Radio Cinta

Radio Cinta
part. 59


__ADS_3

Lepas sarapan, Cahyo yang biasanya langsung mandi dan bersiap kerja pun dia tunda.


"Ayyang.. nanti mampir kantor ya.." ajak manja Cahyo


Rere tak bersuara 'Yess... sekali kali gantian Kakak gue kerjain' batin Rere


"Ayyang.." Rengek Cahyo yang merasa di abaikan oleh Rere


"Sibuk" jawab Rere datar dengan masih didepan meja TV bersila dikarpet memainkan jari jari nya pada laptopnya.


"Ya udah.. hari ini Kakak yang ikut kekampus" merebahkan tubuhnya di sofa TV.


Rere bersiap untuk pergi kekampus setelah sholat dhuha. Cahyo juga sudah rapi dengan membawa setelan jas ditangannya.


Cahyo melajukan mobilnya menuju kampus. Selama perjalanan Cahyo banyak berbicara. Dan sekali kali bertanya pada Rere yang hanya dijawab singkat.


Sampai parkiran,..


"Ayyang.. maaf ya.. Kakak ketiduran semalem.. kakak gak ada niat tadi malam buat tidur di ranjang. Kakak cuma pengen meluruskan kaki aja, trus mau tidur di sofa. Tapi malah ketiduran... Ayyang... jangan marah ya..ya..ya.." bujuk rayu Cahyo memberi penjelasan


"Heemm.." Rere keluar dari mobil "Assalamualaikum"


'jebreet' pintu mobil Rere tutup sebelum mendengar balasan salam nya


Cahyo mengacak acak rambutnya hingga berantakan, padahal dia akan ada rapat secara daring.


Cahyo pergi ke UKM Radio. Disana ada Bram yang sedang bertugas. Cahyo masuk dalam ruang penyiaran. Ikut bergabung dengan Bram.


Ohooo... gue kedatangan master of the Radio neh..


Pa kabar Kak.. wahh sudah sukses aja neh. Boleh donk di segmen ini bagi bagi kiat sukses seorang Cahyo


Hai.. mm. lain kali ajja ya. maaf. gue cuma kangen aja neh pengen sapa kalian. Apa kabar..


Masih sama ya Bram.. untuk salam salam bisa di no 081234556890 dengan format yang sama, ketik nama kamu dari jurusan mana dan salam kamu


Cucok Kakak ganteng ku yang satu ini. masih inget ya guys.. padahal sudah lama lulus nya. heheheh..


Ayo sob.. silahkan, yang mau request lagu juga bisa. untuk menemani kalian kalian membuat jadwal kuliah


Gue mau kirim salam donk Bram..


Boleh. buat sapa Kak


Buat Ayya.. jurusan psikologi. jangan ngambek ya.. i love you

__ADS_1


Ciieeee ... memang si Ayya ceweknya Kak.. hai Ayya.. jangan ngambek ya.. Nih gue puterin satu tembang dulu dari ****** (lagu diputar)


"Thanks ya.." Cahyo keluar dari ruang penyiaran dan duduk di ruang tunggu


-dilain tempat-


'Waahhh gila Kak Jo.. bikin malu ajja' tapi Rere senang dan tersenyum bahagia


Cahyo mengadakan rapat daringnya di UKM Radio. Setelah menyelesaikan tugasnya Rere menghampiri Cahyo di gedung UKM


Cahyo masih rapat ketika Rere datang. Rere asik memainkan ponselnya berchat ria dengan sahabatnya. Sesekali ia menahan tawa dan tersenyum membaca chat dari sahabatnya.


Cahyo penasaran apa yang dilakukan Rere. Rapat pun selesai. Cahyo duduk bersebelahan dengan Rere. Dia ingin tahu apa yang membuatnya tertawa dan tersenyum manis


"Kakak.. apaan sih..!!" tanya Cahyo yang membaca di akhir chat dengan Ratih


"Setuju..? mau ngapain??" tanya Cahyo penasaran


"Enggak.." Rere langsung menutup ponselnya dan memasukkan nya di kantong blezernya


"Heemmm.. gitu yaa.... sama Kakak.. mau main rahasia rahasia an..!!" tatapan membunuh Cahyo


Rere membuang muka tidak berani menatap wajah Cahyo. Sedangkan Cahyo lebih mendekatkan wajah nya ke wajah Rere.


