
Rere enggan memperhatikan Cahyo yang berkutat dengan pekerjaannya. Rere lebih memilih menikmati banyak menu makanan yang ada dihadapan
"Aaakkkk...." mulut Cahyo terbuka saat Rere hendak memasukan nasi ke mulutnya
"Pake ikan.. Aaaakkkk...." matanya masih menghadap ke laptop
Rere diam menahan sendok yang akan mendarat di mulutnya. Dilihatnya Cahyo yang tak bergeming dari laptop nya
Rere menaruh sendoknya kembali, mengambil paksa laptop Cahyo, menyodorkan piring kosong dan sendok ke tangan Cahyo dan hanya di tatap dingin olehnya.
Tatapan mata Cahyo terlihat menakutkan. Rere terdiam, mengambil kembali piring dan sendok yang affa di tangannya dan mengembalikan pula laptop ke tangan Cahyo
Rere mengambil sesendok nasi dan ikan lalu menyuapkannya ke mulut Cahyo.
Cahyo tersenyum senang dan melanjutkan lagi pekerjaannya yang tinggal sedikit lagi
'Selesai'
"Aaakkk..."
Kali ini Rere benar benar mengambilkan Cahyo piring dan sendok agar dia makan sendiri. Karena dia sudah menutup rapat laptop nya
Cahyo hanya mengambil sendok, mendekat ke Rere dan mengambil nasi dari piring Rere
"Kak Jo... ambil sendiri tuuhh..." dengan mulut penuh makanan Rere menunjuk sebakul nasi dan beraneka ragam menu
Cahyo menggelengkan kepalanya dan terus menikmati makan sepiring berdua dengan Rere
Pemandangan di desa memang menyenangkan. Rere merasa dirinya dekat dengan rumahnya yang di desa.
Rumah Rere di desa masih sangat asri. Mau jalan ke pantai oke, mau hikking juga bisa. Sahabat Rere pernah berkunjung ke desanya untuk berlibur
Makanan di mejapun sudah berpindah tempat ke perut Cahyo dan Rere. Makananannya sangat lezat. Pantas ini menjadi langganan mama Cahyo dulu.
"Mau balik apa pengen disini aja" tanya Cahyo ketika Rere sedang tiduran di gazebo merasakan semilir angin menerpa dirinya
"Hook.." Rere membuka matanya, melihat ke arah samping yang Cahyo juga sedang tiduran di sampingnya
"Ayo.. Kak pulang" Rere mengajak Cahyo untuk pulang karena sudah menunjukkan pukul 13.10. Rere harus bekerja paruh waktu
"Sholat dulu yuk " ajak Cahyo
Mereka berdua mengambil air wudhu, kemudian sholat dhuhur berjamaah ditempat yang sudah disediakan
Cahyo berdoa setelah selesai dari sholatnya, bangkit dan lagi lagi mencium pucuk kepala Rere
Rere senang mendapat perlakuan seperti itu. Tapi apakah ini dosa..
Cahyo Membayar ke kasir dan melajukan mobilnya meninggalkan perkampungan tersebut menuju kota
"Mau ke kost apa langsung caffe" tanya Cahyo dalam perjalanan
"Mm.. caffe aja kak"
"Ntar pulangnya gimana. khan gak bawa sepeda??"
"Jalan."
"Gak. Minta jemput Cici atau Kakak nanti yang jemput??!!"
"Eh.. Minta tolong Cici aja" merasa gak enak dengan Cahyo secara apartemen Cahyo cukup jauh dengan kost Rere.
"Hmmm.."
Mobil pun berhenti di pinggir caffe. "Kakak langsung ya.. ada rapat" katanya tanpa mematikan mesin mobilnya
"Heemm.. hati hati ya.. byy. Assalamualaikum" membuka pintu mobilnya
"Waalaikumsalam. Ayy.. jangan macem macem ya..!!" sebelum pintu mobil ditutup kembali
Rere tersenyum sambil melambaikan tangan melihat mobil Cahyo melaju dengan cepat
Caffe sudah mulai tutup. Rere berusaha menelphon Cici namun gagal. Erlin dan Ratih pun tidak mengangkat telp. 'Apa mereka sudah tidur...' pikirnya
__ADS_1
Rere mencoba berulang ulang namun tetap sama. Ia memutuskan untuk pulang dengan jalan kaki
Saat akan keluar lewat pintu samping, Dimas memanggilnya untuk mengantarkannya pulang. Dia tahu kalau Rere tidak membawa sepeda karena di antar oleh cowok itu.
