
Sakha langsung membanting botol air mineral yang ada di tangannya. Mengacak acak kasar rambutnya hingga tak beraturan
"Lo udah pacar???!!!" katanya dengan nada emosi
Cahyo yang mendengar itu langsung berdiri dan menghampiri Rere. Cahyo menarik tangan Rere menjauh dari Sakha
"Sapa lo??!!!" tanyanya pada Cahyo yang dirasa mencampuri urusannya dengan Rere
"Kalo mau ngomong sama cewek.. redam dulu emosi lo. Gue Cahyo, pacar Ayyu" jawabnya dingin dan tegas
Cahyo dan Rere menuju parkiran. Cahyo melipat sepeda Rere dan mulai melajukan mobilnya meninggalkan Sakha seorang diri
'Breng***'
'Awas lo Ayy...' geram nya
"Kak Jo..." obrolannya di dalam mobil
"Hemmm..."
"Marah ya..."
"Gak"
Karena begitu dingin, Rere menyudahi obrolan tersebut. Rere sudah sedikit mengerti sikap Cahyo, kapan ia harus diam dan bicara
Aroma pasta sudah tercium dari ruang tamu rumah kost. Rere segera mencuci tangannya dan menghampiri sahabatnya
"Waahhh sudah jadi ya... mmm.. harum. enak neh"
"Lho jadian ya sama kak Cahyo" tanya Erlin berbisik
"Kata siapa" Rere mengambil garpu dan mulai mencicipi
"Tuuhh" menunjuk Cici yang senyam senyum mendengar namanya di sebut
heheheheee
"Gak. kita teman kecil"
"Maksudnya.." tanya Ratih tidak mengerti
"Kak Cahyo itu teman kecil gue saat SMP"
"Oohh.. cinta monyet" jawab mereka bersamaan
"Apaan sih.. cinta monyet!!"
Cici dan Ratih mulai menghidangkan makanan di piring. Karena ada Cahyo. Jika tidak, biasanya mereka akan menjadikan wajan tersebut sebagai piring dan makan rame rame di kamar
Rere dan Erlin membuat minuman. Mereka ngobrol dengan santai di ruang tamu dengan mengundang Bima juga. Karena jika tidak kecanggungan lah yang ada. Jujur, sahabat Rere agak takut dengan sikap dingin Cahyo
'Astagfirulloh'
"Gue tinggal ya.. gue belum sholat"
"Gue ikut" kata Cahyo
__ADS_1
Akhirnya Cahyo di giring untuk ke kamar mandi tamu mengambil air wudhu dan mau tak mau mempersilahlan Cahyo masuk kedalam kamar Rere dan Cici
'Rapih'
Rere masuk kedalam kamar mandi, mengambil air wudhu, merapikan kembali hijabnya dan segera keluar mengambil sajadah. Mereka sholat berjamaah
Sambil menunggu waktu Ashar yang memang sebentar lagi, Rere mengambil Qur'an yang diberikan Cahyo padanya
Rere membaca Qur'an dengan sangat merdu. Cahyo menutup kedua matanya menghayati tiap tiap ayat yang di baca Rere. Hingga suara adzan Ashar terdengar
Rere menghentikan membacanya. Mengajak Cahyo untuk segera menunaikan sholat karena tidak ingin sahabatnya menunggu terlalu lama diluar
'Assalamualaikum wr.wb --- Assalamualaikum...'
Cahyo bangkit dari duduknya selesai memanjatkan doa, mencium ujung kepala Rere dan berjalan keluar kamar bergabung dengan teman temannya
Rere tersentak, dalam doanya ia juga memohon 'Ya.. Alloh, jika memang Kak Cahyo adalah jodohku, persatukanlah kami karena Mu'
Rere segera bergabung dengan sahabatnya. Dan mereka memutuskan untuk mengakhiri hari ini karena Rere akan bekerja. Rasanya ada yang kurang jika mereka berkumpul tanpa Rere
Rere di antar Cahyo menuju caffe. Disana ada Dimas yang baru saja memarkirkan mobilnya entah dari mana
Cahyo mengeluarkan sepeda Rere, memarkirkannya dan berpamitan dengan mencium ujung kepala Rere
Rere melambaikan tangan ketika Cahyo hendak melajukan mobilnya. Melihatnya hingga tak terlihat.