Dengan telapak tangan kiri Rere, ia mendorong pipi Cahyo untuk menjauh dari wajahnya.


Rere akhirnya bercerita jika ia akan pergi dengan sahabatnya besok usai dari kampus. Hanya para cewek, tanpa pasangan.


"Oke.. tapi Kakak yang jadi supir" katanya mengakhiri obrolan. Dan Rere yang merasa di bodohi langsung mencubit Cahyo bertubi tubi.


Cahyo mengelak cubitan Rere dengan tertawa lepas. Sehingga Rere merasa lelah sendiri cubitannya tidak ada yang mendarat di tubuhnya.


'Huuufffttt...' Rere menghela nafas berulang ulang merasa sebal dengan sikap Cahyo.


Cahyo mengusap kasar kepala Rere hingga hijabnya berantakan dibuatnya.


"Kakak..!!!" teriaknya semakin jengkel


Cahyo mengambil tas laptopnya dan meraih lengan Rere untuk bangkit pergi meninggalkan gedung UKM.


Cahyo melangkahkan kakinya menuju masjid. Mereka sholat dhuhur berjamaah. Dan pergi meninggalkan kampus untuk mencari makan siang.


"Kak.. Ayya mau makan soto ayam di ujung jalan itu!" katanya masih menahan jengkel


"Kalo masih marah, Kakak gak mau berhenti. Kita makan di resto favorit Kakak" ucap nya santai

__ADS_1


'Yaa.. pasti makin jail nanti' batin Rere


"Ayya udah gak marah kog" kata katanya ia atur agar terdengar biasa, meski masih jengkel


"Senyum nya mana??" kata Cahyo


Rere membuat senyumnya mengembang. Namun Rere tidak bisa berbohong, senyum Rere menujukkan sikap Rere yang masih jengkel.


"Masih marah kan...??" tanya Cahyo yang sudah paham arti senyuman terpaksa Rere


"Iya.. maaf. Makan di sana ya Kak.. Ayya pengen.." rengeknya


"Heemm.. jangan marah lagi ya.. Kakak minta maaf" ucapnya dengan mengusap lembut kepala Rere


Cahyo memarkirkan mobilnya. Dia merasa agak kesulitan karena tidak ada tempat parkir yang memadai.


Rere mencari tempat duduk, sedangkan Cahyo memesan 2 mangkok soto ayam.


Satu mangkok Cahyo singkirkan. Dia mengambil sendok dan makan dari mangkok Rere.


"Kakak.. itu punya Kakak.." Rere menunjuk satu mangkok yang Cahyo geser sedikit menjauh


"Heeemm..." katanya sambil terus memakan soto semangkok berdua dengan Rere


'Enak..' batin Cahyo


Rere yang sudah paham kelakuan Cahyo hanya menghela nafas saja. Dan terus menikmati soto yang hampir habis dimakan cahyo


Satu mangkok sudah habis. Cahyo menggeser mangkok yang kosong dan mengambil satu mangkok yang masih utuh.


Sesekali Cahyo mengajak bicara Rere, apakah ia masih marah kepadanya.


'Aman' batinnya


"Itu.. kentang Ayya.." menunjuk sendok yang akan dimakan Cahyo


"Mana..?" tanya Cahyo bingung


"Itu.. dibawah ayam. Aakkk.." kata Rere yang suka sekali dengan soto yang bertabur kentang goreng


Cahyo mendaratkan sendok yang dia pegang ke mulut Rere. Cahyo sangat senang melihat senyum Rere kembali mengembang tanpa paksaan.


Dalam perjalanan pulang, Cahyo mengijinkan Rere untuk pergi dengan sahabatnya


"Janji ya.. jangan macem macem" kata Cahyo penuh ancaman dan hanya di angguki kepala oleh Rere

__ADS_1


'Macem macem apaan sih maksudnya??' batin Rere


__ADS_2