
"Beneran lo udah jadian sama Dimas.." lanjut Ratih
"Gak... sapa yang jadian" sewot Rere
"Tuz.. kenapa lo dianter sama Dimdim" kata Cici yang gak mau kalah atas rasa penasarannya
"Oohh.. kalian lihat ya..." tanya balik Rere santai
"Kalo kita gak lihat, lo mau bohong kan kalo lo udah jadian sama bos Dim" cecar Erlin
Dan Rere hanya tertawa dengan santai. "Kog malah ketawa siiihhhh" kata mereka bersamaan.
"Kalian tuh ya.. kayak gak kenal gue aja. Kapan gue pernah bohong sama kalian haahhh..." ucap Rere masih dalam mode santai nya. Beranjak untuk pindah duduk di meja belajarnya.
Sahabatnya sama mengikuti gerak Rere berpindah tempat duduk masih mode penasaran.
"kalo lo gak jadian trus kenapa lo pulang dianter DimDim" tanya Cici kembali
"Tadi saat mau pulang kerja, tiba tiba perut gue sakit baget. Dan tuh bos tahu gue ngrintih kesakitan. Dan ya.. udah deh.. dipaksa dianter pulang" terang Rere
"Ooooooo" sahabatnya sama membulatkan mulutnya.
"Modus ya... sakit perut" tanya Erlin ceplas ceplos
"Hoook... sorry ya... gue sakit beneran tahu. Gue lagi halangan. Hari pertama" jelasnya lagi
"Ooooo..." sahabatnya semua manggut manggut mengerti. Karena memang Rere selalu seperti itu. Hari pertama halangan pasti ada rasa mulas yang hebat dan itu tidak bisa di prediksi kapan waktunya tiba.
"Tepat bener waktunya" Kata Ratih kemudian.
"Maksud lo.." tanya Rere curiga
"Ya.. timing nya paaas gitu lho.." sambil cengengesan
"Ahh.. sudah sudah.. tidur gih.. udah malam. Gue besok siaran pagi"
"Okeeeyyy..By.by.... " Erlin dan Ratih meninggalkan kamar Cici dan Rere.
Pintu ditutup dan dikunci oleh Cici.
"Ehh... ini apa??" sambil menunjuk kantong kresek yang ada di atas kasur Rere.
"Astagfirulloh. Eh iya. Itu nasgor" Kata Rere. "Lo udah makan.." tanyanya lagi
__ADS_1
"Lo beli nasgor - malem malem.." tanyanya curiga. "Dari siapa ini..." yang sudah mengerti kalo tidak amat sangat mungkin Rere membeli nasgor malam malam.
"Dari Dimas" kata Rere pelan.
"Lo beneran gak ada apa apa kan sama DimDim.." tanya nya lagi
"Gak lah.. Tidak untuk sekarang, gue mau fokus sama aktivitas gue sebagai mahasiswa..hehehheeee.." jawab santai Rere
"Mang kenapa kalo wahasiswa, mang gak boleh pacaran???" desak Cici
"Ya..kan makin ribet. Yang ngajak kencan lah, dinner lah, maksi bareng lah,.. aaarrgghhh gak banget deh" jelas Rere menolak
Cici tahu betul padatnya aktivitas Rere. Jadi ia memaklumi kalo keputusannya menjomblo selama masih berstatus mahasiswa. Cici yang nota bene teman sekamarnya aja jarang banget ketemu sama Rere. Hanya bisa say good morning dan good night. Salah salah hanya good night. 'hehehheee' senyum tipis Cici.
"Kalo misal tuh DimDim nembak lo gimana???" tanya Cici sambil menyupkan sesendok penuh nasgor ke mulutnya.
Cici paham betul, Rere tidak akan bisa menghabiskan nasgornya. Rere tidak terbiasa makan berat berupa nasi jika sudah lewat jam 9 malam. Jika lapar, ia biasanya mengganjalnya dengan roti, mie, jus, atau lainnya, yang jelas bukan nasi. Jadi Cici membantu Rere menghabiskan nasgor bawaan Dimas meski ia sudah makan tadi bersama sahabatnya, karena sayang jika dibuang atau memang nasgornya mantab. 😊
"Yyaaa... gue tolak mungkin" jawabnya datar.
