
Rere menengok ke kanan dan kiri mencari Dimas yang katanya sedang menunggunya. Ia tak melihat ada genangan air yang tepat ada didepannya
Dimas segera berlari ketika dia melihat ada sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi.
'Crrroooottt' air genangan itu tepat membasahi bagian punggung Dimas yang menghadap ke arah Rere
Rere menutup mata saat kejadian tersebut karena kaget tiba tiba saja Dimas muncul tepat di depannya
Beberapa saat kemudian, Rere tersadar bahwa Dimas sudah menyelamatkannya dari genangan air tersebut
"Baju kamu.."
"Gak pa pa.. aku ada baju di mobil. Boleh pinjam kamar mandinya"
"Eehh.. ya. Ayo masuk"
Rere mengajak masuk menyusuri lorong dan menuju ke ruang laundry. Disana terdapat kamar mandi yang memang dipergunakan untuk tamu
"Silahkan.. disana kamar mandi nya"
Dimas segera menuju kamar mandi guna mengganti pakaiannya. Ia membawa pakaian kotornya dan melipatnya di luar
"Biar aku cucikan" sambil meminta baju kotornya
"Gak usah"
Rere mengambil paksa baju yang ada di tangan Dimas. Memasukkannya dalam mesin cuci dan mulai mencuci
"Kenapa kamu kemari. Ini kan sudah malam?!"
"Oh.. maaf Ayy. Aku cuma mau kasih ini buat kamu." mengambil paper bag yang dia taruh tadi di sofa dekat laundry
"Selamat ulang tahun. maaf terlambat" dengan senyum mengembang
"Hook.. kenapa repot repot sih.. kado doa aja aku juga sudah senang" jawabnya santai
"Ambil donk.."Menyodorkan paperbag ke arah Rere
Rere mengambil paperbag tersebut dan mengucap terimakasih padanya
Rere membuatkannya minum dan mempersilahkan Dimas untuk duduk di sofa dekat laundry sambil menunggu bajunya selesai dicuci
'Eehh.. itu bukannya cowok kemarin yang cari Ayyu yaa...'
'Iya kayaknya.. kenapa malam malam gini ke kost sih.. ntar kalo sampai di denger sama bu kost tahu rasa dia'
Tak banyak obrolan yang keluar saat itu. Mesin cuci sudah selesai beroperasi. Rere segera mengambil nya dan melipatnya, memasukkannya ke dalam kantong bersih dan memberikannya pada Dimas
"Ini.. mohon maaf ya. bukannya aku mengusirmu. tapi ini sudah malam"
"Iya. aku tahu. sekali lagi maaf" Dimas segera berlalu dengan di antar Rere sampai depan rumah kost nya
'huuufffttt' Segera ia memejamkan mata ketika sudah merenggangkan badanya di kasur ternyaman
Aktivitas pagi Rere dimulai seperti biasa.
Pukul 07.40 Rere sudah di ruang penyiaran. Tidak ada satupun orang yang ada di gedung UKM itu.
Semua UKM libur, hanya UKM Radio saja yang tetap beroperasi.
UKM ini diperuntukkan selain mengasah bakat mahasiswanya juga untuk sarana informasi yang dekan atau rektor berikan. Karena siarannya bisa langsung didengar di semua tempat di area kampus. Kecuali di dalam kelas.
__ADS_1
101.11MHz C.Radio selamat paaggiiiii. Assalamualaikum wr.wb
C.Radio akan temani aktivitas kalian kalian semua bareng gue Rere... mmm.. karena ini minggu tenang, selama minggu tenang dan UAS pekan depan, C.Radio akan mengudara sampai nanti jam 12 ya.. so, yang mau bimbingan skripsi-semangat, yang mau ngerjakan tugas buat tambah nilai juga - semangat
Buat semangat semuanya .. satu lagu dulu dari Rere, (lagu diputar)
Hampir satu jam berlalu, Rere sudah melihat Cici yang akan menggantikannya siaran. Cici sudah bersama Rere dalam ruang siaran dan akan mulai on air nya
C.Radio selamat pagi, Re, lho temenin gue yee.. jangan pergi. Gimana, setuju ya guyyss.. sepi boo' kalo gak ada temen siaran tu gimanaaa gitu rasanya
seperti makan nasi gak pake lauk. tul gak gauuysss. heehehehe
Yang mau kirim kirim salam -boleh- yang mau request lagu -boleh- yang mau bikin tebak tebakan juga boleh
Yuukkk.. biar gak spaneng mikir UAS minggu depan, kita ajak kalian buat chat ke sini ya.. di nomor 081234567890 jangan lupa formatnya, nama, jurusan kalian dan apa tebakan kalian...