Tak mau membuang kesempatan, Dimas mengajak Rere untuk masuk ke dalam mobil yang dengan jelas Rere tolak
"Gak Dim. gue jalan kaki aja. pengen jalan jalan" kata Rere menolak
"Kamu khan habis kerja. pasti capek. biar aku antar ya.." membukakan pintu mobil nya
"Gak Dim.. thanks" Rere bergerak maju kesamping menghindar Dimas
Cahyo turun dari mobilnya dengan mesin yang masih hidup. Menarik pelan lengan Rere dan membukakan pintu untuknya. Segera Cahyo melajukan mobilnya dengan cepat
Dimas yang melihat itu langsung menutup pintu mobilnya dengan kasar. 'Huuuffftt- Oke fine. gue nyerah' katanya lirih
di dalam mobil
"Kak Jo marah ya.." melihat sorot mata yang tajam fokus pada jalan
"Kog kak Jo jemput Rere. katanya ada rapat?" tanyanya halus.. sangat halus
"Sudah selesai"
Rere diam. Suasananya tidak mendukung ia untuk banyak bertanya. Entah Cahyo membawa Rere kemana, karena ini bukan jalan menuju kost nya. jauh.. jauh dari kost nya
Tiba di apartemen, Cahyo memarkirkan mobilnya. Berjalan ke arah lift, lagi lagi.. Rere hanya mengekor di belakangnya seperti anak magnet
tiing.. pintu lift terbuka
Cahyo masuk kamar di ikuti Rere
"Kak Jo.. Rere mau pulang.. kog ke sini" rengeknya masih berdiri dekat pintu
"Tidur sini aja. Besok berangkat kerja dari sini"
"Hook..Kak Jo.. " pekiknya
__ADS_1
Cahyo segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Mengambil bantal dan selimut di ranjang dan membawanya menuju soffa depan TV
"Kamu gak mandi??.. sudah sholat isyak..??"
Rere hanya menggelengkan kepalanya. Cahyo berjalan menuju lemari.. seperti sedang memikirkan sesuatu, dan mengambil kaos lengan panjang, celana panjang santai lalu memberikannya pada Rere
Akhirnya Rere bergerak maju menuju kamar mandi dan menuju ruang yang di khususkan Cahyo untuk sholat. Mereka sholat isyak berjamaah
Mereka berdoa selesai sholat. Cahyo melihat muka Rere ditekuk yang menandakan ketidaksetujuannya jika Cahyo menyuruhnya untuk bermalam di apartemen nya
Cahyo mencium pucuk kepala Rere, membisikan sesuatu di telinganya karena Rere masih berdoa.
'Doakan Ayah Cici yang sekarang sedang sakit'
Cahyo meninggalkan Rere yang dia tidak tahu apa yang terjadi padanya
Rere mendengar perkataan Cahyo langsung menitikan air matanya. Apakah benar yang dikatakan Cahyo.
Rere berdoa untuk kesehatan semua orang yang dicintainya. Pernah sekali Rere dan sahabat nya main ke rumah Cici. Teman temannya sangat di perhatikan oleh ayah Cici.
Setiap kebutuhannya selalu dipenuhi dan lengkap dengan segala fasilitas mewah.
Ayah Cici adalah seorang pengusaha sukses. Namun Ibu Cici sudah lama meninggal sejak ia masih kecil. Karena itu Cici mengambil jurusan managemen untuk membantu pekerjaan ayahnya kelak
"Ayah Cici beneran sakit kak.."
"Hem"
"Kog Kak Jo tahu.. kenapa Cici gak kabarin Ayya??"
"Ayah Cici rekan bisnis Kakak. tadi waktu rapat beliau tidak hadir"
'Oooo.. pantas saja Cici gue telp gak bisa. mungkin lagi ngrawat ayahnya. dan teman teman pasti ikut kesana. Astagfirulloh... aku sudah salah prasangka. maaf ya Ci..' merutuki dirinya sendiri
"Sudah sana tidur. Besok kita kerumah Cici pagi pagi sekali"
"Beneran Kak.. Makasih Kak.." Rere berlari langsung melompat ke tempat tidur. Doa dan segera memejamkan matanya
__ADS_1
Cahyo hanya tersenyum senang melihat Rere senang