Rere sudah memutuskan hal tersebut. Ia sudah memikirkannya jauh jauh hari. Meski ada rasa sedikit aneh, tapi ia yakin kalo itu bukan cinta, hanya sekedar rasa ketertarikan lawan jenis antara perempuan dan laki laki.
Setelah menyelesaikan makannya, Cici bergegas masuk ke dalam kamar mandi guna menggosok giginya, sedangkan Rere duduk dimeja belajarnya membuka laptop milik Pak Hadi yang sudah ia ketahui passwodnya dan mulai menyusun jadwal untuk besok.
Jam 11.00 semester 7
Jam 13.00 semester 3
'whaattt.. innalillahi wa innailaihi roji'un...' sambil menepuk jidatnya dengan telapak tangannya.
'Jam kuliah gue... apa gue ijin aja ya.. tapi ntar C karena absen.. duuuuhhh gustiiiiiii' Rere memijat kepalanya yang tidak pusing itu.
Tiba tiba ...braak... Rere memukul meja dan 'Astagfirulloh.. ' Rere mengelus dadanya. 'Kenapa su'udzon gini ya... belum dicoba juga. bismillah' ucapnya lirih.
Cici keluar dari kamar mandi, dan Rere segera menuju kamar mandi guna melakukan hajat yang sama dengan Cici yaitu menggosok giginya.
Merekapun mulai menyelimuti diri masing masing dengan selimut bersiap untuk tidur. "good night Ayy"
"Hmmm.. good night" jawab Rere menutup matanya setelah berdoa akan tidur.
__ADS_1
Alarm jam 3 dini hari Rere berbunyi. Meski sedang berhalangan Rere tetap terbangun meski hanya untuk doa malam. Ya.. ia ingin menjadikannya sebagai kebutuhan, kebutuhan ingin selalu di cintai Alloh.
Selesai doa malam, Rere mengambil baju baju kotor untuk ia cuci. Rere keluar kamar menuju ruang mencuci yang sudah disediakan pemilik rumah kost dan mulai memasukkan baju kotornya pada mesin cuci.
Sambil menunggu, Rere meringkuk tertidur di sofa dekat mesin cuci.
tiiit..tiiit..tiiit....
Pertanda mensin cuci telah selesai beroperasi membangunkan Rere yang tertidur di sofa. Rere segera mengambil baju baju nya dari dalam mesin cuci dan mulai menjemur di tempat nya.
Ketika kembali menuju kamar, dilihatnya jam masih menunjukkan pukul 04.15. Ia pun kembali menarik selimutnya melanjutkan tidur indahnya.
Jam 7 pagi alarm Cici berbunyi. Rere kaget bukan main karena ia sadar ia lupa memasang alarm. Dilihatnya ponsel yang ada di meja dan bergegas bangun, berdoa dan membereskan tempat tidurnya lalu segera membersihkan dirinya dikamar mandi.
Rere mengambil jeans biru, kemeja putih, hijab putih dipadukan blezer warna nude dan kets putihnya, lalu membangunkan Cici yang masih terlelap. "Ci... bangun.. alarm lo tuhhh bunyi terus"
Cici menggeliat dan melihat ponselnya guna mematikan alarmnya. Dan alangkah terkejutnya ia melihat jam yang menunjukkan pukul 07.25.
"whaaattt... OMG. gue ada kuliah pagi" Cici bergegas masuk kamar mandi. Rere segera merapikan tempat tidur sahabatnya dan mengisi botol dengan air.
"Ciiii... gue duluan ya..."
"Hmmm.. athi athi" yang terdengar seperti sedang menggosok gigi. Rere bergegas mengambil ranselnya, keluar kamar, memasukkan botol air pada saku kiri tas nya dan mulai mengayuh sepedanya.
__ADS_1
Rere memarkirkan sepedahnya di parkiran jurusan managemen. Alasannya sederhana, karena gedung managemen dekat dengan gedung UKM radio. Jadi jika Rere memarkir sepedahnya di jurusannya maka ia khawatir akan terlambat siaran.