke arah Cahyo,
"Ntar aja Kak.. " berusaha menolak halus
"Aaakk... buka mulutnya!" perintahnya dengan pelan
Gak ingin berdebat, karena pasti akan kalah juga, Rere membuka mulutnya.
"Lagi ngapain sih..!" masih sesekali menyuapi Rere
"Lepas kerja caffe mau kerja bimbel?!"
"Iya. Kata bunda lebih baik di bimbel aja"
"Kog gak tanya kata Kakak..?!" tanya nya serius
"Hoookk.." menoleh ke arah Cahyo
"Mang apa kata Kak Jo?" tanya nya Rere penasaran
"Kata Kak Jo.." bangkit dari duduknya kembali ke meja kerjanya. Rere masih mengikuti suara yang menggantung
"Gak usah kerja"
"Kak Jooo!!" pekik Rere kesal
Cahyo menyuruh Rere untuk mengambil air wudhu dan menunggu di ruang santai yang berada dalam satu ruangan kerjanya
Tidak lama menunggu Cahyo datang dengan kemeja yang masih di lipat setengah lengan
Mereka mengerjakan sholat dhuhur berjamaah. Rere melanjutkan membaca Al-Qur'an yang ada meja kecil dan Cahyo mulai bangkit mengecup pucuk kepala Rere hendak melanjutkan pekerjaannya
"Kak.. Ayya boleh pake dapurnya??"
__ADS_1
Rere meminta ijin pada Cahyo untuk menggunakan dapurnya setelah Cahyo memintanya untuk mampir ke apartemennya dahulu
"Heem.. Mau buat apa..?"
"Pengen buat cake. Di kost gak ada oven. Ayya liat di apartemen Kak Jo ada.. hehehee"
"Boleh. Mang bisa??"
"Bisa donk.. Insya Alloh."
Akhirnya mereka memutuskan untuk berbelanja bahan bahan terlebih dahulu
Saat tiba di apartemen, adzah magrib menyambutnya. Mereka memutuskan untuk menunaikan sholat magrib terlebih dahulu
Cahyo melihat tangan Rere yang terampil dalam membuat adonan cake. Rere membuat brownis panggang.
"Tarraaa..."
"Sini...!!" perintah Cahyo agar Rere mendekat pada dirinya di meja mini dapurnya
Rere mendekat menunjukkan hasil karyanya. Cahyo mengambil pisau kecil yang ada di tempat sendok
"Eeeiiitttss!!. Kak Jo mau ngapain.." tanya Rere cepat mengindarkan pisau dari cakenya
"Mau incip. Gak boleh!!"
"No.no.no!!"
"Trus.. buat apa kalo gak boleh dimakan. Jadi pajangan??!"
"Ini buat Ratih Kak.. Dia ulang tahun hari ini" Rere senyam senyum sendiri
"Trus buat Kakak mana!!" tidak terima karena tidak dibuatkan
__ADS_1
"Buat sendiri..." Rere tertawa geli dengan menutup mulutnya dengan satu tangan karena tangan lainnya memegang brownis