Rere masuk lewat pintu samping. Dari belakang Dimas menyusul Rere hingga ke ruang loker
"Siapa tadi??"tanya Dimas penasaran dan mengingat bahwa cowok itu yang mentraktir sahabat Rere dulu
"Siapa kamu.. pacar??!"
"Heemm..." Rere hanya mengerang, karena jika dibilang pacar, ia belum mendapat kalimat itu, dibilang bukan pacar, Rere sudah sering mendapatkan kecupan dikepala, panggilan kesayangan dan ucapan ILoveU
entah apa itu namanya
Rere segera mengambil posisi nya dalam pekerjaan. Melayani pengunjung caffe dengan senyumnya
Ketika senggang, Rere lebih senang membaca buku di sudut mejanya. Atau mengerjakan tugas tugas kampusnya
"Assalamualaikum.. bunyaaaaaaahhh" suaranya sangat manis ketika mendapat telp dari seseorang yang Rere sebut Bunyah
Dimas semakin emosi, siapa lagi dia. 'Kenapa banyak sekali saingan gue' desahnya
"Rere meminta ijin sholat magrib pada Dimas. Ponselnya ditinggalkan di meja nya. Dering ponsel Rere terdengar kembali. Dilihatnya nama itu lagi 'bunyah'
Dengan sangat berani, Dimas mengangkat ponsel tersebut, dan
"Ayyang.. bunda lupa mau bilang kalo kamu pulang nanti belikan pesanan ayah ya... Ayy.. Ayyang..Ayyy..."
tut.tut.tut.. Ponselnya ditutup
Dimas langsung mengusap kasar mukanya. 'Ya ampun...gue kira sapa bunyah. ternyata bundanya'
'Ayyang' ... Dimas tersenyum
__ADS_1
Caffe sudah ditutup. Semua karyawan sudah mulai meninggalkan gedung. Rere masih menerima telp dengan headset di telinganya menuju parkiran, membuka kunci nya dan mulai mengayuh.
Segera ia membersihkan diri dan mengambil air wudhu. Sholat isyak dan menghabiskan halaman buku yang dibacanya tadi di caffe
Hari ini tidak ada aktivitas kampus atau radio, sehingga Rere memilih untuk memanjakan tubuhnya di kasur nyamannya
To..tok..tok..
Dengan langkang setengah sadar, Rere membukakan pintu kamarnya. Dilihat nya Cahyo berdiri disana. Rere membelalakan matanya karena tersadar ia tidak mengenakan hijabnya
Rere menutup pintu dengan kasar, dan kembali membukakan pintu ketika telah berhijab
"Kak Jo.." teriaknya "Ayya kira Ratih ma Erlin"
"Kenapa.. Kamu lagi nungguin mereka.."
"Gak sih.. tapi biasanya sapa lagi kalo bukan mereka. Kak Jo ngapain ke sini"
"Kangen" jawabnya cepat
Rere hanya memonyongkon bibir mungilnya sambil bersandar di sofa ruang tamu
"Masih ngantuk..."
"Gak sih.. sudah bangun. kaget. liat kakak" jawabnya ketus
hahahhaahhaahha
"Mandi gih.. ikut Kak Jo"
"Kemana.."
Cahyo mulai pasang dingin yang itu artinya 'jangan banyak tanya'
Rere segera kembali kekamarnya. Membersihkan diri, sholat dhuha dan menghampiri Cahyo yang sudah menunggunya
'wanginya.. bener.bener ngangenin'
Cahyo melajukan mobilnya jauh sedikit ke perkampungan. Rere melihat Cahyo masih di sikap dinginnya, jadi ia mengurungkan niatnya untuk bertanya kemana dia akan membawanya.
Di Resto bernuansa alam, menyajikan sawah yang terhampar luas, sangat segar, Cahyo memarkirkan mobilnya
Menuju salah satu gazebo dan mulai memesan beberapa menu makanan dan minuman
"Enak banget Kak.. Kakak sering ya kesini" sambil menghirup udara pagi yang segar
"Sama mama dulu" jawabnya singkat
Rere heran kenapa Cahyo membawa turun ranselnya. Dan benar saja, dia mengambil laptop nya dan kerja.
'huuffttt. kalo kerja kenapa ajak Ayya siih' celetuknya pelan yang di dengar oleh Cahyo
"Biar semangat kerjanya. Ada yang nemenin" ucapnya datar
__ADS_1