Satu tebakan dari gue ya.. 'gajah.. apanya yang besar' nah lohh.. gue tunggu jawabannya di C.Radio 101.11 MHz
Erlin pun sudah bersiap untuk menggantikan Cici siaran saat itu. Ya waktu on air Erlin jam 10 pagi. Erlin sudah masuk ke ruang penyiaran yang di sana masih ada Rere dan Cici yang sedang clossing
Rere terkejut saat ada Cahyo diluar ruang penyiaran melambaikan tangan padanya
Rere memberi kode pada sahabatnya untuk keluar yang hanya di acungi jempol oleh keduanya
"Kak Jo kapan dateng nya.."
"Baru.. langsung ke sini. kangen ma Ayyyaaang" jawabnya manis
Rere senyam senyum aja melihat tingkah aneh Cahyo. Baru lihat kali ini, biasanya juga tegas, dingin dan kaku
Ratih datang dengan membawa sekantong belanjaan
"Dari mana lo Ra.." tanya Rere heran
__ADS_1
"Belanja. Ntar cooking cooking yuuk.."
"Ssiipppp.. oke"
Percakapan yang di dengar Cahyo itu pun membuat dirinya angkat bicara yang tadinya memasang sikap dingin ketika Ratih datang.
"Gue ikut" katanya
Ratih dan Rere menoleh ke arah Cahyo
"Gue juga belum makan. boleh donk" katanya masih nada tegas
"Aahhh.. iya Kak.. boleh" kata Ratih terbata bata
Rere yang mendengar Ratih bernada khawatir dan takut itu hanya senyum dengan menutup mulutnya
Ratih menutup siaran hari ini. Mereka ber lima jalan beriringan keluar gedung UKM.
"Ayy.." tiba tiba suara itu menghentikan langkah Rere. Dilihatnya Sakha di deretan kursi depan UKM
Cahyo yang melihat Sakha sudah mulai memasang muka dingin. Dilihatnya Sakha dari atas sampai bawah
"Ayy.. boleh ngobrol sebentar"
"Kalian pulang dulu deh.. ntar gue nyusul" kata Rere pada sahabatnya
Sahabatnya meninggalkan Rere untuk ngobrol dengan Sakha. Tapi tidak dengan Cahyo yang justru duduk di anak tangga gedung UKM, dan terus memperhatikan Rere dan Sakha
Rere mendekati Sakha untuk duduk di sana dengan jarak yang pantas, tidak jauh dan tidak dekat pula
"Ada apa.. tolong cepat ya.. saya sudah ada janji sama mereka" kata Rere segera membuka obrolan
"Ayy.. lo sudah baca email gue kan.."
"Sudah"
Terus kenapa gak bales.. atau telp gue"
Rere memang tidak pernah memberikan ponsel pada siapapun kecuali memang benar benar berkaitan dengan kegiatannya.
Email selalu menjadi penyelamat dirinya ketika ada yang meminta penjelasan tetang materi kuliah. tugas tugas semuanya selalu Rere andalkan email untuk bertukar pesan
Teman sekelasnya saja tidak ada yang tahu ponsel Rere, kecuali Citra yang memang sudah dekat sejak awal masuk kuliah
Citra pun tidak mau memberikan no posel Rere, ketika ada yang meminta 'minta sendiri padanya' begitu khilahnya
"Maaf.. gue harus jawab apa"
"Ya.. lo suka gak sama gue"
"Maaf. gak"
__ADS_1